
Neta sudah siap dengan stelan kerjanya, Dika sudah berangkat pagi-pagi sekali karena ada kegiatan yamg mengharuskan ia pagi sudah berada di kantor, Si kembar pun sudah siap, untuk ikut bersama Neta ke perusahaan, sebelumya Neta akan mengunjungi sekolah yang rencananya si kembar akan di sekolahkan disana.
Neta mengajak si kembar untuk menuruni anak tangga, mereka bertiga jalan dengan pelan-pelan khawatir Nala dan Nathan terjatuh.
" Pelan-pelan sayang.. sambil berhitung ya.. satu.. dua.. " Neta sambil berbicara setiap anak tangga yang mereka turuni si kembar mengikuti Neta menghitung setiap satu hitungan.
" Pinter nya anak-anak Mama.. kita sarapan dulu ya.. mau makan sama apa Nala dan Nathan ? " tanya Neta sambil mengajak Nala dan Nathan duduk di kursi makan.
" Telol Ma.. " ucap Nathan.
" Bubuy Ma.. " ucap Nala.
" Hmm.. sama sayur aja ya.. Mama sudah bikin sayur, Nala dan Nathan harus banyak makan sayur biar kuat dan hebat " balas Neta.
Nala dan Nathan hanya mengangguk. Neta mengambil nasi kedalam piring lalu mengisi nya dengan sayur yang sudah ia buat tadi.
" Berdoa dulu yuk... baru kita makan " ucap Neta kepada kedua anaknya.
Setelah berdoa Nala dan Nathan sarapan disuapi oleh Neta.
" Ma.. Ma.. Pa..pa ana Ma ? " tanya Nathan.
" Papa kerja sayang.. tadi pagi-pagi banget udah berangkat, waktu Mama bangunin Nala dan Nathan, Papa berangkat kerja " Neta menjelaskan.
" erja.. cape " susul Nala.
Neta tertawa mendengar ucapan Nala anak perempuannya.
" Iya sayang Papa kerja cape ya .. " balas Neta.
Disaat yang bersamaan pintu samping rumah terbuka, seorang wanita paruh baya masuk kedalam rumah lalu mengucapkan salam.
" Assalamualaikum " ucapnya.
" Wa'alaikumusalam.. " Neta menoleh ke arah sumber suara.
" Ya Allah Ibu... " Neta bangun dari duduknya menghampiri Ibu yang baru saja datang.
" Sehat kamu Net ? " tanya Ibu.
" Alhamdulillah Bu, ibu kok gak bilang sih mau kesini ? dianter siapa Bu ? " tanya Neta.
Belum juga ibu berbicara, Bian sudah masuk kedalam rumah.
__ADS_1
" Aku dong Mbak, adikmu yang ganteng dan semata wayang ini " ucap Bian.
" Gak kerja kamu ? " tanya Neta ke Bian.
" Mau Mbak ini, kan nganter ibu negara dulu " jawab Bian.
" Hmm " Neta hanya mengangguk lalu mengajak ibu duduk di kursi makan.
" Waduh cucu Oma lagi sarapan ini ? " Ibu Neta menghampiri cucu cucu nya, Nala dan Nathan terlihat bahagia mereka berdua menyalami Oma nya bergantian.
" Kok ke Om gak salim sih ? " Bian menghampiri keponakan kembarnya.
" Om ian gak kelja ? " tanya Nathan.
" Mau kok, Om mau kerja ini " Jawab Bian lalu menyalami Nathan dan Nala.
" Ketemu Papa ? " tanya Nala.
" Hehe iyaa nanti om ketemu Papa " jawab Bian.
Nala dan Nathan tahu jika Bian bekerja dengan Papa nya, karena mereka sudah mulai mengerti pekerjaan Papa dan Om nya.
" Makan dulu Ian ? " tanya Neta.
" Udah tadi, masih gelap udah berangkat " jawab Neta.
" Emang ada Giat kalo Mas Dika sih, ya udah aku berangkat ya, Bu Bian berangkat ya " Bian menyalami Ibu dan Kakaknya, ia berlalu meninggalkan rumah melalui pintu samping.
Setelah kepergian Bian, Neta kembali menyuapi Nala dan Nathan.
" Bu sarapan sekalian ? " tanya Neta.
" Ibu udah Net.. masih kenyang, Ibu kesini kangen aja sama kalian, Ibu dengar juga kemarin katanya Nala sakit ? kok kamu gak ngasih tahu Ibu, Ibu tahu dari Bian loh " ucap Ibu.
" Oh iya, maaf Bu.. aku takut ibu khawatir juga, tapi Alhamdulillah kok Nala gak apa-apa, malem masuk igd, pagi nya udah boleh pulang " Neta menjelaskan.
" Apapun itu kamu harus cerita ke Ibu, apalagi menyangkut cucu-cucu Ibu, kalau pun ibu khawatir kan wajar ke cucu sendiri, ke anak sendiri kan ? " Balas Ibu.
" Iya Bu " Neta hanya tersenyum.
" Oya Ibu dengar juga pengasuh si kembar udah gak kerja lagi ? " tanya Ibu.
" Udah nggak Bu, jadi ya aku mau bawa si kembar lagi ke perusahaan " jawab Neta.
__ADS_1
" Hmm.. kamu gak repot bawa si kembar, kasian loh mereka juga masih kecil, pasti cape harus ikut kamu ke perusahaan terus kan ? " tanya Ibu lagi.
" Gini Bu sebenernya, euh aku juga udah bicara sama Mas Dika, perihal si kembar, rencana aku mau masukin si kembar sekolah Bu, biar ada kegiatan gitu disaat aku juga kerja " jawab Neta menjelaskan.
" Apa ? si kembar mau di sekolahkan ? Neta.. mereka ibu rasa masih terlalu kecil untuk sekolah " Ibu sedikit tidak setuju.
" Ya maksud nya Bu, ini kan taman bermain gitu Bu " balas Neta.
" Apapun namanya maaf, ibu gak setuju, bukan Ibu ingin ikut campur dalam pengasuhan kamu ke anak-anak, tapi saran Ibu lebih baik jangan dulu mereka di sekolahkan, masih terlalu kecil Net, kalau sudah waktunya dan pas dengan usia si kembar ya gak masalah " ucap Ibu.
Neta berpikir sejenak, mungkin ada benarnya apa yang diucapkan oleh Ibu nya.
" Solusi nya gimana Bu, aku juga gak mungkin ninggalin si kembar di rumah sama Mbok Sum, sedangkan untuk kembali mencari pengasuh gak gampang, aku juga bingung Bu " balas Neta sedikit memijat pelipisnya.
" Kamu gak perlu bingung, anak-anak sama Ibu aja, kalau memang kamu masih ingin mempertahankan pekerjaan kamu, gak apa-apa, biarkan anak-anak dengan Ibu " ucap Ibu.
" Tapi Bu.. aku gak mau merepotkan Ibu, Ibu harusnya sudah tenang gak perlu di bebankan pengasuhan anak kaya gini " balas Neta.
" Ini cucu ibu, anak dari anak Ibu sendiri, ibu tidak merasa direpotkan justru Ibu seneng, ada temen ada hiburan kan, daripada Ibu di rumah sendiri, Ayah mu masih aktif di kampus, Bian juga pulangnya kadang larut malam, kadang tidak pulang, udah kamu gak usah banyak pikiran gak apa-apa anak-anak sama Ibu aja, nanti sore Ibu minta Ayah mu untuk menjemput ibu kesini " susul Ibu.
" Hmm... kenapa gak nginep aja Bu ? " tanya Neta.
" Itu bisa diatur " jawab Ibu.
" Hmm.. makasih ya Bu, maaf kalo aku jadi ngerepotin Ibu " ucap Neta.
" Nggak kok, udah kamu jangan banyak pikiran, Nala dan Nathan aman sama Ibu " balas Ibu.
" Cucu-cucu Oma, sekarang main sama Oma ya, gak perlu ikut Mama ke kantor, nanti kalian capek, main di rumah aja sama Oma ya " ucap Ibu kepada si kembar.
Neta hanya tersenyum memperhatikan Ibu dan kedua anaknya.
" Oya Net, kamu obrolin ke suami kamu, saran ibu tadi, gak usah pusing gak usah jadi bingung, anak-anak jangan dulu di sekolahkan, gak apa-apa ibu yang menjaga ya.. " ucap Ibu.
" Iya Bu.. kalo gitu Neta berangkat ya Bu, udah siang juga " balas Neta.
" Ya udah, kamu hati-hati ya.. " susul Ibu.
" Iya Bu... sayang kamu baik-baik sama Oma ya, jangan nakal.. Mama kerja dulu ya... " Neta kepada Nala dan Nathan.
Neta menyalami lalu menciumi kedua anaknya, lalu ia pun menyalami Ibu nya, pamit untuk berangkat ke perusahaan.
Akhirnya Neta bisa berangkat ke perusahaan dengan sedikit lega karena Nala dan Nathan bersama Ibu nya dirumah, mungkin tugas Neta sekarang untuk membicarakan ini kepada Dika suaminya.
__ADS_1
" Semoga Mas Dika gak marah, soalnya sama Dia juga gak mau ngerepotin Ibu ataupun Mama nya, makanya ia bersikeras banget nyari pengasuh waktu itu " batin Neta.