
Markas Komando
Dika sedang rapat bersama pimpinan, evaluasi beberapa kasus yang telah dan sedang ia tangani bersama tim.
" Mungkin itu dulu yang dapat saya sampaikan semoga beberapa kasus yang masih dalam penyelidikan segera dapat diselesaikan, selamat siang " ucap pimpinan.
" Siang "
" Siang "
" Siang "
Dika dan beberapa rekannya masih berada di ruangan, mereka mendiskusikan hasil rapat tadi.
" Gimana Bang, untuk selanjutnya ? " tanya Dika kepada Al senior nya.
" Oke kita ikuti dulu saja pergerakan nya "
" Siap Bang "
" Gino mana ? " tanya Al
" Siap hadir Bang "
" Gin, kamu kan paling bisa untuk penyamaran, nah sesuai perintah pimpinan tadi, saya tunjuk kamu untuk menyamar, kita jebak badar sabu-sabu itu "
" Siap Bang "
" Makanya jangan begadang mulu, itu mata merah, udah kaya yang sakau " ucap Aldo disusul tawa dari yang lainnya.
" Oke siap ya.. "
" Siap "
" Siap "
Disaat yang bersamaan pintu ruangan rapat di ketuk.
" Ijin Bang, ada kiriman untuk Bang Dika " ucap Anggota.
__ADS_1
Semua yang berada di ruangan menoleh ke arah sumber suara lalu ke Dika.
" Buat saya lagi ? " gumam Dika.
" Ya sudah bawa sini " ucap Al
Anggota menyerahkan kiriman yang di bungkus plastik putih itu ke meja dimana Dika dan rekan yang lain sedang rapat.
" Dika.. bener-bener ya jadi makmur kita banyak dikirimin makanan terus " ucap Kevin akan membuka bungkusan plastik itu.
" Hey jangan dulu dibuka " Dika menepuk tangan Kevin.
" Loh kenapa ? rejeki loh ini "
" Penjinak bom mana ? " tanya Dika, disusul oleh tawa yang lainnya.
" Saya heran aja akhir-akhir ini ada yang kirimin saya makanan padahal sebelumnya pernah gak ? enggak kan ? " ucap Dika.
" Hmm.. bener Dik.. biasanya nggak, paling yang ngirimin itu tuh.. cengan nya si Aldo " ucap Al tertawa di barengi tawa yang lain.
" Nah itu dia Bang " Dika terdiam.
" Jadi mau di diemin aja nih ? mubadzir.. mubadzir " ucap Kevin membuyarkan semuanya.
" Ya udah buka aja " ucap Dika.
" Buka aja nih.. " tanya Kevin.
" Buka Bang, tapi saya mau menjauh dulu " ucap Aldo.
Kevin membuka kiriman yang dibungkus dengan plastik putih itu, 3 buah box kue balok coklat lumer.
" Dik, kamu kan suka cokelat, tuh kiriman nya kue cokelat " ucap Kevin.
" Saya masih mikir siapa yang kirim ? " ucap Dika.
" Hmm.. kita cari tau Dik, kamu tenang aja.. " ucap Al senior Dika.
" Ya Bang.. terima kasih "
__ADS_1
" Makanya punya wajah itu jangan kaya artis korea Bang, jadi banyak fans nya " ucap Gino disusul oleh tawa dari yang lainnya.
Dika hanya tertawa kecil, menggeleng-gelengkan kepalanya.
...****************...
Perusahaan MGM Grup
Neta sedang bersiap untuk pulang seperti biasa Tio sudah menunggu Neta di meja kerjanya.
Saat Neta akan memasukkan ponsel kedalam tasnya terdengar suara notifikasi pengingat, ia melihat dilayar ponselnya ternyata tepat hari ini usia kehamilannya sudah masuk usia 4 bulan.
" Alhamdulillah.. kamu udah 4 bulan di perut Mama Nak.. sehat-sehat ya sayang " Neta mengusap-usap perutnya.
" Biasanya kalo orang-orang hamil usia nya 4 bulan itu, mereka selalu mengadakan acara tasyakuran, hmm.. kayanya aku harus telepon ibu deh perihal ini, apa aku ke rumah ibu aja ya sore ini, tau gitu tadi aku ikut pulang aja bareng Bian " gumam Neta.
Ia langsung menghubungi suaminya, untuk mengabari jika ia akan mampir ke rumah orangtuanya sore ini. Setelah pesan terkirim tidak lama Dika langsung menghubungi istrinya.
Dika : " Sayang.. kamu mau ke tempat Ibu ? "
Neta : " Iya Mas.. kalo kamu gak pulang malem, nanti jemput aku di Cluster Cendana ya "
Dika : " Siap Ibu negara "
Neta : " Hmm.. sekalian mau ada yang aku obrolin sama Ibu "
Dika : " Perihal apa ? Kok aku gak tau "
Neta : " Itu loh Mas.. kehamilan aku kan....
Neta belum selesai berbicara tiba-tiba terdengar suara dari telepon Dika, ada seseorang yang mengamuk di mako memanggil-manggil nama Dika.
Dika : " Sayang.. sayang.. aku tutup dulu ya "
Sambungan telepon terputus.
" Mas.. Mas.. halo.. Mas.. ada apa ? " Neta terus memanggil suaminya namun sambungan telepon sudah terputus.
" Ya Alloh ada apa sih ? kok ribut-ribut dikantor nya mas Dika, mana nyebut-nyebut nama Dika lagi " Neta menjadi khawatir.
__ADS_1
" Lindungi suamiku ya Allah.. " batin Neta.