Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 85


__ADS_3

Selepas kepulangan ketiga sahabatnya, Neta menonton televisi di ruang tengah, sambil memakan asinan yang tadi dibawa oleh Indri. Ia menunggu suaminya pulang karena tadi Dika sempat mengirim pesan jika ia akan pulang sore ini.


Neta masih fokus dengan acara televisi yang ia tonton.


" Neta.. " Ibu memanggilnya dari arah dapur.


" Iya Bu " Neta membalikkan badannya.


" Suamimu kapan pulang ? " tanya Ibu.


" Mungkin sebentar lagi Bu, tadi sih pesannya sore ini pulang " jawab Neta.


" Oh ya, Ibu masak banyak ya.. kasian beberapa hari ini dia makan di luar terus pastinya " balas Ibu.


" Hmm.. aku bantu ya Bu " Neta menghampiri Ibunya, menyimpan mangkok yang masih berisi asinan buah di meja.


" Itu Apa ? " tanya Ibu.


" Asinan buah yang tadi dibawa Kak Indri Bu " jawab Neta.


" Asem ? " tanya Ibu lagi.


" Nggak asem-asem banget sih Bu " Neta tersenyum.


" Hmm.. jangan terlalu banyak makan yang asam-asam ingat lambungmu " ucap Ibu.


" Iya Bu, tapi aku berasa seger aja makan ini, Ibu mau ? coba deh " susul Neta.


" Nggak, Ibu ngeliatnya aja udah bikin ngilu .. itu mangga muda pasti asem Nak " ucap Ibu.


Neta mengambil beberapa sayuran yang akan ia potong-potong, ia membantu ibunya memasak di dapur.


" bagaimana kamu dengan suamimu, Net ? " tanya Ibu.


" Bagaimana gimana maksudnya Bu ? " Neta tanya balik.


" Ya setelah kamu menikah dengan Dika "


" Hmm.. Dika baik Bu, jauh banget sama sikap dia dulu waktu sekolah " ucap Neta.


" Syukurlah, Ibu menjadi tenang, Oya.. beberapa minggu lagi Bian pelantikan Net "


" Oh iya ya Bu, kapan ya Bu tepatnya, biar aku bicarakan ke Mas Dika, agar dia bisa mengambil cuti jauh-jauh hari " ucap Neta.


" Nanti Ibu coba lihat lagi ya undangan nya "


" Iya Bu "


Neta dan Ibu nya memasak untuk makan malam mereka, Ayah Neta baru saja pulang dari kampus sedangkan Dika masih belum sampai rumah. Neta dan Ibu baru selesai memasak semua makanan sudah ditata oleh Neta di meja makan.


Saat Neta akan menuju kamar untuk bersih-bersih terdengar suara mesin mobil suaminya masuk halaman rumah.

__ADS_1


" Kayanya itu Mas Dika deh, ternyata benar ia pulang sore ini " Neta tersenyum dalam hati.


Neta berjalan menuju depan rumah, membuka pintu menyambut Dika yang saat itu baru turun dari mobilnya.


" Mas "


Neta menyodorkan tangan lalu mencium tangan Dika.


" Tumben banget loh kamu pulang sore gini " ucap Neta.


Dika hanya tersenyum sekilas.


" Kamu udah makan belum ? " tanya Neta.


" Belum " jawab Dika.


" Aku sama Ibu udah masak, kamu mau makan dulu atau bersih-bersih dulu " tanya Neta lagi.


" Bersih-bersih dulu kayanya gak enak gerah "


" Hmm.. " Neta mengangguk.


Neta dan Dika masuk kedalam rumah, Dika menyalami kedua mertuanya, lalu pamit ijin untuk bersih-bersih terlebih dahulu sebelum makan malam bersama.


Dikamar Dika langsung masuk kedalam kamar mandi, ia mandi terlebih dahulu, Neta menunggu suaminya di sofa. Sekitar 20 menit Dika sudah selesai mandi lalu keluar kamar mandi.


" Sayang.. nanti selesai makan kita siap-siap ya, kita pulang ke rumah " ucap Dika.


" Malam ini Mas ? " tanya Neta.


" Oke, aku beres-beres dulu deh "


" Hemm " Dika kembali mengangguk.


Tidak lama pintu kamar Neta diketuk, Ibu mengajak Neta dan Dika untuk makan malam terlebih dahulu karena Ayah sudah menunggu.


Neta dan Dika turun ke lantai bawah menuju meja makan untuk makan malam bersama, setelah makan Dika mengutarakan jika mereka berdua akan kembali ke rumahnya.


...****************...


Komplek Perumahan Nirwana


Neta dan Dika sudah sampai di rumahnya, seperti biasa setelah menutup pintu pagar kembali Neta dan Dika masuk kedalam rumah, rumah terlihat sangat gelap karena beberapa hari ditinggalkan. Dika menyalakan lampu-lampu rumah Dika melihat sekeliling rumah, membuat Neta heran.


" Mas kenapa ? " tanya Neta


" Nggak apa-apa, beberapa hari ditinggal takutnya ada apa-apa" Dika tersenyum.


" Ih.. jangan suka bikin parno deh Mas "


Dika hanya tertawa kecil mereka berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


Dika memencet kode pintu kamar lalu pintu kamar terbuka.


" Hmm.. kangen juga sama kamar ini " ucap Neta menyalakan lampu.


" Kangen sama kamar nya atau.... " Dika menggoda Neta.


Neta langsung menoleh ke arah suaminya. Dika hanya tertawa kecil. Neta menyimpan tas nya langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur.


" Ganti baju dulu Yang.. " ucap Dika.


" Iya " Neta bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah lemari membuka lemari mengambil baju tidurnya.


Ia mengganti baju tidur, setelah itu cuci muka, lalu kembali ke atas kasur. Dika duduk di sofa ia masih sibuk dengan ponselnya, Neta teringat ia ingin menanyakan perkembangan Ayah Prisilla kepada suaminya.


" Mas.. "


" Hmm " Neta mendongkakan wajahnya.


" Gimana Ayah Prisilla ? " tanya Neta.


" Hmm.. " Dika menghela nafas panjang.


" Sudah ditetapkan tersangka " jawab Dika singkat.


" Lalu ? "


" Lalu gimana ? " tanya Dika.


" Iya.. maksudnya dia mau mencelakakan aku alasannya apa ? " tanya Neta penasaran.


Dika bingung, ia sebetulnya tidak ingin memberitahu alasannya kepada Neta, ia khawatir Neta akan kepikiran jika ia mengatakan semuanya.


" Hmm.. permasalahan perusahaan sih, tapi semua udah selesai kok udah aman " ucap Dika.


" Hmm gitu yaa.. tapi menurut aku bukan hanya masalah perusahaan deh Mas " Neta menebak.


" Lalu apa ? " tanya Dika ingin tahu jawaban istrinya.


" Kaya nya Prisilla suka kamu deh " ucap Neta.


" Ck.. gak mungkin udah ya gak usah mikir yang lain-lain, yang jelas sekarang semua sudah ditangkap, mereka harus mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan ke kamu " balas Dika lalu menghampiri istrinya.


" Udah ya, kamu gak perlu takut, semua udah aman " Dika berusaha menenangkan istrinya.


Neta hanya mengangguk.


Namun masih ada yang mengganjal dihatinya, sepertinya ada yang disembunyikan oleh Dika, Neta yakin jika Dika tidak menceritakan semua kepada dirinya, tapi ia pun tidak berani banyak bertanya, ia khawatir Dika akan marah jika Neta terus mendesak nya.


" Mungkin suatu saat aku akan tahu, apa yang sebenarnya terjadi " batin Neta.


Ia merapikan bantalnya, mematikan lampu kamar mengganti nya dengan lampu tidur.

__ADS_1


" Mas.. tidur ya "


Dika mengangguk tersenyum. Neta berusaha memejamkan matanya walaupun masih banyak pertanyaan dalam benaknya.


__ADS_2