
" Mas Yoga ??!!! "
Saat mendengar suara gelas pecah dan sedikit suara Sasa yang agak meninggi Neta langsung berjalan setengah berlari menghampiri Sasa ke ruang tamu.
" Ada apa ? " tanya Neta.
Dika, Yoga dan Tio pun tak kalah kaget saat Sasa menjatuhkan gelas yang berisi minuman yang ia bawa.
" Bu.. " Sasa menoleh ke arah Neta.
" Sa.. " Neta menghampiri Sasa dengan masih tatapan kagetnya.
" Bu Neta.. ja..jadi... " Sasa sedikit menepis rangkulan Neta.
" Sa.. dengar dulu penjelasan saya ya.. " ucap Neta.
" Sasa.. Bu Neta dan Pak Dika tidak tahu menahu perihal ini " ucap Yoga.
" Maksud Mas Yoga ? " tanya Sasa.
" Sa.. duduk dulu yuk " ajak Neta memapah Sasa duduk di kursi tamu.
" Sa.. mau kemanapun mau sampai kapanpun kamu menghindari Papa kamu, dia pasti akan tahu kamu ada dimana, kami sudah tahu kamu berada di kota ini saat kamu melamar pekerjaan ke agen penyalur pengasuh " ucap Yoga menjelaskan.
" Ya Allah.. " Sasa mengusap kasar wajahnya lalu menutup dengan kedua tangannya.
" Jadi sekarang, Pak Gabor sedang menunggu kamu di salah satu hotel.. saya harap kamu mau menemui Papa mu ya " susul Yoga.
" Aku bukannya tidak ingin menemui Papa, Mas Yoga kan tahu karakter Papa seperti apa " ucap Sasa.
" Saya tahu, bahkan saya paham tidak hanya karakter Pak Gabor tapi karakter kamu juga sebagai anaknya " balas Yoga.
" Tapi... " Sasa tidak melanjutkan ucapan nya jujur ia masih ragu.
Neta, Dika dan Tio hanya bisa menyimak obrolan Sasa dan Yoga.
Sasa sedikit menoleh ke arah Neta, Neta mengerti ia memberikan kode dengan anggukan kepala lalu tersenyum menatap Sasa.
__ADS_1
" Kalau kamu masih ragu, saya jaminan nya, saya menjamin keselamatan kamu dari amukan Papa kamu " ucap Yoga.
" Sa.. sebetulnya ini tidak pernah kami harapkan, tapi mau bagaimana pun kamu tetap harus menemui Papamu dulu ya.. " ucap Neta.
" Bu, tapi saya masih boleh kesini lagi kan ? " tanya Sasa.
" Dengan senang hati Sa, pintu rumah ini terbuka kok untuk kamu, iya kan Mas " Neta menoleh ke arah suaminya.
" Iya.. sekarang selesaikan dulu urusanmu dengan orangtuamu, tidak perlu khawatir Yoga akan siap siaga untuk kamu " Dika tersenyum.
Yoga pun yang mendengar menjadi tersipu.
" Mmh.. kalau begitu kami permisi dulu, terima kasih Pak Dika, Bu Neta, Pak Tio.. terima kasih sekali atas bantuan nya mohon maaf saya jadi merepotkan " ucap Yoga.
" Tidak masalah, jangan sungkan.. " balas Dika.
Yoga memberikan kode kepada Sasa, untuk ikut dengannya.
" Bu,Pak.. saya ikut Mas Yoga dulu untuk menemui Papa ya, tapi.. saya nanti pulang lagi kesini kok, jangan usir saya ya,Bu Pak.. " ucap Sasa.
" Iya.. " Neta hanya bisa mengangguk tersenyum ia bingung harus berkata apa.
Ia langsung jongkok merapikan pecahan gelas yang berserakan, Neta yang melihat Sasa sedang berjongkok langsung beranjak dari duduknya menghampiri Sasa.
" Sa.. udah gak apa-apa, ada Mbok Sum, nanti Mbok Sum yang merapikan " ucap Neta.
" Bu.. maafin saya ya.. saya jadi mecahin barang Ibu " ucap Sasa.
" Udah gak apa-apa, ayo kamu ditunggu sama Pak Yoga.. nanti keburu larut " balas Neta.
" Euhh iiya.. Bu " Sasa menuruti permintaan Neta, ia lalu pamit bersama Yoga.
Neta, Dika dan Tio mengantarkannya sampai depan teras rumah, setelah melihat Sasa dan Yoga masuk kedalam mobil tidak lama mobil melaju meninggalkan rumah Dika, saat Neta dan Dika membalikkan badannya untuk kembali masuk kedalam rumah ia sedikit dicegah oleh Tio, karena Tio langsung pamit ia pun akan segera pulang.
" Mas Dika, Mbak Neta maaf, saya juga mau pamit " ucap Tio.
" Kemana Io ? " tanya Dika.
__ADS_1
" Pulang Mas " jawab Tio.
" Gak nginep aja " ucap Dika.
" Hmm.. lain kali saja Mas terima kasih, saya permisi.. Assalamu'alaikum " balas Tio.
" Wa'alaikumusalam"
" Wa'alaikumusalam"
Setelah kepergian Tio, Neta dan Dika langsung masuk kedalam rumah,mengunci pintu rumah, lalu Neta berjalan menuju dapur untuk merapikan pecahan kaca gelas yang berserakan di lantai.
...****************...
Didalam perjalanan.
" Mas Yoga.. " ucap Sasa membuyarkan lamunan Yoga.
" Hmm.. ya " balas Yoga menoleh ke arah Sasa.
" Mas.. apa yakin Papa gak akan ngomelin aku ? " tanya Sasa.
" Kamu percaya sama saya, saya jaminan nya " jawab Yoga.
" Hmm... " Sasa menghempaskan tubuhnya kesenderan kursi penumpang.
" Kenapa ? " tanya Yoga.
Sasa hanya menggeleng.
" Sa.. kamu tahu kekuatan Papa kamu kan, kenapa kamu masih ngeyel buat pergi dari rumah, karena perbuatan kamu hampir saja Papa kamu akan mengacaukan perusahaan majikan kamu " ucap Yoga.
" Apa ?? maksud nya ? " Sasa terhenyak tidak percaya.
Yoga menjelaskan kepada Sasa, bagaimana pun ia harus tahu apa yang telah terjadi setelah kepergiannya dari rumah yang membuat Pak Gabor semakin murka, untung Yoga bisa sedikit meredam amarah bosnya.
" Ya ampun Mas kenapa jadi runyam gini sih ? " tanya Sasa.
__ADS_1
" Ya sudahlah.. " Jawab Yoga kembali fokus dengan kemudinya.