Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 136


__ADS_3

" Astagfirullah.. sayang.. " Dika berlari menghampiri istrinya.


Neta sedang memasukkan beberapa bajunya kedalam koper.


" Kamu mau kemana ? " Dika mengambil baju yang berada ditangan istrinya.


" Aku mau ke Ibu " ucap Neta.


" Terus si kembar ? " tanya Dika.


" Ya aku bawa Mas "


" Terus aku gimana ? kalau kamu ke Ibu " tanya Dika lagi.


" Kamu kan udah ada yang perhatiin, ngapain aku disini, kamu aja udah gak perhatian sama aku ! " ucap Neta.


Dika mengusap wajah nya kasar.


" Sayang please.. siapa yang perhatiin aku selain kamu ! " Dika memegang kedua tangan istrinya namun Neta menepisnya.


" Lepasin aku Mas ! Terus siapa yang hubungin kamu malem-malem gini, siapa ?! "


" Aku udah jelasin ke kamu, kamu tahu sendiri aku gak pernah angkat telepon jika nomor yang gak aku kenal, kamu sendiri yang angkat teleponnya "


" Kalo aku gak angkat, mungkin sampe sekarang aku gak akan tahu Mas " Neta kembali menangis.


Dika langsung memeluk istrinya.

__ADS_1


" Maafin aku sayang.. maafin aku.. aku tahu sibuk sama kerjaan aku akhir-akhir ini, maafin aku ya.. " ucap Dika masih memeluk istrinya, ia mengerti Neta bersikap seperti itu, setelah ia membaca artikel tadi mungkin Neta mengalami baby blues.


Neta berpikir tidak mungkin jika Dika berlaku curang kepadanya, ada benarnya ucapan Dika, itu mungkin benar korban yang perkara nya memang sedang Dika tangani, ia pun entah mengapa, tidak dapat mengendalikan pikiran dan hatinya, ia terkadang tidak mengerti dengan perasaan nya sendiri.


" Aku butuh kamu Mas .. " ucap Neta terisak.


Dika semakin mengeratkan pelukannya.


" Maafin aku ya .. " ucap Dika.


" Kamu kan udah janji sama aku, kamu mau bantu aku, aku kerepotan Mas mengurus si kembar, kamu berangkat pagi pulang malam, bahkan aku sekedar pengen bertukar pikiran sama kamu aja gak bisa, mengurus diriku sendiri aja aku gak bisa, gimana nanti kalo bener-bener kamu ninggalin aku gara-gara aku udah gak bisa rawat diri aku sendiri, aku lusuh di rumah sama anak-anak, gimana coba " ucap Neta semakin terisak.


Dika semakin mengerti mengapa Neta berubah akhir-akhir ini. Namun kata-kata terakhir Neta membuat Dika sedikit ingin tertawa.


" Maafin aku .. " hanya itu yang dapat Dika ucapkan.


" Sayang.. jangan sekali-kali lagi kamu berbicara seperti itu, aku gak akan berubah, apapun yang terjadi sama diri kamu, apalagi sekarang udah ada si kembar, yang akan mengisi keluarga kecil kita, iya kan ? " ucap Dika.


" Iya sekarang aja kamu bisa ngomong gitu, aku kan gak tahu Mas.. diluaran sana gimana " balas Neta.


" Memangnya di luaran gimana ? " ucap Dika menggoda istrinya.


" Hmm.. " Neta sedikit memajukan bibirnya.


" Selalu berpikir positif sayang.. Maafin aku ya " ucap Dika.


Neta terdiam, ia sedikit merasa tenang, sebetulnya ia tidak menginginkan memiliki perasaan seperti ini namun entah mengapa, jika ia sedang merasa lelah, semua pikiran-pikiran negatif datang menghampiri, membuat Neta mejadi selalu overthinking dengan keadaan, apalagi menyangkut suaminya.

__ADS_1


" Ya Allah.. aku sadar.. benar kata suamiku aku tidak boleh berpikiran negatif.. " batin Neta lalu ia mendekatkan tubuhnya kepada Dika.


" Mas.. " ucap Neta yang melihat Dika sedikit memijat-mijat pelipisnya.


" Hmm.. " Dika mendongkakan wajahnya.


" Maafin aku juga ya.. aku gak tahu dengan perasaan aku yang selalu berubah-ubah akhir-akhir ini Mas.. " ucap Neta.


Dika kembali memeluk istrinya. Neta baru teringat ia pernah mempelajari ini saat ia kuliah dulu, stress atau depresi yang dialami Ibu pasca melahirkan dan ciri-cirinya hampir semua Neta alami. Neta kembali menangis di pelukan suaminya. Membuat Dika kembali heran.


" Sayang .. " ucap Dika.


" Mas .. makasih Mas.. kamu udah nyadarin aku.. kamu tahu yang aku alamin sekarang ? " Neta menjelaskan kepada suaminya dan benar saja dugaan Dika, penjelasan istrinya sinkron dengan apa yang ia baca sebelum nya.


" Aku juga maaf ya, aku sebagai suami harus nya yang berperan penting dalam hal ini, Mas tahu sekarang bukan hanya mood ibu hamil saja yang berubah-ubah ternyata Ibu menyusui pun sama, mulai sekarang kamu berpikiran positif ya, besok aku akan hubungi baby sitter untuk bantu kamu, maafin aku, karena aku belum mengijinkan jika anak-anak diasuh oleh pengasuh, bukan tanpa alasan, aku khawatir, mereka masih sangat bayi.. masih sangat kecil jika harus di asuh oleh orang lain " ucap Dika.


" Kita kan cari nya yang profesional Mas " ucap Neta.


" Iya.. " Dika tersenyum sekilas.


" Mas mungkin kalo kamu gak duluan sadar tentang keadaan aku, aku bisa-bisa stress, depresi dan gila, gimana anak-anak Mas.. aku gak tahu lagi deh " ucap Neta.


" Huss.. kamu jangan bicara kaya gitu.. " balas Dika.


Akhirnya Neta menyadari keadaannya, beruntung Dika lebih dulu sadar keadaan istrinya, sehingga tidak berlarut-larut yang akan mempengaruhi psikologis Neta dan berimbas kepada anak-anak nya nanti.


Setelah kejadian itu, Dika benar-benar menepati janjinya, saat ada waktu Dika meluangkan waktu untuk pulang terlebih dahulu, walaupun nantinya kembali lagi ke kantor karena pekerjaan. Setelah Dika menghubungi agen penyedia Baby sitter, agen meminta agar menunggu sekitar 2 minggu.

__ADS_1


__ADS_2