Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 202


__ADS_3

" Apa ?! " Sasa sontak kaget sedikit membulatkan bola matanya.


Pak Gabor terlihat heran sedangkan Yoga terlihat salah tingkah.


" Yoga.. apa kamu belum menceritakan semuanya ? " tanya Pak Gabor.


" Euh... mmh.. " Yoga terlihat salah tingkah hanya memberikan senyum yang dipaksakan.


" Apa sih ini ? maksud nya apa Pah ? Mas Yoga ? " tanya Sasa bingung.


" Ya Tuhan .. " ucap Pak Gabor memijat-mijat pelipis nya.


" Ada apa ini Pah ? " Sasa mendesak.


" Ehem.. oke.. gini Nak.. kalau seandainya anak rekan bisnis Papa, yang akan Papa jodohkan kepadamu adalah Yoga, bagaimana ? apa kamu masih akan menolak ? " ucap Pak Gabor.


" Hah.. apa-apaan sih ini ? jadi Papa sama Mas Yoga sekongkol selama ini ? " tanya Sasa masih tetap belum mengerti apa yang terjadi.


" Huuhh... " Pak Gabor menghembuskan nafas kasar sedangkan Yoga pun menjadi salah tingkah entah harus berbuat apa.


" Yoga.. saya serahkan ini kepadamu, jelaskan semuanya kepada Sasa, saya ingin istirahat terlebih dahulu " ucap Pak Gabor meninggalkan Sasa dan Yoga menuju kamar untuk beristirahat.


" Mas Yoga ! Maksud Papa apa sih ? kenapa diem aja, Mas Yoga udah tahu semuanya ? " tanya Sasa menyelidik.


Yoga masih tetap diam.


" Bener-bener ya.. ! " Sasa sedikit kesal lalu berjalan menuju pintu balkon kamar hotel, disana ia bisa melihat keindahan kota dimalam hari lampu berkelap-kelip sangat indah, namun tidak dengan hati Sasa saat ini yang semakin tambah semrawut.


Sasa berdiri di dekat pagar pembatas Balkon ia memandang jauh kedepan, Yoga yang sedari tadi memperhatikan Sasa, lalu menghampiri nya.


" Sa.. " panggil Yoga.


Sasa menoleh, namun dengan tatapan yang tidak biasanya, tatapan intimidasi dari Sasa kepada Yoga.


" Apa ? apa yang mau Mas Yoga omongin ke aku ? " tanya Sasa.


" Ehem... gini Sa.. sebelumnya saya mau minta maaf, karena jujur untuk ini saya awal nya tidak tahu " jawab Yoga.

__ADS_1


" Oke.. sekarang Mas Yoga jujur sama aku, siapa Mas Yoga sebenernya ? karena selama ini yang aku tahu Mas Yoga karyawan Papa di perusahaan " tanya Sasa lagi.


Yoga menghela nafas dalam, ia mulai mengatur nafas untuk menjawab pertanyaan dari Sasa.


" Ya benar saya memang karyawan Papa kamu, Pak Gabor.. bukan siapa-siapa " jawab Yoga.


" Ya tapi yang dimaksud Papa anak dari rekan bisnis Papa itu siapa ? Mas Yoga atau orang lain ? Mas Yoga kan tahu aku gak mau ya dijodoh-jodohin kaya gini " balas Sasa.


" Iya Sa.. untuk perkataan Papa kamu tadi, ja..jangan kamu anggap serius ya " ucap Yoga.


" Aku semakin gak ngerti tau gak Mas ! " balas Sasa.


Yoga hanya tersenyum dipaksakan. Sasa terdiam kembali menatap jauh kedepan.


" Kamu masih mau disini ? Masih ada satu kamar lagi kok yang kosong atau kamu mau saya antarkan kembali ke rumah Pak Dika ? " tanya Yoga membuyarkan lamunan Sasa.


Sasa menoleh ke arah Yoga.


" Mas.. pasti masih ada yang kamu tutupin kan dari aku " ucap Sasa.


" Hmm.. sudahlah tidak perlu dipikirkan, lagi pula percuma kan kamu sendiri menolak untuk di jodohkan, jadi tidak perlu tahu juga siapa sebenarnya yang akan di jodohkan kepadamu oleh Pak Gabor " balas Yoga.


" Kalau memang laki-laki itu saya, apa kamu masih menolak ? " tanya Yoga.


Sasa terdiam, setelah diperjelas oleh Yoga, Sasa semakin yakin yang diucapkan oleh Papa nya tadi adalah benar.


" Kenapa Mas Yoga gak ceritain ini dari awal semuanya ke aku " ucap Sasa.


" Saya pun tidak tahu, saya diberitahu oleh orangtua saya setelah kepergian kamu dari rumah " ucap Yoga.


" Hah.. orangtua ? jadi orangtua Mas Yoga ? " Sasa menelisik.


Yoga berjalan duduk di kursi yang tersedia di balkon kamar. Yoga mulai menceritakan kepada Sasa perjalan hidupnya.


" Orangtua saya memang rekan bisnis Papa kamu, semenjak saya sekolah, saya sudah diperkenalkan dengan bisnis oleh orangtua saya, sampai akhirnya bisnis Papa saya terpuruk dan bangkrut, pada saat itu posisi saya sudah lulus SMA dan akan masuk ke perguruan tinggi " Yoga menghentikan ceritanya.


" Setelah itu " Sasa penasaran dengan cerita Yoga.

__ADS_1


" Setelah itu, Papa saya tetap bersikeras agar saya bisa melanjutkan sekolah dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan dengan sisa tabungan mereka, sampai akhirnya Papa memutuskan untuk pindah keluar negeri, kembali merintis bisnisnya disana, namun karena kecintaan saya terhadap negeri ini,saya tidak ingin ikut pindah ke luar negeri " Yoga melanjutkan ceritanya.


Sasa menyimak cerita Yoga, ia masih penasaran siapa Yoga sebenarnya, karena selama ini yang ia tahu Yoga adalah karyawan Papa nya di kantor, yang selalu diminta untuk mengantar jemput Sasa sekolah, karena Sasa tidak ingin di antar jemput oleh supir tapi ia lebih senang diantar jemput oleh Yoga.


" Setelah orangtua Mas ke luar negeri gimana ceritanya Mas Yoga bisa kerja di perusahaan Papa ? " tanya Sasa.


" Hmm.. pada saat itu Papa saya juga bingung, karena disini kami sudah tidak memiliki sodara yang dekat, sampai akhirnya Papa kamu yang menawarkan agar saya tinggal bersama Papa kamu, tapi pada saat itu saya menolak, saya lebih baik tinggal di kos-kosan karena khawatir merepotkan Papa kamu, namun Papa kamu tetap meminta saya agar tidak jauh dari beliau, dia akhirnya meminta saya untuk bekerja di perusahaan walaupun pada saat itu saya masih kuliah dan... saya banyak mendapatkan ilmu dalam dunia bisnis sampai sekarang " ucap Yoga.


" Jadi selama ini kalau Mas Yoga ke luar negeri, itu untuk mengunjungi orangtua, bukan urusan kantor ? " tanya Sasa.


" Tidak juga, kadang memang urusan kantor, tapi ya lebih banyak saya cuti untuk mengunjungi orangtua " jawab Yoga.


" Hmm..." Sasa manggut-manggut.


Yoga hanya tersenyum memperhatikan tingkah Sasa. Disaat yang bersamaan terdengar suara yang tidak asing bagi mereka.


" ehem.. " Suara deheman dari dalam kamar.


Sasa langsung menoleh ke arah sumber suara.


" Papa.. kok belum tidur ? katanya tadi mau istirahat " tanya Sasa.


" Papa gak jadi ngantuk, yang ada Papa khawatir, ngapain kalian malam-malam berdua disitu " jawab Pak Gabor.


" Euh.. gak ngapain-ngapain kok Pah " Sasa mendekat menghampiri Papanya.


" Ya sudah masuk, kemungkinan besok pagi Papa kembali pulang ke rumah, bagaimana dengan kamu Sa ? Papa harap kamu bisa ikut pulang bersama kita " ucap Pak Gabor.


Sasa baru teringat dengan Si Kembar, jujur ia seperti tidak rela untuk meninggalkan si kembar, bagaimana pun ia sekarang sudah sangat dekat dengan si kembar.


" Pah.. sepertinya aku masih akan bekerja di rumah Pak Dika " ucap Sasa.


" Bagaimana dengan kuliahmu Sa ? " tanya Pak Gabor.


Sasa hanya terdiam.


" Ya.. terserahlah.. Yoga saya serahkan ke kamu ya.. " ucap Pak Gabor berlalu kembali ke kamarnya.

__ADS_1


" Sa.. saya lagi Pak ?? " Yoga memijit pelipisnya.


Yang terpenting bagi Gabor sekarang, hubungannya dengan Sasa sudah kembali seperti semula, ini berita bahagia yang akan ia sampaikan kepada istrinya yaitu Ibu Sasa.


__ADS_2