
" Neta ayo ikut Ibu " ucap Bu Mayang.
" O..iya Bu sebentar " Neta menggoyangkan sedikit tubuh suaminya.
" Mas.. permisi dulu aku mau keluar dulu sama Ibu " ucap Neta.
" Hmm.. " Dika membetulkan posisinya.
" Mau kemana ? " tanya Dika.
" Ibu mau ke ruangan treatment dulu ya sama Neta, kamu mau tunggu disini aja ? " tanya Ibu balik bertanya.
" Hmm.. iya deh, tapi Neta mau diapain ? " tanya Dika lagi.
" Udah Dika.. kamu istirahat aja disini ya.. ini urusan perempuan " jawab Bu Mayang.
" Ya udah " Dika merebahkan tubuh nya di atas sofa kembali memejamkan mata.
Neta yang melihat tingkah suaminya hanya tertawa kecil.
" Ayo Net " ajak Ibu mertuanya.
Mereka berdua keluar ruangan, akan menuju ruangan treatment dilantai 2. Saat Neta dan Bu Mayang akan menaiki anak tangga, salah satu pegawai Bu Mayang memanggil nya.
" Siang Bu Mayang "
" Oya.. Siang.. Kenapa Shel ? " tanya Bu Mayang, kepada Shella.
" Ini Bu ada Ibu Arunika, ia akan kembali menjalani treatment rutinnya " jawab Shella.
" Oh ya mana ? "
__ADS_1
Disaat yang bersamaan Arunika berjalan menyusul Shella.
" Halo.. apa kabar Mbak Nika " Bu Mayang memeluk Nika
" Alhamdulillah kabar baik, oya.. ada Bu Dika ternyata " ucap Nika menggoda.
" Apa kabar Mbak Nika " tanya Neta menyalami Nika.
" Alhamdulillah kabar baik, anak-anak sehat ya " tanya Nika balik.
" Alhamdulillah Mbak "
" Syukurlah "
" Sendirian aja ? " tanya Bu Mayang.
" Iya Bu, tadi saya diantar supir, tapi supir kembali lagi ke perusahaan Mas Aksa, rencana nya nanti pulang baru akan menjemput kesini " jawab Nika.
" Kebetulan ya, Neta dan Mbak Nika jadi bisa ketemu disini " ucap Bu Mayang.
" Sudah jodohnya harus bertemu di klinik Bu Mayang " balas Nika disusul oleh tawa Neta.
Mereka berdua diantarkan menuju ruangan treatment oleh Bu Mayang, disana mereka berkonsultasi dulu dengan dokter kecantikan, mereka berdua akan di lakukan treatment kecantikan sesuai dengan kebutuhan wajah dan tubuhnya.
...****************...
Dika terbangun dari tidurnya, ia duduk menyender kesenderan sofa. Ia mengambil satu botol air mineral yang ada di atas meja, membuka lalu meminumnya.
Dika lalu mengambil ponsel membuka lalu membalas beberapa pesan masuk, lalu mengeluarkan dari beberapa aplikasi yang ia lihat kembali ke menu utama.
Ia memasang wallpaper di ponselnya dengan foto sang istri, Dika memandangi foto Neta.
__ADS_1
" Wajar kalo kamu banyak yang suka sayang.. kamu baik, gak banyak tingkah, cantik, gak ada kurang sama sekali, maafin aku ya kalau aku terlalu berlebihan, semata-mata itu karena aku takut kehilangan kamu " gumam Dika lalu menghela nafas panjang kembali menyenderkan tubuhnya ke senderan sofa.
" Ehem " Ibu masuk keruangan membuyarkan lamunan Dika.
Dika sedikit terperanjat kaget, ia tidak mendengar sama sekali pintu ruangan Ibu nya terbuka.
" Euu.. Bu.. kok masuk gak ada suaranya ? " tanya Dika.
" Siapa bilang, kamu nya aja yang ngelamun, ada apa sih sayang, kamu kok gitu " Ibu menghampiri anak laki-laki semata wayangnya.
" Gitu gimana Bu ? " tanya Dika lagi.
" Hemmm... gimana kamu sama Neta ? Rumah tangga kamu baik-baik aja kan ? " tanya Bu Mayang.
" Alhamdulillah Bu, Dika sama Neta baik-baik aja apalagi udah ada Si kembar kan ? " ucap Dika.
" Syukurlah ibu ikut bahagia, Neta itu Ibu lihat kayanya sayang banget sama kamu, jangan disia-siakan wanita seperti itu Dika, Ibu tahu gak sedikit dulu perempuan yang banyak deketin kamu, tapi cuma Neta yang beda, kenapa Ibu langsung setuju, kamu bisa rasain kan sekarang ? " ucap Ibu kepada Dika.
" Feeling Ibu emang gak pernah meleset " ucap Dika tersenyum kecil.
" Kamu anak ibu satu-satunya Dik, Ibu ingin kamu berhasil dalam segala hal, baik dari pekerjaan, rumah tangga kamu, mendidik anak-anak kamu, itu harapan Ibu " balas Ibu.
" Aamiin Bu Insyaallah.. semua berkat do'a Ayah dan Ibu juga " susul Dika tersenyum kecil.
" Kamu udah makan ? " tanya Ibu.
" Sudah Bu tadi sebelum kesini " jawab Dika.
" Hmm ya.. " Ibu duduk kembali di kursi kerja nya sedangkan Dika masih dengan posisinya duduk di Sofa.
Dika dan Ibu banyak berbicara, hal yang jarang terjadi karena kesibukan Dika, Ibu banyak memberikan nasihat kepada anak laki-lakinya yang semata wayang itu.
__ADS_1