Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 158


__ADS_3

Neta sudah berada di rumah, ia disambut oleh kedua anak kembarnya, walaupun hati nya sedang gundah gulana ia harus tetap ceria di depan kedua anaknya.


Neta menuju kamar sambil menggendong kedua anaknya, Kiki yang mengikuti Neta dari belakang, khawatir Neta meminta bantuan kepadanya.


" Bu tas nya biar saya yang bawa " ucap Kiki.


" Oh ya, boleh Ki " Neta menyerahkan tas nya kepada Kiki.


" Anak-anak sudah mandi sore ya Ki ? " tanya Neta.


" Sudah Bu " jawab Kiki.


" Oke.. Oya bulan depan, anak-anak sudah diberi makan, nanti saya ajari kamu untuk membuat makanan bayi ya, apa sebelumnya pernah ? " tanya Neta lagi.


" Pernah Bu, tapi membuat yang instan " jawab Kiki.


" Hmm nanti saya ajari untuk membuat yang versi rumahan ya " ucap Neta.


" Siap Bu.. "


" Oya Ki.. hmm... " Neta menghentikan ucapannya.


" Ada apa Bu ? " tanya Kiki menjadi heran.


" Mmh... gak jadi deh "


Kiki merasa heran dengan sikap majikannya, tadinya Neta ingin menanyakan kepada Kiki apakah ia melihat sesuatu yang berbeda dari Dika, namun Neta mengurungkan niat itu.


Sampai akhirnya, ia masuk kedalam kamar Si kembar, bermain sebentar lalu kembali menitipkan Si kembar ke Kiki karena ia akan bersih-bersih dulu lalu berganti baju.


" Ki, saya ke kamar dulu ya, titip Si Kembar " ucap Neta.


" Baik Bu "


Neta berjalan keluar kamar Si Kembar menuju kamarnya, sesampainya di kamar ia menyimpan tas lalu mengambil ponsel, ia melihat ada beberapa notifikasi di layar ponselnya, saat ia membukanya, tidak ada satupun balasan pesan atau telepon dari suaminya.


" Bener-bener Mas Dika kemana sih ? aku butuh penjelasan dari kamu Mas, siapa wanita tadi, kok bisa dia turun dari mobil kamu ?! " gumam Neta gusar.


Neta dirundung gelisah, seperti sedang sibuk atau penangkapan Dika tidak dapat dihubungi.


" Dari tadi siang loh ini, kamu gak bisa dihubungi Mas ! " Neta ngedumel.


Neta sesekali melihat ke arah jam dinding, satu jam berlalu, dua jam berlalu hingga akhirnya jam menunjukkan pukul 21.00 malam.


Neta keluar kamar menuruni anak tangga, ia berniat untuk mencuci botol susu Si Kembar. Disaat yang bersamaan terdengar deru mesin mobil masuk kedalam halaman rumah, sudah Neta pastikan itu adalah suaminya.


" Itu Mas Dika baru pulang, kalo sampe emang mobilnya di pake macem-macem, males banget aku kalo harus naik mobil itu lagi " gerutu Neta.

__ADS_1


Neta fokus mencuci botol susu Si Kembar, seperti biasa Dika akan masuk ke rumah melalui pintu samping yang tembus ke ruangan tengah, Dika melihat ruang tengah dan dapur masih menyala, ia yakin Neta pasti belum tidur, benar saja saat ia membuka pintu, ia mengedarkan pandangannya terlihat Neta sedang mencuci sesuatu di dapur.


" Assalamu'alaikum " ucap Dika seraya masuk kedalam rumah, ia berjalan menghampiri istrinya yang sedang mencuci botol susu Si Kembar.


" Tumben, biasanya Neta langsung nyamperin aku, kalo aku pulang " batin Dika.


Dika menyimpan ponsel dan kunci mobil di meja makan, ia menghampiri Neta memeluk istrinya dari samping, mengecup pipi nya sekilas.


Neta sedikit menjauh setelah Dika mendaratkan bibir di pipinya.


" Sayang.. belum tidur ? " tanya Dika.


" Hmm " Neta membalikkan badan berjalan meninggalkan Dika.


Dika bingung dan heran dengan sikap istrinya.


" Kenapa Dia ? Ck.. " batin Dika.


Ia langsung mengejar Neta, sebelumnya ia mengambil kunci mobil dan ponsel yang ia simpan di meja makan, saat melewati pintu samping, ia kembali mengecek pintu lalu menguncinya.


" Yang.. sayang.. " Dika mengejar Neta.


Namun Neta tidak bergeming ia langsung masuk ke dalam kamar si kembar, Dika pun mengikutinya, Neta menyimpan botol susu ke tempat sterilisasi botol.


" Ki, botol susu sudah saya cuci ya, Asi nya yang di freezer pindahkan dulu biar nanti kalo pas anak-anak mau gak terlalu lama menghangatkannya " ucap Neta berpesan kepada Kiki.


" Iya Baik Bu "


" Ki, anak-anak sudah tidur ? " tanya Dika kepada Kiki.


" Iya Pak "


" Oke tolong jaga ya "


" Baik Pak "


Dika pun berlalu keluar kamar menyusul Neta. Sesampainya di kamar mereka, Dika langsung meraih tangan istrinya.


" Sayang.. sayang.. tunggu, kamu kenapa ? gak biasanya ? " tanya Dika.


" Kamu darimana aja Mas ? " tanya Neta balik.


" Darimana aja ? Aku di kantor Yang " jawab Dika.


" Bener ? " tanya Neta.


" Ya aku kemana Yang, tiap hari juga aku dikantor, kecuali kalo emang aku ada pemeriksaan keluar, penangkapan, tapi kan aku suka bilang, aku kasih tau kamu " jawab Dika.

__ADS_1


" Hmm.. terus kalo kamu gak kemana-mana, kamu tadi siang nurunin perempuan di halte Pasarbiru, itu siapa ? Aku jelas lihat itu mobil kamu Mas " ucap Neta.


" Hah.. perempuan ? dari mobil aku ? " balas Dika.


Neta terdiam menatap suaminya. Dika pun mengingat-ingat apa yang ia lakukan tadi siang.


" Kamu gak bisa jawab kan ? berarti bener ! Kamu kok gitu sih Mas.. " Neta langsung berjalan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.


Dika mengusap kasar wajahnya, ia masih mengingat mobilnya di gunakan oleh siapa dan untuk keperluan apa. Dika masih diam di tempatnya, sampai akhirnya ia teringat, jika mobil nya digunakan untuk mengantarkan pelapor wanita tadi.


Dika menghampiri istrinya, ia sedikit tersenyum tanpa rasa bersalah.


" Sayang.. maafin aku ya.. aku emang... " Dika berniat untuk menggoda istrinya.


" Aku emang apa ? Mas kamu kok jahat sama aku ! Gak akan aku maafin ya kalo urusan nya sama perempuan, gak pokonya gak mau.. sana kamu.. ! " Neta berapi-api.


Dika semakin ingin tertawa melihat tingkah istrinya.


" Sayang dengerin dulu penjelasan aku " Dika kepada Neta.


" Gak perlu dijelasin Mas, aku udah liat kok, jadi apa yang ada dipikiran aku itu bener kan ?! " ucap Neta.


" Iya bener Yang.. maafin aku ya.. " balas Dika menggoda.


" Massss !!!!! " Neta memukul dada suaminya, bulir bening jatuh membasahi pipinya.


" Aww.. gila sakit banget Neta mukul nya, tenaga nya kuat juga " batin Dika menahan sakit, ia mengusap-usap dada nya sendiri, ia tidak menyangka jika Neta akan memukulnya begitu juga ia melihat Neta langsung menangis, ia merasa bersalah sudah menjahilinya namun kepalang tanggung ia lanjutkan menjahili Neta.


" Yang.. maafin aku.. maafin aku gak ngasih tahu kamu kalo sebenernya mobil itu di pake sama Bian buat anter korban pelapor " ucap Dika menenangkan istrinya.


Neta langsung menyeka kasar air matanya.


" Apa kamu bilang Mas ? " tanya Neta membelalakkan matanya.


" Iya Yang gitu ceritanya " jawab Dika lesu lalu duduk di sofa juga.


" Mas.. serius ! Jangan bohong kamu ! jangan bawa-bawa Bian ya.. " Neta mulai kesal sepertinya Dika tidak serius dan bermain-main padahal hati Neta gundah gulana nya bukan main.


" Ya udah kalo gak percaya " Dika bangun dari duduk nya berjalan, menuju kamar mandi sambil membuka kancing lengan kemeja nya yang ia pakai.


Neta tidak terima, ia merasa marahnya tidak terlalu ditanggapi oleh suaminya, ia menyusul Dika sampai depan pintu kamar mandi.


" Mas... aku butuh penjelasan kamu ! " ucap Neta.


" Sayang.. aku mau mandi dulu ya.. apa kamu mau ikut mandi ? " Dika semakin menggoda.


" Dihhhh... " Neta langsung membalikkan badannya berjalan kembali menuju sofa.

__ADS_1


Dika melihat istrinya hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil, ia masuk ke kamar mandi, lalu menutup pintunya.


" Aku lagi marah sama kamu Mas ! Kenapa ujung nya jadi kaya gini sih ? kok aku marah gak dianggep, tapi apa bener yang diomongin Mas Dika kalo tadi yang aku liat itu Bian ? " Neta masih saja menggerutu.


__ADS_2