
Keadaan Kiki masih belum stabil, setiap kali ia bertemu dengan laki-laki pasti akan menjerit ketakutan begitupun oleh Dika dan Bian jika mereka sedang ada di rumah.
Neta sudah berdiskusi dengan Dika begitupun dengan kedua orangtuanya, kedua orangtuanya pun merasa khawatir jika Kiki masih tinggal bersama keluarga anaknya, mereka khawatir akan cucunya selama kondisi Kiki masih terganggu.
" Jadi gimana Mas ? " tanya Neta.
" Tadi siang aku udah menghubungi agen penyalur pengasuh, mereka akan datang kesini untuk membawa Kiki dan akan di serahkan kembali kepada keluarganya " jawab Dika.
" Oh gitu Mas.. yaudah kalo gitu " balas Neta.
" Hmm.. " Dika hanya mengangguk.
Disaat yang bersamaan terdengar Bel pintu rumah berbunyi.
" Mas ada tamu, siapa ya ? kamu ada janji ? " tanya Neta.
" Hmm.. mungkin dari agen penyalur " jawab Dika.
" Oh ya.. " Neta mengangguk.
Dika bangun dari duduk nya melangkahkan kaki menuju pintu utama rumah mereka, lalu Dika membukakan pintu.
" Selamat Sore.. benar dengan kediaman Bapak Mahardika ? " tanya seorang wanita.
" Benar, maaf dengan siapa dan ada perlu apa ? " tanya Dika balik.
" Oh maaf Pak sebelumnya, kami dari agen penyalur pengasuh yang tadi siang Bapak menghubungi ke kantor kami " ucap salah satu petugas.
" Oh ya silakan masuk " balas Dika.
" Baik, terima kasih banyak Pak "
Mereka pun masuk setelah di persilakan oleh Dika sang tuan rumah.
" Hmm .. silakan duduk, sebentar saya panggilkan istri saya " Dika berjalan masuk menuju ruang tengah, disana ia meminta Neta untuk menemaninya menemui petugas dari agen penyalur.
Tidak lama Dika kembali dengan Neta menghampiri dua orang petugas wanita dari agen penyalur.
" Sore Bu " ucap para petugas kepada Neta.
" Sore.. oya mau minum apa ? " tanya Neta.
" Terima kasih banyak Bu tidak perlu repot-repot, kami hanya sebentar untuk menjemput Kiki " jawab salah satu petugas.
" Hmm.. ini saja kalo begitu " Neta sedikit menyodorkan air mineral yang tersusun rapih di tempatnya, memang biasa ia simpan, agar jika ada tamu ia tidak perlu repot-repot mengambilkan air ke dapur.
__ADS_1
" Terima kasih banyak Bu " ucap salah satu petugas.
Neta hanya mengangguk tersenyum.
" Oya kalau boleh tahu apa yang sebetulnya terjadi pada Kiki ? " tanya petugas.
" Begini, beberapa hari lalu, hari sabtu kami sekeluarga mengunjungi tempat wisata.... " Neta menjelaskan kronologi kejadian yang menimpa Kiki.
Para petugas dari agen penyalur menyimak apa yang Neta jelaskan.
" Upaya sudah kami lakukan dari pendampingan dengan Psikolog, bahkan terakhir kami membawa nya ke psikiater, hanya saja karena kami tidak tahu dimana keluarga Kiki, sehingga kami membawanya kembali pulang dan menghubungi agen penyalur dimana Kiki ditugaskan untuk bekerja disini " ucap Neta lagi.
" Iya Bu Pak, terima kasih, sudah mengupayakan kesembuhan untuk Kiki dan kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya karena kami pun tidak tahu yang sebenarnya latar belakang dari Kiki " balas salah satu petugas.
" Iya tidak apa-apa, kami pun minta maaf, padahal kami sebetulnya ingin mengembalikan psikologis Kiki seperti semula dengan upaya kami, bagaimana pun Kiki sudah sangat baik bekerja disini mengasuh anak-anak kami " susul Neta.
Dika hanya manggut-manggut mendengar percakapan antara istrinya dan petugas agen penyalur.
" Kalau begitu, boleh saya bertemu dengan Kiki, mungkin sekalian saja untuk membawanya kembali ke kantor dan kami pun masih menunggu kabar dari keluarganya " ucap salah satu petugas.
" Oh ya.. silakan.. mari.. " Neta dan Dika mengajak kedua petugas itu menuju kamar Kiki.
" Sepertinya majikan Kiki memang sangat baik ya.. sayang sekali Kiki.. ck..... " bisik salah satu petugas kepada temannya.
" Iya.. tajir juga keliatan nya.. oh ternyata majikannya seorang polisi " balas petugas kepada temannya, karena melihat foto keluarga dan foto pernikahan Neta dan Dika yang terpajang di ruang tengah.
" Disini kamarnya " ucap Neta.
" Silakan, kalian masuk saja, Kiki sepertinya masih trauma jika melihat laki-laki " ucap Dika.
Neta dan kedua petugas masuk kedalam kamar, Kiki sedang duduk dipinggiran kasur sambil melamun dengan tatapan kosong.
Tanpa banyak bicara kedua petugas langsung membawa Kiki.
" Bu kami bawa Kiki kembali ya " ucap salah satu petugas.
" Iya " Neta mengangguk.
" Ki.. terima kasih ya.. kamu sudah membantu saya disini, dari si kembar lahir sampai sekarang sudah hampir satu tahun, kamu sehat-sehat ya Ki, maafkan saya dan keluarga jika ada salah sama kamu.. " Neta kepada Kiki, walaupun Kiki masih tetap diam tanpa kata namun ia sedikit menyunggingkan senyum kepada majikannya.
Kiki diajak keluar oleh seorang petugas, petugas yang satu nya lagi kembali berbicara kepada Neta.
" Oya Bu, untuk pelaku nya apa sudah tertangkap ? " tanya nya.
" Sudah, saat itu juga, karena suami saya yang menanganinya " balas Neta.
__ADS_1
" Syukurlah kalau begitu, kami permisi ya Bu, Pak " ucap petugas.
Neta dan Dika mengantarkan sampai depan pagar rumah, ternyata mereka ditunggu oleh supir agen.
" Oh oya sebentar " Neta memanggil salah satu petugas.
" Iya bagaimana Bu ? " tanya nya.
" Begini, nanti jika sudah ada kabar dari keluarga Kiki, tolong kabari saya, ada hak Kiki bulan ini yang belum sempat saya berikan, karena kondisi Kiki, jadi saya harap dengan diberikan kepada keluarga itu akan lebih bermanfaat " ucap Neta.
" Baik Bu, nanti pihak kami akan mengabari, oya apa Ibu masih memerlukan pengasuh ? jika masih nanti kami akan carikan penggantinya " ucap petugas.
" Masih, masih sangat membutuhkan " Balas Neta.
" Baik, nanti kami pun akan mengabari jika ada yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh Bapak dan Ibu, kalau begitu kami permisi " susul petugas.
" Ya.. silakan " ucap Neta dan Dika.
Mereka masuk kedalam mobil, Neta dan Dika masih memperhatikan. Mobil melaju hingga tak terlihat lagi dari pandangan.
Dika merangkul pinggang istrinya.
" Ayo masuk " ucap Dika.
Neta melihat ke arah suaminya lalu tersenyum menangguk.
Mereka berdua masuk kedalam rumah dengan perasaan yang sedikit tenang karena Kiki sudah kembali dibawa oleh agen penyalur.
Neta kembali duduk di sofa ruang tengah, menghela nafas dalam. Dika yang memperhatikan istrinya kembali mendekat.
" Kenapa sayang ? " tanya Dika.
" Mas.. aku kembali bingung kalo gak ada pengasuh si Kembar " ucap Neta.
" Hmm.. tenang aja nanti kan agen penyalur akan mengirim pengganti Kiki kan ? " balas Dika.
" Iya sih, tapi kapan ? " tanya Neta.
" Ya.. nanti aku hubungi untuk dipercepat " jawab Dika.
" Hmm.. makasih mas " balas Neta tersenyum ke arah suaminya.
" Iya sayang.. cup " Dika mengecup pipi istrinya sekilas, lalu beranjak dari duduk nya menuju meja makan.
" Yank kamu masak apa ? Aku laper ? " ucap Dika sedikit manja.
__ADS_1
" Ada Mas, liat aja.. " Neta pun beranjak dari duduk nya untuk menyusul Dika menuju meja makan.