
Hari ini Neta dan Dika sedang bermalas-malasan di rumah. Setelah hampir satu minggu lebih mereka menjelajahi pulau di Labuan Bajo dan Raja Ampat. Waktu cuti Neta dan Dika masih tersisa beberapa hari lagi.
Udara pagi terasa masih sangat dingin, matahari masih enggan untuk menampakkan sinarnya, setelah shalat subuh tadi, Neta dan Dika kembali keatas kasur masuk kedalam selimut untuk menghangatkan tubuhnya.
Neta baru teringat, setelah ini ia akan menjalani kehidupan berumahtangga dengan Dika yang sebenarnya, ia menerawang jauh, ia mulai teringat ucapan Ibu nya.
Berbaktilah kepada suamimu, penuhi kebutuhannya, patuhi apapun yang diperintahkan suami asal dalam hal kebaikan, Ibu harap kamu bisa menjadi istri salehah untuk suamimu.
" Mungkin nanti setelah aku kembali bekerja, aku tidak akan bisa santai seperti ini, aku harus masak sarapan untuk Mas Dika, mempersiapkan keperluannya untuk ia pergi bekerja " batin Neta.
Neta masih terus menerawang kehidupan yang akan ia jalani dengan Dika kedepannya.
" Mas.. mau sarapan apa ? " tanya Neta.
" Hmm " Dika menoleh ke arah istrinya.
" Kamu bisa masak ? " tanya Dika lagi.
" Ya bisa-bisa banget sih nggak, aku suka bantu-bantu Ibu aja " jawab Neta.
" Hmm.. apa aja kamu masak aku makan kok, aku bisa makan apa aja " Dika tersenyum.
" Ya udah" Neta bangun dari tidurnya.
" Mau kemana ? " tanya Dika.
" Mau masak " jawab Neta.
" Masih pagi lah sayang.. kalau kamu gak masak juga nggak apa-apa kok, beli online aja aku gak masalah " ucap Dika.
" Hmm.. kamu gak mau nih makan masakan aku jadinya " Neta kembali duduk di pinggiran kasur.
Dika mendekat " Ya.. bukan begitu.. kalo kamu mau masak ya silakan.. aku seneng banget malah "
" Ya udh kalo gitu tunggu ya.. " Neta bangun dari duduknya berjalan keluar pintu kamar.
" Hmm.. " Dika tersenyum lalu ia ia kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur, mata Dika kembali terpejam, ia terlelap tidur.
Neta sudah berada di dapur ia masih bingung dengan keadaan rumah Dika, karena baru satu malam ia tidur di rumah itu. Neta langsung membuka kulkas, hanya ada telur, sawi dan beberapa bumbu.
" Isi kulkas hanya ini saja ? ckkk.. harus belanja dong kalo kaya gini, masak apa ya ? " batin Neta mengeluarkan sawi, bawang dan telur.
Ia berjalan ke arah tempat penanak nasi, ia membukanya, terlihat nasi masih banyak belum tersentuh, semalam ia teringat, Dika memasak nasi niat nya untuk makan malam mereka berdua, namun karena kelelahan mereka tidak jadi makan malam.
" Untung nasi ada, aku bikin nasi goreng aja deh " gumam Neta.
Ia mulai mencari-cari wajan untuk menggoreng.
" Dimana ya, duh bingung sendiri jadinya, apa selama ini Dika gak pernah masak, mungkin juga sih " Neta masih saja bergumam sambil mencari wajan untuk menggoreng.
Neta membuka lemari perabotan ternyata wajan masih tersimpan rapih di lemari.
" Ya ampun masih disimpan didalam dus nya, bener berarti Dika ga pernah masak " Neta tertawa kecil.
__ADS_1
Ia mencuci dahulu wajan sebelum dipakai untuk membuat nasi goreng.
Neta mulai memotong bawang, sawi, memanaskan wajan, memasukkan sedikit minyak goreng, menumis bawang hingga harum, lalu memasukkan 2 butir telur ia masak hingga matang dan harum lalu sawi yang terakhir nasi, Neta mengaduk semua bahan jadi satu lalu diberinya kecap, bumbu penyedap dan sedikit saos tiram agar rasa nya lebih enak dan gurih.
Setelah matang semua, Neta menyiapkan nya di piring lalu ia tata di meja makan.
Neta berniat untuk membangunkan suaminya untuk segera sarapan. Saat Neta berjalan menuju kamar di lantai 2, ia teringat cucian baju nya yang begitu banyak, ia membelokkan langkahnya menuju tempat cuci baju yang berada di sebelah dapur dekat taman belakang, karena rumah Dika disediakan gazebo dan kolam kecil di belakangnya untuk bersantai.
Terlihat cucian baju nya dan baju suaminya menumpuk di dalam mesin cuci.
" Untung inget nih, kalo lupa semakin menumpuk aja kayanya " batin Neta.
Ia mulai menyalakan mesin cuci, mengisi air dan sabun, memasukkan beberapa potong baju, mesin dinyalakan.
Dilain tempat Dika terbangun dari tidurnya, ia melihat disamping kanan dan kiri, disekeliling kamar tidak ada istrinya. Ia bangun sebelumnya mencuci muka dulu di wastafel kamar mandi.
Ia turun menuju meja makan, karena tadi Neta akan memasak sarapan untuknya. Tercium aroma nasi goreng yang menggugah seleranya. Namun sesampainya di ruang makan Dika pun tidak melihat istrinya berada disana.
" Neta kemana ? " batin Dika.
Ia melihat sudah ada 2 piring nasi goreng di meja makan.
" Ini sarapannya udah siap, yang masak nya kemana ? " gumam Dika.
Ia berjalan ke halaman belakang, terdengar suara mesin cuci menyala, benar saja Neta sedang memilah dan memilih baju yang akan ia cuci.
Dika tersenyum lalu menghampiri Neta. Neta belum menyadari jika suaminya sudah berada tepat di belakangnya. Dika mencolek lengan istrinya.
Dika masih terdiam di tempatnya dengan heran.
" Kenapa ? kamu ngelamun ya ? " tanya Dika.
" Nggak kok.. lagian kenapa sih nyamperin kesini kok senyap banget gak ada suaranya " jawab Neta.
" Aku nyariin kamu, tau nya disini " balas Dika.
" Aku baru inget, ini cucian oleh-oleh kemarin belum di cuci " susul Neta.
" Udah tenang aja, kamu gak usah capek-capek cucian banyak gini, laundry aja ya " ucap Dika.
" Ya selama aku bisa kenapa harus minta tolong orang " balas Neta.
" Ya udah deh, terserah kamu, yang terpenting kamu jangan terlalu capek ya "
" Siap " Neta dengan gaya hormatnya.
" Makan dulu yuu.. "
" Oya.. hampir lupa kan, ayo "
Neta dan Dika berjalan menuju ruang makan, mereka duduk lalu mulai sarapan.
" Nasi goreng kamu enak " ucap Dika.
__ADS_1
" Hmm.. " Neta hanya tersenyum.
" Serius " ucap Dika lagi.
" Makasih " balas Neta.
Mereka kembali fokus pada piring masing-masing.
" Oya Mas.. kamu jarang masak ya ? " tanya Neta.
" Iya, aku cuma bisa bikin dadar telor atau ceplok telor atau mie rebus, udah gitu aja " jawab Dika.
" Pantesan aja, di kulkas isinya itu semua " Neta sedikit tertawa.
" Ya begitulah, kadang aku banyak makan diluar, tapi sekarang kan aku udah ada yang masakin " ucap Dika.
Neta hanya tersenyum.
" Kalo gitu anterin aku belanja dong " ucap Neta.
" Siap.. mau belanja kemanapun aku anter " balas Dika
" Selesai aku nyuci baju ya " susul Neta.
" Iyaa " Dika kembali menyuapkan nasi gorengnya.
Setelah selesai makan, Neta kembali merapikan kembali meja makan, menyimpan piring bekas makannya ke tempat cucian. Neta kembali ke tempat mencuci baju, mesin cuci sudah mati otomatis pertanda proses mencuci sudah selesai, Neta mengeluarkan pakaian yang sudah setengah kering untuk dijemur.
Saat Neta akan menjemur, Dika menghampiri istrinya.
" Sini aku aja yang jemur " Dika mengambil satu baju ditangan istrinya.
" Aku aja Mas nggak apa-apa "
" Itu kamu masih harus nyuci lagi kan ? ini biar aku aja yang jemur " ucap Dika.
" Oke deh "
" Yang namanya berumah tangga itu kan harus kerja sama, selama aku bisa, aku pasti bantu kamu " ucap Dika.
" Makasih ya "
" Aku yang harus makasih sama kamu, belum tentu kamu di rumah orangtua mu melakukan semua ini kan, tapi setelah kamu menikah sama aku, kamu melakukan ini semua " Dika tersenyum.
" Nggak kok, aku suka bantu ibu " balas Neta.
" Iya tapi kan tetep aja berbeda " ucap Dika.
" Mas udah biasa ya melakukan pekerjaan rumah sendiri ? " tanya Neta.
" Ya.. semenjak pindah rumah kesini, tapi itupun kalo ada waktu kalo nggak sih paling laundry " Dika masih menjemur pakaian nya dengan pakaian Neta.
Neta hanya tersenyum menggelengkan kepalanya.
__ADS_1