
Ruangan Divisi Umum MGM Grup
Prisilla terlihat sedang membereskan semua perlengkapan nya yang ada di meja kerjanya. Semua rekan kerja Prisilla tidak ada satu pun yang berani mendekatinya bahkan untuk bertanya pun tidak ada yang berani, tidak lama Pak Aris menghampiri Prisilla.
" Prisilla, ini surat pemecatan kamu " ucap Pak Aris membuat seluruh karyawan Divisi Umum yang mendengarnya menjadi kaget.
" Terima kasih Pak " jawab Prisilla datar.
Prisilla kembali membereskan perlengkapan nya ia masukan kedalam kardus untuk dibawa pulang, ia tidak bisa menahan tangisnya, air bening jatuh membasahi pipinya.
Tania salah satu rekan keja Prisilla merasa iba, ia menghampiri Prisilla.
" Sil.. sabar ya.. " Tania merangkul Prisilla.
" Aku gak terima dipecat dari perusahaan ini, gara-gara Si Neta ! " Prisilla terisak.
" Sutt.. udah jangan keras-keras, semua sudah keputusan Pak Dika kan ? coba kamu lebih hati-hati lagi dalam bertindak mungkin kejadian ini tidak akan terjadi " Tania menenangkan.
" Kamu tau kan alasan aku kenapa aku berbuat itu kepada Neta, dia anak baru disini, aku yang udah lama kerja disini bahkan orang tuaku ikut menanam saham di perusahaan ini, aku berusaha selalu ikut memajukan perusahaan ini, tapi.. apa yang aku dapet Tan, aku kenal Dika, tapi Dika lebih memilih wanita so alim itu ! " Prisilla semakin berapi-api.
" Hmmm.. sudahlah Sil.. tidak perlu berapi-api seperti itu, nasi sudah menjadi bubur, aku tidak sepenuhnya menyalahkanmu, tapi tindakanmu juga tidak dibenarkan, mau bagaimana pun Neta sekarang sudah menjadi calon istri Pak Dika, apapun yang kamu lakukan pasti Neta yang akan dibela oleh calon suaminya "
" Aku akan balas dendam tunggu aja ! "
" Ck... " Tania hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Prisilla pergi meninggalkan ruangan nya tanpa berpamit kepada rekan kerjanya di Divisi Umum. Setelah kepergian Prisilla riuh seluruh karyawan menghampiri Tania.
" Eh Tan, Si Sisil kenapa dia ? jadinya di pecat ? " tanya Gema.
" Iya.. walaupun kadang sikapnya nyebelin tapi aku jadi kasian loh ke dia " jawab Tania.
" Hmm.. itu sih buah dari perbuatannya, coba dia gak bar-bar ke Neta, mungkin sekarang dia masih kerja disini " susul Deri.
__ADS_1
" Tapi kalo dipikir-pikir ya wajar sih Pak Dika lebih memilih Neta, secara gitu ya dari penampilan nya aja tuh udah beda, walaupun ya Neta bukan tipe cewek yang keliatan anggun gitu, tapi liat Neta itu rasanya adem aja, itu menurut kacamata aku sebagai cowok ya " ucap Gema.
" Iya sih.. aku pun sebagai cowok ya.. gitu.. ada yang beda kalo liat Neta " susul Deri.
" Ye.. malah pada rumpi disini " Tania kepada Deri dan Gema.
Deri dan Gema hanya tersenyum lalu kembali ke meja kerjanya masing-masing.
...****************...
Dilain tempat Neta menjadi tidak enak hati atas keputusan Dika memecat Prisilla. Ia meminta ijin kepada rekan-rekan nya untuk kembali meninggalkan ruangan, untuk menemui Dika.
Sesampainya dilantai 14 ia menuju meja Tio.
" Pak Tio " ucap Neta membuat Tio sedikit terperanjat.
" Eh.. Mbak Neta, ada yang bisa saya bantu ? " tanya Tio.
" Pak Dika masih ada di ruangannya ? " tanya Neta balik.
" Oke terima kasih Pak Tio "
" Ya sama-sama "
Neta berjalan menuju ruangan Dika, ia mengetuk pintu ruangan Dika, tidak lama pintu terbuka secara otomatis. Dika melihat ke arah Neta.
" Ada apa sayang ? kok balik lagi kesini, kangen ya " Dika menggoda Neta.
" Ihhh.. sayang-sayang apaan sih Dika.. geli banget " Neta masuk ke dalam ruangan.
" Kenapa ? ada apa ? " tanya Dika lagi.
" Gak disuruh duduk nih ? " tanya balik Neta.
__ADS_1
" Silakan duduk sayangku.. " Dika dengan gaya khasnya.
" Dikaaa !! Please yaa.. gak usah gitu lah, ini kan dikantor, kamu yang bikin peraturan kamu yang langgar "
" Aku bikin peraturan apa ? " tanya Dika.
Neta pun menjadi bingung sendiri, peraturan apa yang pernah Dika sampaikan kepadanya.
" Udah lupain aja, aku kesini cuma mau ngomong sama kamu "
" Bicaralah "
" Tapi kalo aku minta satu permintaan, bakal kamu kabulin gak ? " tanya Neta.
" Kamu mau minta apa ? "
" Mhh.. boleh gak keputusan kamu untuk memecat Prisilla, kamu tarik lagi "
" Maksud kamu ? "
" Ya.. maksud aku, jangan sampe di pecat lah, aku kepikiran loh Ka, dari permasalahan ini kan aku juga salah ... "
" Stop.. atas dasar apa ? " Dika memotong pembicaraan Neta.
" Ya.. aku kasian aja, aku gak tega Dika.. kenapa harus langsung kamu pecat, kan bisa dikasih Surat Peringatan lagi mungkin "
" Kemarin itu dia sudah SP 2, mau sampai SP berapa lagi ? Gak bisa ya ! keputusan aku sudah bulat dan keputusan Audit Internal perusahaan itu sifatnya tidak dapat diganggu gugat, ini sudah final, biarin lah ! " Dika duduk lalu menyenderkan punggungnya ke senderan kursi.
Neta menghela nafas dalam.
"Maaf, untuk keinginan kamu yang ini, aku gak bisa kabulin " Dika berdiri dari duduk nya, lalu berjalan keluar dari ruangannya.
Neta hanya diam, melihat Dika berlalu dari hadapannya.
__ADS_1
" Aku ditinggalin gitu aja, gak salah ?? " Neta menjadi bingung sendiri.