
Neta dan Sasa masih berpandangan, Neta akhirnya tersadar.
" Sa.. saya cariin kamu dari tadi, kamu kemana sih ? " tanya Neta.
" Hmm.. itu Bu ta..tadi saya buang sampah.. iya buang sampah kedepan " jawab Sasa meyakinkan.
" Oh gitu, ya udah saya mau berangkat kerja, tadi saya liat si kembar masih tidur, nanti jangan lupa kamu mandiin sesudah mandi nanti kamu suapin makan ya " ucap Neta.
" Siap Bu " balas Sasa.
" Oya sorry loh, saya jadi masuk kamar kamu, soalnya saya tadi kan nyari-nyari kamu " susul Neta.
" Tidak apa-apa Bu, saya juga minta maaf Ibu jadi mencari-cari saya " balas Sasa.
Neta hanya mengangguk, ia masih ingin mencari tahu tentang latar belakang Sasa. Neta berjalan keluar dari kamar Sasa, Sasa dengan cepat menyimpan ponselnya kedalam lemari, lalu ia menyusul Neta untuk menuju kamar Si Kembar.
Neta mempersiapkan barangnya yang akan dibawa ke kantor, sedangkan Sasa masuk ke kamar Si Kembar ia melihat Si Kembar sudah bangun dari tidur nya lalu bermain di tempat tidurnya.
" Aduhh.. adik kembar.. maafin kakak loh.. jadi ditinggalin.. mandi yuk " ucap Sasa kepada Si Kembar.
" Ca..ca..ca... " Nathan berbicara menyebut mana Sasa, karena Nala dan Nathan sudah mulai belajar untuk berbicara.
" Ayo mau Nathan dulu yang mandi ? Sini Caca bukain ya baju nya " Sasa sambil berbicara kepada Nathan.
Saat Sasa akan memandikan Nathan, terdengar pintu kamar terbuka, Neta masuk melihat kedua anak kembarnya.
" Sayang.. mau mandi ya.. " ucap Neta mengecup Nala dan Nathan.
" Ma... Ma.... " ucap Nala dan Nathan.
" Sama Mbak Sasa ya.. Mama mau kerja dulu " ucap Neta lagi.
" Ca.. Ca.. " ucap Nathan.
" Iya Mbak Caca " Neta tersenyum.
" Sa, saya berangkat ya.. hati-hati kamu di rumah sama anak-anak ya, nanti kalo kamu mau makan, anak-anak titipin dulu Mbok Sum " ucap Neta.
" Iya Baik Bu " balas Sasa tersenyum.
Neta mengecup kembali kedua anaknya lalu berpamit untuk berangkat kerja. Setelah kepergian Neta Sasa mulai memandikan Nathan, sambil sesekali melihat Nala yang sedang bermain sendiri.
" Ya Allah.. gak pernah aku berpikir hidupku bakal seperti ini, mengurus bayi-bayi padahal aku belum nikah dan punya anak, untung aku suka menjaga Daren anak Kak Inggit, duhh jadi kangen Daren keponakanku " Gumam Sasa.
" Ini semua gara-gara Papa..kenapa sih dia egois keukeuh menjodohkanku dengan anak rekan bisnisnya yang akupun gak tau orang nya modelan apa, tapi.. kalau aku gak kabur dan ikut daftar menjadi mengasuh ke lembaga, mungkin aku gak akan kenal sama keluarga Pak Dika, keluarga yang baik dan hangat.. Nathan.. kamu mengingatku kepada keponakan ku.. tapi Daren sudah lebih besar dari kamu sekarang " gumam Sasa lagi sambil menyudahi memandikan Nathan.
__ADS_1
Sasa memakaikan handuk kepada Nathan lalu membawanya ke kamar, mulai menggunakan kayu putih dan bedak lalu memakaikan baju kepadanya, selanjutnya ia akan memandikan Nala.
" Nala sayang.. sekarang giliran kamu mandi ya " Sasa mengambil Nala lalu mempersiapkan untuk memandikan nya.
Setelah selesai semua, Sasa membawa Nala dan Nathan turun ke lantai bawah untuk memberikannya makan, sesuai perintah Neta tadi.
Nala dan Nathan ia dudukan di kursi makannya masing-masing, mereka sudah bersiap karena tahu jika di dudukan di kursi makan, berarti waktunya mereka untuk makan.
" Ma..mam..mam.. " ucap Nala dan Nathan bersahutan.
Mbok Sum yang mendengar anak-anak majikannya sedang berceloteh, menghampiri keduanya, ia melihat Sasa sedang mempersiapkan makan untuk Nala dan Nathan, tidak lama Sasa kembali dengan dua mangkuk bubur tim untuk si kembar.
...****************...
Sore menjelang, Neta sudah berada di rumah begitupun Dika. Ia baru saja selesai mandi, karena ia baru pulang dari luar kota menghadiri seminar.
Dika keluar kamar mandi, dengan pakaian rumahan yang biasa ia kenakan, ia melihat istrinya sedang bersantai di sofa kamarnya. Neta menoleh ke arah suaminya, Dika langsung duduk tepat di samping Neta.
" Mas.. mau makan ? " tanya Neta.
" Nanti deh sebentar lagi, tanggung Maghrib dulu " jawab Dika.
" Hmm oke " Neta mengangguk.
Dika menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi sambil memijat sedikit pelipisnya.
" Hmm.. lumayan tapi kalo liat kamu gak jadi capeknya " ucap Dika tersenyum.
" Hmm.. gombal " Neta memutar bola matanya.
Dika hanya tertawa kecil.
" Eh Mas tau gak ? " tanya Neta.
" Nggak " jawab Dika spontan.
" Ihhh.... " Neta mencubit pinggang Dika.
" Aw..aw.. kebiasaan ya mulai nih.. " balas Dika.
" Lagian sih " ucap Neta.
" Iya..iya kenapa ? " tanya Dika balik.
" Mas.. ini tetang Sasa " jawab Neta.
__ADS_1
" Kenapa Sasa ? " tanya Dika lagi.
" Hmm.. kayanya dia bukan pengasuh biasa deh "
" Maksud nya ? " Dika semakin tidak mengerti dengan ucapan istrinya.
" Iya jadi gini Mas.. kaya nya Sasa bukan orang sembarangan, soalnya tadi pagi kan aku ke kamarnya terus ...... " Net menceritakan semuanya ke Dika.
Dika hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari istrinya.
" Nah gitu Mas, menurut kamu gimana ? " tanya Neta.
" Bisa jadi sih atau mungkin dia punya barang-barang mewah dikasih sama majikannya dulu kali " jawab Dika.
" Iya juga sih, tapi ahh gak mungkin Mas " Neta keukeuh pada pendirian nya.
" Hmm.. ya udah kamu cari tahu dulu aja siapa Sasa sebenernya, kamu kan paling jago kalo jadi ditektif " ucap Dika.
Neta hanya mengangguk, tidak lama terdengar adzan Maghrib berkumandang, Neta dan Dika bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, mereka berdua melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, setelah selesai melaksanakan kewajibannya, mereka berdua turun ke lantai bawah seperti biasa mereka akan bermain dulu bersama Si Kembar di ruang keluarga.
Disana sudah ada si kembar bersama Sasa. Mbok Sum sedang mempersiapkan makan malam untuk Neta dan Dika.
Dik langsung menghampiri kedua anak kembarnya, Nathan meminta di gendong lalu Nala pun meminta di gendong oleh Neta.
Mereka berempat berada di ruang keluarga sambil menonton televisi.
" Sa.. kamu sudah makan ? " tanya Neta.
" Sudah Bu, tadi sore " jawab Sasa.
" Oh oke.. anak-anak gimana hari ini ? " tanya Neta lagi.
" Aman Bu, hanya tadi adik Nala agak rewel, ingin di gendong terus " jawab Sasa lagi.
" Hmm.. kamu rewel sayang.. kenapa ? " tanya Neta kepada Nala hanya disambut dengan teriakan dan celotehan yang hanya dimengerti oleh Neta.
Sasa kembali menonton televisi sambil merapikan mainan yang di acak-acak oleh Nala dan Nathan. Didalam tayangan televisi sedang memperlihatkan gedung-gedung istana tempat kediaman resmi para raja di luar negeri.
" Mas itu.. keraton solo ya.. " ucap Neta memancing Sasa.
" Hmm " Dika hanya mengangguk.
Sasa menoleh ke saluran televisi yang sedang berlangsung lalu ia berkata.
" Bu itu Buckingham Palace atau Istana Buckingham, kediaman resmi Raja Brittania Raya di Inggris " ucap Sasa.
__ADS_1
" Oh ya..ya.. " balas Neta menoleh ke arah suaminya.
Dika pun semakin yakin dengan apa yang diucapkan oleh istrinya, siapa Sasa sebenarnya.