Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 153


__ADS_3

Setelah makan siang tadi, Neta dan Dika melanjutkan kembali perjalanan menuju Klinik Kecantikan milik Ibu Mertua Neta. Dika fokus dengan kemudinya, sesekali Neta membuka ponselnya untuk melihat cctv yang sudah terhubung ke ponselnya, ia melihat aktivitas anak-anak nya di rumah.


" Yang.. " ucap Dika.


" Hmm " Neta menoleh ke arah suaminya.


" Aku antar kamu aja ya sampai klinik, aku gak bisa nunggu soalnya ada yang harus aku kerjain di kantor " ucap Dika lagi.


" Iya Mas gak apa-apa kok " balas Neta.


" Inget ya jangan ganjen ! " ucap Dika tegas.


" Haaaa.. kapan aku ganjen Mas " balas Neta.


" Ya kali aja " ucap Dika santai.


Neta hanya menggelengkan kepalanya. Kembali melihat pemandangan di luar dari balik kaca mobil sedangkan Dika walaupun ia sedang fokus mengemudi namun tidak bisa dipungkiri pikirannya tidak tenang.


" Kenapa aku ini.. kenapa aku gak tenang gini sih ? " batin Dika sesekali ia menoleh ke arah istrinya.


...****************...


Sesampainya di Klinik Kecantikan Neta pamit kepada Dika untuk segera turun, saat Neta akan turun Dika melihat beberapa orang yang menuju klinik di temani oleh pria entah itu suami atau kekasihnya.


" Mas.. gak ketemu Ibu dulu ? " tanya Neta.


" Hmmm.. iya deh aku turun dulu anter kamu sampai dalem " jawab Dika.


" Hmm " Neta hanya tersenyum mengangguk.


Dika dan Neta berjalan menuju Klinik, sesampainya di dalam Neta dan Dika sudah disambut oleh resepsionis Klinik.


" Siang.. Mbak Neta.. Mas Dika.. " ucap resepsionis ramah.


" Siang.. " balas Neta dan Dika.

__ADS_1


" Hmm.. mau ke Ibu ya ? Sudah ditunggu kok di ruangannya " ucap resepsionis lagi.


" Oh.. ya.. terima kasih " balas Neta lalu mengajak Dika masuk kedalam menuju ruangan mertuanya.


Dika melihat-lihat seluruh ruangan yang ia lalui, jujur ia sangat jarang ke klinik kecantikan Ibunya, untuk ke perusahaan saja ia kejar-kejaran dengan pekerjaannya sebagai seorang polisi, apalagi ditambah untuk sekedar mengontrol klinik kecantikan milik ibunya.


Walaupun ibu pernah meminta Neta untuk membantu dirinya di klinik, namun Pak Arman yang lebih dulu meminta Neta untuk menggantikan nya di perusahaan.


Dika menghentikan langkahnya di salah satu ruangan bertuliskan 'Ruang Tunggu' ia melihat dari pintu kaca yang sedikit tembus pandang, ada beberapa pria muda maupun yang sudah tidak lagi muda yang sedang menunggu disana, mereka duduk sambil santai membaca koran atau majalah, memang klinik menyediakan ruangan tunggu khusus jika ada yang ingin menunggu.


Lalu Dika berfikir ia lebih baik menunggu Neta selesai di Klinik, ia mengurungkan niatnya untuk segera kembali ke kantor, ia akan ke kantor setelah urusan Neta selesai di klinik ibunya.


Tidak lama langkah mereka terhenti di depan pintu bertuliskan nama Ibu Mayang, Ibu Dika alias mertuanya, Neta mengetuk pintu itu lalu terdengar suara dari dalam, lalu ia membukanya.


" Assalamu'alaikum Ibu " ucap Neta.


" Wa'alaikumusalam.. sayang.. sini Nak.. Ibu kangen banget.. kalian kesini berdua aja ? Si kembar kemana ? " ucap Bu Mayang memeluk Neta dan Dika bergantian.


" Si Kembar di rumah Bu, tadi sempat ke perusahaan dulu sama Mas Dika kalau bawa kembar ya agak repot Bu " balas Neta lagi.


" Terima kasih Bu " Neta duduk di sofa bersama dengan Ibu mertuanya sedangkan Dika ia duduk di kursi kebesaran Ibu nya di klinik.


" Maaf ya, Ibu juga udah lama gak ketempat kalian Dik, kamu lihat kan klinik ibu lagi ramai karena ada beberapa promo yang diberikan " ucap Ibu.


" Iya Bu, justru kami juga minta maaf, belum sempat menengok Ayah dan Ibu " balas Neta.


" Ya Bu maklum lah.. Dika juga sedang sibuk di kantor, Neta sekarang sudah mulai ke perusahaan lagi, lama-lama ditinggal perusahaan bisa kacau Bu " ucap Dika keceplosan tadi nya tidak akan menceritakan Perihal yang terjadi di perusahaan kepada kedua orangtuanya, ia khawatir kedua orangtuanya akan menjadi kepikiran.


" Gimana gimana ? maksud kamu kacau gimana Dik ? " Ibu menoleh ke arah Dika.


Neta yang sedikit membelalakkan matanya ke arah Dika, membuat Dika menjadi salah tingkah, padahal mereka sudah sepakat untuk menutup kasus ini, yang terpenting semua sudah terselesaikan.


" Oh ituu Bu maksudnya kan tetep aja, yang namanya kantor itu harus ada pemimpin, kita terlalu banyak menitipkan perusahaan ke Tio juga walaupun kita sudah sangat mempercayainya tapi kan kurang bagus juga gitu Bu, nanti bagaimana kalau klien atau rekan bisnis yang ingin bertemu presdir MGM tapi Presdir nya masih cuti aja " ucap Dika sekenanya.


" Iya betul Bu, jadi ya sekarang si kembar sudah mulai besar, ada pengasuh yang bisa dipercaya juga, jadi ya aku kembali ke perusahaan aja gitu Bu " susul Neta.

__ADS_1


" Hmm.. gitu.. oke deh kalo gitu.. " balas Bu Mayang.


Mereka banyak bercengkrama, namun Neta heran Dika masih tetap di posisinya.


" Bukannya tadi Mas Dika mau ke kantor ? " batin Neta.


" Oya sayang.. Ibu sekalian mau ajak kamu untuk treatment yang baru di klinik ini, ayo Ibu antar, eh sebentar ibu hubungi dulu, dokter nya sudah datang atau belum ya.. " Ibu berjalan menuju meja kerjanya mengambil ponsel untuk menghubungi resepsionis apakah dokter kecantikan yang akan memberikan treatment kepada Neta sudah tiba atau belum.


Neta masih duduk di posisinya, Dika menghampiri Neta duduk tepat disampingnya, Dika menyenderkan kepalanya ke bahu Neta, membuat Neta heran.


" Biasanya aku yang kaya gini ke Mas Dika, kenapa dia yang sekarang jadi manja ke aku " batin Neta namun ia ingin tertawa.


" Mas.. " ucap Neta.


" Hmm.. " Dika mendongkakan wajahnya dengan jarak sekitar beberapa senti dengan wajah istrinya.


" Katanya kamu mau balik ke kantor ? " tanya Neta.


" Hmm.. nggak " Dika menggeleng, kembali memposisikan tubuhnya tetap memyenderkan kepala kebahu Neta, memejamkan matanya lalu melipat kedua tangan ke dada.


" Kok ? katanya ada kerjaan ? " tanya Neta lagi namun tidak dijawab oleh Dika


Ibu yang melihat pemandangan anak dan menantu di depannya segera menghampiri mereka berdua.


" Kamu kenapa Dik ? sakit ? " tanya Ibu mengusap kening Dika.


" Nggak Bu, aku cuma pengen gini aja ke istriku " jawab Dika masih dengan posisi yang sama tanpa membuka mata.


Ibu hanya menggelengkan kepalanya , melirik ke arah Neta.


" Lagi manja Net.. kamu yang sabar ya " ucap Ibu sedikit tertawa berbisik di telinga Neta.


Neta hanya tersenyum lalu mengangguk.


" Tapi emang aneh sama sikap Mas Dika, hmmm... " batin Neta mengusap-usap rambut suaminya.

__ADS_1


__ADS_2