
Neta dan Lisa sudah sampai di proyek pembangunan Mall, disana ia disambut oleh kepala kontraktor dan diajak untuk melihat progres pembangunan Mall sudah sampai dimana, sebelumnya Neta dan Lisa diberikan helm pelindung terlebih dahulu. Dari kejauhan Neta melihat seseorang yang sekarang sudah tidak asing baginya.
" Selamat siang Pak Gerry " ucap Neta.
" Oh Bu Neta.. selamat siang " balas Gerry sedikit membalikkan badannya.
" Pak Aksa kesini juga ? " tanya Neta.
" Ada Bu, tapi beliau sedang mengangkat telepon dulu tadi, mungkin agak ketempat yang tidak terlalu bising " jawab Gerry.
Karena memang di tempat Neta dan Gerry terdengar suara alat-alat bangunan fan alat pemotong keramik yang terdengar sangat bising di telinga.
Gerry dan Neta banyak berbincang sampai akhir nya Aksa menghampiri mereka.
" Ehem.. selamat siang Bu Neta " ucap Aksa yang dari kejauhan tadi ia sudah mengenali siapa yang sedang berbicara dengan Gerry Aspri nya.
" Oh ya Pak Aksa.. siang.. " balas Neta.
" Bagaimana kabar perusahaan Bu ? " tanya Aksa.
" Alhamdulillah stabil untuk saat ini Pak, semoga saja tetap seperti ini " jawab Neta.
" Aamiin.. malah saya lihat setelah dipegang oleh Bu Neta perusahaan bisa imbang dengan saat dipimpin oleh Pak Arman, biasanya jika pergantian pemimpin terjadi akan ada sedikit ketimpangan untuk kembali ke stabil, tapi untuk MGM Grup tidak.. ini prestasi loh Bu " ucap Aksa menyemangati.
" Wah Pak Aksa terlalu berlebihan, ini tidak lepas dari campur tangan mertua, suami juga pastinya Sandyakala Corp " balas Neta.
" Ya.. namanya perusahaan Bu, segala sesuatunya memang harus diusahakan ya.. " susul Aksa disambut oleh tawa dari Neta dan Gerry juga Lisa.
Mereka banyak berbicara kesana kemari mengenai perusahaan, Neta memang sudah tidak canggung kepada Aksa di beberapa kesempatan pun Aksa memang mempersilakan Neta untuk bertukar pikiran mengenai perusahaan Dika pun tidak melarangnya, karena Aksa sendiri menganggap Dika sudah seperti saudara.
" Oya Pak Aksa, barangkali Pak Aksa tau dengan perusahaan Golden Global Company ? " tanya Neta.
" GGC ? Ya saya tahu, perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi bangunan ? " jawab Aksa.
" Ya Betul Pak " balas Neta.
" Ada apa dengan GGC ? " tanya Aksa lagi.
__ADS_1
" Hmm.. begini Pak, Bapak kan tahu ya, MGM Grup dalam waktu dekat akan membangun apartemen nah GGC ini dia tertarik untuk bekerja sama, karena saya baru juga, yang jelas saya baru tahu ada perusahaan GGC ini, bagaimana menurut Pak Aksa ? " ucap Neta kepada Aksa.
" Oh begitu.. ya saya tahu GGC ini dulu bermitra dengan perusahaan kakak ipar saya, ECO Grup dan sekarang ECO Grup bermitra dengan Sandyakala Corp " balas Aksa.
" Oh ya.. jadi GGC masih bermitra dekat dong dengan Sandyakala Corp ? " tanya Neta.
" Ya harusnya, tapi setelah ECO Grup bermitra dengan Sandyakala Corp, GGC memisahkan diri mungkin bermitra dengan perusahaan lain, tapi di beberapa kesempatan dan beberapa proyek kita masih ada kerjasama " jawab Aksa.
" Hmm.. ya..ya.. mungkin sampai saat ini GGC perusahaan yang cukup baik ya jika untuk kerjasama? " tanya Neta.
" Baik.. sangat baik menurut saya " jawab Aksa.
" Oke terima kasih Pak Aksa sharing nya, saya juga sedang mempelajari profil dari perusahaan nya dan mungkin nanti saya akan beritahu suami saya dulu, agar dia mempelajari juga " ucap Neta.
" Ya.. lebih baik " balas Aksa.
Setelah selesai memantau proyek pembangunan Mall kerjasama antara MGM Grup dan Sandyakala Corp, Neta berpamit untuk kembali ke perusahaan begitupun Aksa ia akan kembali memantau proyek perusahaan nya di lain tempat.
...****************...
Sore menjelang Neta sudah kembali ke rumah, sedangkan Dika belum sampai rumah karena masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan Dika menjanjikan selesai maghrib ia sudah sampai rumah.
Neta masih bersama kedua anak kembarnya, Mbok Sum sedang menata makanan di meja makan untuk makan majikannya, begitupun Sasa ia membantu Mbok Sum, ia merasa tidak enak jika tidak membantu karena selama ia bekerja di rumah Neta, Mbok Sum selalu membantunya, walaupun sebetulnya tugas Sasa hanya mengasuh si kembar.
Sasa membawa piring berisi ayam goreng, ia berniat untuk menyimpannya di meja makan, saat ia akan menyimpan piring di meja makan, ia sekilas melihat Map di meja makan, ia berniat setelah menyimpan piring berisi ayam goreng, ia akan membawa Map itu untuk disimpan ke tempat yang lebih aman, ia berpikir pasti Map itu milik Neta.
Saat Sasa meraih Map itu lalu ia membaca tulisan di sampul bagian depan.
" Golden Global Company, Ya tuhaannnn " Gumam Sasa sedikit membelalakan matanya.
Ceklek..
Disaat yang bersamaan pintu samping rumah terbuka, Dika baru saja datang.
" Assalamualaikum " ucap Dika masuk kedalam rumah membuat Sasa terperanjat kaget.
Bruukkkkk.. Map yang dipegang Sasa terjatuh.
__ADS_1
" Wa.. wa'alaikumusalam Pak " Sasa sedikit menunduk lalu segera berlalu meninggalkan ruang makan menuju dapur.
Dika yang merasa heran dengan sikap pengasuh anak-anak nya hanya mengernyitkan dahinya, lalu ia berjalan menuju meja makan, terlihat makanan sudah dihidangkan, lalu ia sedikit menoleh ke bawah, terlihat Map tergeletak disana, Dika berjalan lalu mengambilnya.
" Map apa ini ? " Batin Dika.
Ia membawa Map itu, lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar Dika menyimpan tas, ponsel dan kunci mobil nya di atas meja, lalu ia duduk di sofa merebahkan sedikit punggungnya ke senderan sofa. Ia penasaran dengan Map yang jatuh tadi.
" Neta kemana ya ? apa dikamar Kembar ? " gumamnya.
Tidak lama pintu kamar terbuka, Neta tersenyum menghampiri suaminya.
" Udah lama Mas ? " tanya Neta.
" Baru, baru banget duduk " jawab Dika.
" Hmm... itu apa Mas ? " tanya Neta lagi melihat Dika memegang Map.
" Ini, tadi aku liat jatuh dekat meja makan " ucapnya.
" Oh ya.. Mas ini profil perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita " balas Neta.
" Oh oke.. nanti aku pelajari deh.. " Dika menyimpan Map itu tidak jadi ia baca.
" Hmm... " Neta hanya mengangguk.
" Mas makan yuk.. atau mau mandi dulu ? " tanya Neta.
" Mandi dulu ya.. sebentar kok " jawab Dika.
" Lama juga gak apa-apa" balas Neta.
" Oke.. tapi temenin.. " susul Dika sedikit menyeringai membuat Neta bergidik.
" Aaa.... tidaaakkkk... kabuurrrr ... " dengan cepat kilat Neta meninggalkan Dika yang masih duduk di sofa kamarnya.
__ADS_1
Dika hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya.
" Masih begitu aja " gumam Dika beranjak dari duduk nya menuju kamar mandi.