Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 204


__ADS_3

Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Medicare


" Bu saya observasi dulu ya bu, ananda Nala.. jika dalam 4 jam kedepan demamnya masih belum turun maka akan kami konsulkan kembali ke dokter spesialis anaknya " ucap perawat kepada Neta.


" Iya sus, terima kasih " balas Neta.


Dika yang sedari tadi memperhatikan Nala menjadi sedih sendiri, ini pertama kali nya Nala sakit sampai harus dibawa ke rumah sakit.


" Sayang.. kamu sembuh ya Nak.. nanti main lagi sama Papa ya.. kak Nathan nunggu Nala di rumah " ucap Dika berbisik di samping tubuh Nala yang terbaring di bed pemeriksaan.


Setelah di berikan obat Nala tertidur karena sedari tadi ia tidak mau lepas dari gendongan Neta.


" Yang kira-kira Nala dirawat gak ya ? " tanya Dika.


" Masih belum tahu Mas, aku harap sih demam nya bisa turun dan bisa dibawa pulang lagi, aku kasian Nathan di rumah " ucap Neta.


" Hmm.. mudah-mudahan ya " Dika mengangguk tersenyum.


Dika dan Neta duduk di kursi samping bed pemeriksaan, Dika memperhatikan Neta yang sesekali memejamkan matanya terlihat mengantuk.


Dika mengulurkan tangannya agar bisa dipakai Neta menjadi bantalan tidur.


" Kamu tidur aja, aku yang jaga Nala " ucap Dika.


Neta hanya mengangguk sambil memejamkan matanya. Dilain tempat Sasa sudah sampai di depan rumah majikannya.


Ia melihat pintu pagar rumah tidak dikunci, biasanya akan terkunci secara otomatis, lalu ia melihat mobil majikannya tidak ada di garasi.


" Hmm.. Pak Dika sepertinya sedang bertugas, mobil ny gak ada " gumam Sasa.


" Sa, gimana ? " tanya Yoga.


" Gak tau nih, tapi aku gak berani buat pencet bel rumah khawatir ganggu juga ini udah malem " jawab Sasa.


" Terus gimana ? " tanya Yoga lagi.


Sasa sedikit terdiam tidak lama ia mengeluarkan ponselnya di saku celana.


" Kamu mau nelepon Bu Neta ? gak sopan " ucap Yoga.


" Nggak lah, aku mau coba hubungi Mbok Sum kali aja dia angkat telpon aku " balas Sasa.


Benar saja tidak lama sambungan teleponnya diangkat oleh Mbok Sum.

__ADS_1


Mbok Sum : " Sasa ada apa ? "


Sasa : " Maaf Mbok saya ganggu malem-malem, bisa bukain pintu gak ? "


Mbok Sum : " hah.. bukain pintu ? memangnya kamu dari mana ? sudah ijin Bu Neta dan Pak Dika ?


Sasa : " Bu Neta dan Pak Dika sudah tahu kok kalo saya kembali lagi malam


Mbok Sum : " Tapi seperti nya Mbok tidak bisa membukakan pintu rumah Sa, pintu rumah semua dikunci dari luar oleh Pak Dika.


Sasa : " Loh memangnya kenapa Mbok ? "


Mbok Sum : " Tadi Non Nala demam, sehingga sekarang Bu Neta dan Pak Dika sedang membawa Non Nala ke rumah sakit "


Sasa : " Ya ampun Mbok, rumah sakit mana ? saya menyusul saja kesana "


Mbok Sum : " Biasanya dibawa ke rumah sakit Medicare "


Sasa : " Baik Mbok terima kasih, hati-hati Mbok ya di rumah "


Klik telepon ditutup.


" Kenapa ? " tanya Yoga.


" Mas, Nala dibawa ke rumah sakit, aduh aku khawatir banget semoga gak kenapa-kenapa, tapi tadi sebelum aku pergi dia aman aja, pokonya sekarang anterin aku ke rumah sakit, medika eh medisin eh apa ya " jawab Sasa.


" Medisin iyaa, pokonya ayo deh berangkat dulu " Sasa masuk kedalam mobil disusul oleh Yoga.


Mobil melaju meninggalkan rumah Dika menuju rumah sakit. Sasa dan Yoga masih mencari-cari rumah sakit dimana Nala dibawa oleh Dika dan Neta, mereka masih berputar-putar mengikuti petunjuk jalan.


" Mimpi apa aku semalam, muter-muter di kota orang " gumam Yoga.


Sasa hanya cuek mendengar gumaman Sasa.


" Rumah sakit ibu dan anak Medicare " ucap Sasa membaca nama rumah sakit yang ia lewati.


" Mas..Mas.. ini deh kaya nya, belok sini " Sasa berseru.


Yoga mengikuti saja apa perintah anak dari bosnya, walaupun tadi sudah beberapa kali masuk klinik dan rumah sakit yang salah.


" Hmm Mas ayo kita turun dulu, tanya lagi ada gak nama Nala dirawat disini " ucap Sasa membuka safety belt yang ia gunakan.


" Ya udah ayok " balas Yoga Pasrah.

__ADS_1


Sasa turun dari mobil, ia berjalan masuk ke lobby rumah sakit terasa sepi karena memang ini sudah pukul setengah 3 pagi.


" Selamat malam Pak Bu " ucap salah satu satpam.


" Malam Pak, Pak kalau mau tau siapa yang di rawat di rumah sakit ini, kemana ya Pak " balas Sasa.


" Oh ya bisa ke bagian resepsionis atau ke bagian administrasi disana Bu " ucap salah satu satpam.


" Oke terima kasih " Sasa bergegas menuju meja resepsionis.


" Mbak Maaf, apakah ada pasien anak bernama Nala ? " ucap Sasa tidak mau berlama-lama.


" Oh ya, sebentar saya cek dulu " ucap resepsionis.


Sasa terus memperhatikan resepsionis yang sedang mencek nama pasien. Tidak lama terlihat dari kejauhan seseorang yang Sasa kenal.


Sasa langsung sedikit berlari mengejar orang itu.


" Bu.. Bu Neta " panggil Sasa.


Benar saja Neta menoleh ke arah sumber suara.


" Sasa.. kok ada disini siapa yang sakit ? " Neta heran melihat ke Sasa dan Yoga bergantian.


" Euhh kita kesini karena diberitahu Mbok Sum, kalau Nala sakit " ucap Sasa.


" Hmm iya dia tadi demam.. ini saya juga habis ngambil obat dari apotik " balas Neta berjalan diikuti oleh Sasa dan Yoga.


Sesampainya di ruang IGD, Dika yang sedang menjaga Nala pun sedikit heran istrinya kembali dengan Sasa dan Yoga.


" Kok.. kalian bisa ada disini ? " tanya Dika.


" Iya Pak Dika " Yoga menganggukan kepalanya.


" Kami.. dikabari Mbok Sum Pak " jawab Saaa.


" Hmm.. " Dika hanya mengangguk.


" Oya, Sa kamu sudah ketemu sama orangtua kamu ? " tanya Neta.


" Sudah Bu " jawab Sasa.


" Jadi sekarang kamu sudah tahu siapa yang akan dijodohkan dengan kamu ? " tanya Dika.

__ADS_1


" Euhh.. ii.iiya Pak.. " Sasa tersenyum dipaksakan dan menjadi salah tingkah.


" Wah, Mas.. kayanya beneran nih kita bakal kehilangan Sasa kalo gitu " ucap Neta menggoda, semakin membuat Sasa dan Yoga salah tingkah.


__ADS_2