
Perusahaan MGM Grup
Neta sedang duduk di kursi kerjanya, baru saja ia mengakhiri sambungan telepon dengan Lisa. Lisa memberi tahu jika siang ini ia akan ada meeting dengan beberapa klien di perusahaan.
Neta kembali fokus pada laptopnya beberapa laporan perusahaan dan kemajuan saham yang sedang Neta pelajari sekarang, tidak lama ponsel Neta berdering ia melihat sekilas id pemanggil adalah suaminya. Neta buru-buru mengangkat sambungan video call dari Dika.
Neta : " Halo Mas.. "
Dika : " Halo sayang, kamu dimana ? Dikantor ? "
Neta : " Iya Mas .. "
Dika : " Anak-anak jadi kamu bawa ? "
Neta : " Nggak jadi Mas, tadi pagi Ibu ke rumah "
Dika : " Oya, sama siapa ibu ke rumah ? "
Neta : " Diantar Bian, ibu bilang kenapa waktu Nala sakit kemarin, gak kasih tahu "
Dika : " Terus kamu jawab ? "
Neta : " Ya aku jawab takut ibu khawatir, lagi pula gak lama dan gak sempet rawat inap, hanya kemaren kita panik aja kan "
Dika : " Hmm.. iya "
Neta : " Emmh.. O ya Mas, lagi sibuk gak ? "
Dika : " Nggak terlalu, makanya aku telepon kamu kan, kenapa ? ada apa ? "
Neta : " Gini Mas, tadi itu kan aku cerita ke Ibu, kalo anak-anak mau aku sekolahin.. terus........
( Neta menceritakan semuanya kepada Dika, Dika menyimak apa yang dibicarakan oleh istri nya )
Dika : " Yakin ibu gak akan repot kalo Nala dan Nathan di titip Ibu ? "
Neta : " Ibu sih bilang gitu, gak apa-apa Mas kita sambil cari-cari lagi pengasuh buat si kembar "
Dika : " Hmm.. ya oke kalo memang Ibu gak keberatan ya, aku gak apa-apa, tapi aku minta kamu kalo memang seandainya di perusahaan gak terlalu darurat dan sibuk, kamu bisa kerja dari rumah kan ? "
Neta : " Iya Mas.. "
Dika : " Oke deh aku lanjut kerja lagi ya.. kamu jangan terlalu capek "
Neta : " Iya Mas kamu juga ya, oya nanti siang aku ada ketemu sama klien Mas "
Dika : " Iya kamu kabarin aku aja, hati-hati ya nanti, Assalamu'alaikum "
Neta : " Wa'alaikumusalam Mas.. "
Sambungan telepon di tutup. Neta kembali fokus pada laptopnya,ia merasa lega sudah memberitahu Dika perihal Nala dan Nathan yang sekarang diasuh oleh Ibu nya.
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 1 siang Neta sudah menyelesaikan makan siang dan shalat dzuhurnya, ia bersiap untuk bertemu dengan klien perusahaan bersama Lisa.
Tok.. tok..tok..
" Masuk " ucap Neta.
Lisa membuka pintu ruangan Neta, ia pun sudah siap dengan beberapa map ditangannya.
" Bu, mobil perusahaan sudah siap " ucap Lisa.
" Oke lis, sebentar saya ambil tas dulu " balas Neta.
Neta berjalan keluar ruangan diikuti oleh Lisa,lalu berhenti di meja Tio.
" Pak Tio, saya keluar dulu ya sama Lisa,saya titip perusahaan " ucap Neta.
" Oya, siap Mbak " balas Tio.
" Makasih " Neta tersenyum berlalu meninggalkan meja Tio menuju lift.
" Sama-sama Mbak " Tio kembali duduk dan fokus ada laptopnya.
Di dalam lift terasa hening, Lisa membuka pembicaraan dengan bos nya yang sedari tadi hanya melihat layar yang berada di bagian atas pintu lift.
" Bu " ucap Lisa.
__ADS_1
" Hmm.. Ya.. " balas Neta.
" Bu saya dengar pengasuh kembar katanya anaknya Pak Gabor ya ? " tanya Lisa memberanikan diri.
Neta tertawa kecil.
" Iya bener Lis, saya kecolongan kita gak tau kalo sebenernya Sasa itu anak dari bos besar " jawab Neta.
" Dia kabur karena mau dijodohkan ? " tanya Lisa lagi.
" Heem, kamu tahu dengan siapa dia akan di jodohkan ? " Neta balik bertanya.
" Nggak Bu " jawab Lisa.
" Sekpri nya Pak Gabor " balas Neta, secara bersamaan pintu lift terbuka, Neta keluar lift disusul Lisa.
" Hah.. Bu.. Bu.. jadi yang di jodohkan dengan Sasa itu Pak Yoga ? " tanya Lisa penasaran.
" Iya.. bener " jawab Neta.
" Aduhh Bu... kalo saya nih ya di jodohin sama yang semodelan Pak Yoga gitu, gak bakalan saya tolak Bu " balas Lisa.
" Hmmm.. mau nya, tapi kalo sama Tio gimana ? " Neta menggoda Lisa.
" Ih Ibu... "
Neta tertawa, sedikit ditahan, lalu ia masuk kedalam mobil yang sudah menunggunya di depan lobby perusahaan.
Lisa pun masuk lalu duduk tepat disamping Neta. Neta masih terus menggoda Lisa.
" Gimana ? Mau gak ? " tanya Neta.
" Nggak.. Bu nggak ah " jawab Lisa.
" Nggak salah lagi .. hahahahha " Neta tertawa renyah.
Lisa hanya bisa pasrah salah tingkah melihat sikap Neta yang menggodanya.
...****************...
Sesampainya di tempat yang sudah di sepakati, Neta langsung turun dari mobil disusul oleh Lisa.
Neta mulai meeting bersama klien yang ditemani oleh Lisa, mereka menghabiskan waktu sekitar 3 jam lebih, sampai akhirnya, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, mereka menyelesaikan meetingnya setelah didapati kesepakatan bersama.
" Terima kasih Bu Neta atas waktunya" ucap salah satu klien.
" Sama-sama sampai bertemu lagi " balas Neta.
" Baik Bu kalau begitu kami permisi "
" Ya silakan "
Lisa menghampiri Neta yang masih duduk di tempatnya sambil merapikan beberapa file yang tadi dibutuhkan.
" Saya bantu Bu " ucap Lisa.
" Oh ya makasih " balas Neta.
" Lis seperti biasa kamu duluan saja pulang, saya dijemput oleh suami saya nanti " ucap Neta.
" Oh baik Bu "
Lisa akhirnya pulang bersama supir perusahaan, Neta masih menunggu suaminya untuk menjemput, karena tadi ia sudah mengirim pesan kepada Dika, lalu Dika meminta untuk menunggu dirinya datang menjemput.
Waktu sudah semakin sore, Neta teringat kepada kedua anaknya, ia lalu mengeluarkan ponsel lalu mencari kontak ibu nya untuk melakukan panggilan video.
Tidak lama Ibu langsung mengangkat panggilan Video dari Neta.
Neta : " Halo Bu, si kembar gimana ? "
Ibu : " Aman kok, tuh mereka lagi main "
( Ibu mengarahkan kamera ke arah si kembar )
Neta : " Syukurlah, aku baru selesai meeting Bu, masih menunggu Mas Dika menjemput "
Ibu : " Iya Nak.. hati-hati ya"
Disaat yang bersamaan terdengar petir menggelegar disertai hujan turun sangat deras.
__ADS_1
Neta : " Bu Neta tutup ya teleponya, disini petir Bu "
Ibu : " Iya iya kamu hati-hati ya "
Neta : " Iya Bu "
Klik telepon ditutup.
Neta langsung berpindah tempat ke bagian dalam restoran, Neta masih terus menghubungi suaminya namun tidak ada jawaban.
" Mas Dika kemana ya ? masa udah hampir 30 menit belum nyampe juga, mana hujan deres gini lagi " gumam Neta.
Sampai akhirnya ada salah satu pelayan restoran yang menghampiri Neta.
" Maaf Bu, silakan menunggu di dalam, disini hujan deras " ucap pelayan itu.
" Oh ya terima kasih " Neta mengikuti perintah pelayan itu, karena memang benar diluar hujan sangat deras.
Neta masih menunggu suaminya datang, sampai langit sudah berubah warna menjadi kelabu Dika belum kunjung tiba.
" Astagfirullah Mas Dika kamu dimana sih ? " Neta sudah mulai kesal.
Disaat yang bersamaan, Dika menghubungi dirinya.
" Halo Mas "
" Sayang, tunggu ya, Mas ini kejebak ada pohon tumbang, tapi lagi di beresin kok, tunggu ya "
" Mas sampe kapan ? Resto mau tutup loh ini, kalo Maghrib restonya tutup, terus aku harus kemana ? ini udah mulai gelap " Neta sedikit kesal.
" Iya sabar, tunggu dulu disitu oke " balas Dika.
" Aku mau cari taksi aja deh, udah mau malem ini Mas, kamu gimana sih ? aku hampir dua jam loh nungguin " Neta kesal.
" Ya gimana ? aku juga gak tahu kalo tiba-tiba arah jalan ketempat kamu ada pohon tumbang " balas Dika.
" Aku mau cari taksi aja ! " Neta menutup sambungan teleponnya.
" Yang.. yang.. "
Tutt...tuuttt..tuuttt...
" Ya Allah.. dimatiin teleponnya " gumam Dika.
" Ya terus ini harus gimana ? gak ada jalan lain, Netaaa kenapa gak sabar sih, tapi mungkin dia cape juga, nunggu sampe dua jam.. " Dika terus bergumam.
Dilain tempat Neta memberanikan diri keluar Restoran lalu berjalan sambil melihat siapa tahu ada taksi yang lewat, ia terus menyusuri jalan, karena akses jalan terkena pohon tumbang sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang lewat.
" Ya Allah.. udah makin gelap gimana ini " batin Neta.
Ia masih terus menyusuri jalanan, tidak terasa ia sudah berjalan hampir 1 kilo meter, sampai akhirnya ada cahaya lampu mobil yang mendekati Neta, ia berharap itu Dika suaminya.
" Mungkin itu Mas Dika" batin Neta.
Saat mobil berhenti tepat di sampingnya, ia memberhentikan langkahnya, kaca pintu mobil terbuka namun bukan Dika suaminya.
" Hai cantik.. malem-malem gini sendirian aja, ikut abang yuk " ucap pria di dalam mobil itu.
"Maaf, saya sedang menunggu " balas Neta lalu kembali berjalan.
Pria itu langsung turun dari mobil, sedikit mengejar Neta.
" Kamu menunggu siapa cantik, gak ada mobil yang lewat lagi ke daerah sini, lagipula ini hujan ayo ikut kamu mau kemana saya antar " ucap pria itu lagi.
" Maaf saya jalan kaki aja " balas Neta.
" Keras kepala ya.. ayo sini masuk mobil " ucap pria itu menarik tangan Neta meminta nya untuk masuk mobil.
Namun Neta bersikeras tidak mau, ia sangat takut saat ini, ia berharap ada orang yang lewat atau suaminya segera datang.
" Ayo masuk "
" Nggak.. gak mau... lepasin.. lepasin gak, jangan kurang ajar ya Anda ! " ucap Neta melawa.
" Masuk saya bilang.. ! "
" Tolong... tolong.... lepasin.. tolong.... !! Mas Dika tolong aku ! " Neta bersikeras melawan agar ia tidak masuk kedalam mobil.
" Susah ya kamu ! Tenaga nya gede juga ! " ucap Pria itu.
__ADS_1
" Tolong.... tolong!!! "