Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 198


__ADS_3

Di kamar hotel Presidensial Suit salah satu hotel yang dimiliki oleh Sandyakala Corp, Pak Gabor dan Asprinya sedang beristirahat sejenak sambil menunggu waktu Maghrib tiba.


" Yog.. menurutmu apa yang harus saya lakukan setelah ini ? " tanya Gabor.


" Hmm.. Pak menurut saya lebih baik urungkan saja niat untuk menjebak perusahaan MGM Grup, mereka tidak salah Pak, mereka sepertinya tidak mengetahui asal usul Salsabila sehingga ia diterima oleh keluarga CEO dari MGM Grup " ucap Yoga.


" Ya.. sebetulnya saya juga tidak berniat untuk itu, tidak ada dalam sejarah Golden Global Company membuat kegaduhan atau mencurangi perusahaan lain " balas Gabor.


" Hmm.. ya Pak " susul Yoga.


" Tapi.. apa yang harus saya lakukan sekarang ? apa saya berterus terang jika pengasuh bayi di rumah Pak Dika itu adalah anak saya ? " tanya Yoga.


" Lebih baik seperti itu Pak " jawab Yoga.


Pak Gabor terlihat merenung sejenak menerawang kejadian demi kejadian semenjak keputusannya menjodohkan anak bungsu nya dengan anak dari rekan bisnisnya.

__ADS_1


Semenjak kepergian Sasa dari rumahnya, semua akses di blokir oleh Sasa, ia tidak tahu dimana Sasa sampai akhirnya ia meminta bantuan orang suruhannya untuk mencari dimana Sasa berada, sampai akhirnya orang suruhan Gabor mendapati Sasa melamar kerja di salah satu agen penyalur pengasuh di luar kota.


Terlihat air mata sedikit mengalir dari ujung mata Gabor, itu terlihat jelas oleh Yoga, Yoga merasa iba kepada bosnya, walaupun ia tahu Bosnya memang sosok ayah dan pemimpin yang tegas,keras dan tidak bisa dibantah, namun ia sangat paham sebetulnya hatinya tidak sekeras itu.


Yoga menghampiri bosnya untuk menyerahkan tisu.


" Maaf Pak " Yoga menyodorkan tisu ke arah bosnya.


" Terima kasih " ucap Gabor menyeka air matanya dengan tisu.


" Yog.. saya sangat menyayangi Sasa.. " ucap Gabor terisak.


" I..iya Pak saya paham dan mengerti " balas Yoga.


Yoga mulai berpikir ia ingin melakukan sesuatu untuk Bosnya, karena ia pun tidak tega melihat Bos nya menjadi seperti ini.

__ADS_1


" Pak lebih baik Bapak istirahat dulu sekarang, mhh.. saya permisi dulu mau cari angin Pak " ucap Yoga.


" Oke.. tapi jangan terlalu malam " balas Gabor.


" Baik Pak, saya permisi " Yoga pamit berlalu meninggalkan Gabor.


Yoga keluar dari kamar presidensial suit ia berjalan menelusuri koridor hotel menuju lift untuk sampai basment tempat ia memarkirkan mobilnya.


" Bagaimana caranya aku membantu Pak Gabor ya, ia sangat ingin bertemu dengan Sasa " batin Yoga.


Sesampainya di basment Yoga langsung masuk kedalam mobil, ia belum tahu akan kemana ia sore ini, ia menyalakan mesin, melajukan mobil keluar dari parkiran basment, ia masih memikirkan apa yang harus ia lakukan, di kota bukan tempat tinggalnya ia menyusuri jalan kota yang mulai dipadati oleh para karyawan yang pulang kantor.


Sampai akhirnya ia menemukan ide, ia mengambil ponselnya lalu mencari nomor seseorang untuk ia hubungi.


" Semoga ide ku berhasil, semoga juga dia bisa bantu aku " gumam Yoga sambil memencet tombol dial pada ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2