
Di Perjalanan Pulang
Waktu senja menghampiri, langit mulai berubah menjadi kelabu, Neta dan Dika masih dalam perjalanan pulang, mereka terjebak macet, karena berbarengan dengan jam pulang kantor.
Terdengar ponsel Neta berdering, ia melihat ke layar ponsel id pemanggil adalah Ayah nya.
" Siapa ? " tanya Dika melihat ke arah Neta.
" Ayah " jawab Neta singkat.
" Ya sudah angkat, mungkin Ayah khawatir "
Neta mengangguk. Telepon tersambung.
Neta : " Halo Yah.. "
Ayah : " Dimana Net ? "
Neta : " Neta dijalan Yah, tadi Neta ada janji dengan Wedding organizer, Neta dijemput Dika dari kantor, sekarang Neta dijalan arah pulang, tapi terjebak macet "
Ayah : " Oh seperti itu "
Dika sesekali memperhatikan Neta berbicara dengan Ayah nya, ia memberikan kode meminta Neta untuk menyerahkan ponsel kepadanya.
" Kenapa ? " Neta hanya menggerakkan bibir nya.
" Aku mau bicara sama Ayah " Dika berbisik.
Neta mengerti langsung menyerahkan ponselnya.
Dika : " Halo Yah.. "
Ayah : " Ya Dika "
Dika : " Maaf Yah Dika tidak meminta ijin dulu kepada Ayah untuk mengajak Neta "
Ayah : " Tidak apa-apa Ayah hanya khawatir, ini sudah menjelang malam Neta belum pulang "
Dika : " Ayah tidak perlu khawatir, Neta aman kok Yah, akan kembali pulang dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun "
Ayah : " Oke Dik, hati-hati dijalan "
Dika : " Terima kasih Ayah "
__ADS_1
Klik telepon ditutup.
" Ayah bilang apa ? " tanya Neta penasaran.
" Ayah bilang katanya... mhhh... " Dika menghentikan bicaranya lalu menyerahkan ponsel ke Neta.
" Apa ? " tanya Neta lagi.
" Hmm " Dika menggoda Neta.
Terdengar suara adzan Magrib dari ponsel Dika, ia selalu menyetel pengaturan waktu shalat di ponselnya.
" Sudah magrib Ka "
" Hmm.. "
" Solat dulu deh, macet gini bisa gak keburu shalat magrib di rumah " ucap Neta.
" Di depan ada masjid, nanti kita shalat dulu disana " balas Dika.
Neta mengangguk. Benar saja sekitar 300 meter ada sebuah masjid besar, Neta dan Dika melaksanakan dulu kewajibannya di masjid itu, setelah shalat Dika kembali melanjutkan perjalanan nya untuk mengantarkan Neta pulang.
...****************...
Selama 3 minggu itu, mereka mempersiapkan pernikahan dengan hanya komunikasi via telepon tanpa bertemu langsung, Neta menyelesaikan beberapa pekerjaan nya, karena setelah menikah Dika meminta cuti untuk Neta sekitar 14 hari.
Begitu pun Dika ia menyelesaikan pekerjaannya, jauh-jauh hari ia memohon ijin cuti ke kantor nya sekitar 12 hari.
Seluruh karyawan MGM Grup telah dikabari dan difasilitasi untuk menghadiri acara pernikahan, Putra dari bosnya. H-2 menjelang pernikahan para Karyawan MGM Grup sudah diberikan cuti, mereka difasilitasi untuk menginap di hotel sampai hari H pernikahan Neta dan Dika.
Ini pernikahan anak tunggal dari masing-masing mempelai, acara resepsi akan dilaksanakan secara meriah.
...****************...
De Dream Hotel and Resort
Seluruh karyawan MGM Grup sudah sampai di De Dream Hotel and Resort, ini adalah hotel pertama yang dibangun atas kerjasama MGM Grup dan Sandyakala Corp.
Keinginan Dika menikah di hotel hasil desain nya ini, juga kolaborasi dari hasil desain istri pemilik Sandyakala Corp akan segera terealisasi. Neta sendiri baru tahu jika MGM Grup atas usul dari Dika mempunyai usaha di bidang perhotelan.
Untuk beberapa hari kedepan Hotel ini akan ditutup untuk umum, karena akan diadakan acara resepsi pernikahan Dika dan Neta. Beberapa Resort sudah dipenuhi oleh karyawan MGM Grup, bagi yang tidak menginap Resort akan di berikan kamar hotel untuk menginap selama acara berlangsung.
Malam sebelum hari pernikahan Neta dan Dika, diadakan acara di Hotel untuk para karyawan, semua mengikuti acara tersebut , terkecuali Dika dan Neta. Walaupun mereka berdua sudah berada di hotel untuk menginap, namun mereka berdua tidak di perbolehkan keluar kamar hotel bahkan bertemu pun belum boleh, karena kebiasaan turun temurun keluarga mempelai jika calon pengantin akan menikah harus memasuki masa pingitan terlebih dahulu.
__ADS_1
Seluruh karyawan menikmati acara yang diadakan khusus untuk para karyawan malam itu, Neta hanya dapat melihat keseruan mereka dari balik jendela kamarnya begitupun Dika. Kamar Dika dan Neta bersebelahan. Namun Neta dan Dika tidak tahu satu sama lain jika kamar mereka bersebelahan.
Waktu menunjukkan pukul 10 malam, acara sudah hampir selesai, sengaja tidak terlalu malam, agar besok pagi para karyawan tidak kesiangan menghadiri acara pernikahan anak dari bosnya.
Neta dan kedua orangtuanya menginap di kamar Presidensial Suite yang sudah disediakan di hotel itu.
" Nak.. ayo tidur.. istirahat kan agar tubuhmu agar besok fit " Ibu Neta kepada anaknya.
" Iya Bu, tapi aku belum bisa tidur, aku belum mengantuk " Neta kepada Ibu.
Ibu menghampiri Neta yang sedang duduk di sofa dekat jendela besar di kamar itu.
" Apa yang kamu pikirkan ? " tanya Ibu.
" Bu.. besok aku menikah, bagaimana dengan Ayah dan Ibu, mungkin aku akan ikut dengan suamiku nantinya Bu " Neta mengkhawatirkan kedua orangtuanya.
Ibu tersenyum.
" Nak.. tidak perlu khawatir kan Ayah dan Ibu, Ibu dan Ayah menikahkan kamu itu salah satu kewajiban orangtua kepada anaknya, jika hal itu sudah waktunya seperti sekarang yang akan dialami oleh kamu, tuntas lah tanggung jawab Ayah dan Ibu kepadamu.. karena kamu anak perempuan setelah menikah nanti, tanggungjawab mu akan berpindah kepada suamimu ".
Neta masih menyimak apa yang diucapkan oleh Ibunya, Ibu melihat bulir bening menggenang di ujung mata Neta.
" Doakan Ayah dan Ibu semoga sehat selalu, sampai melihat cucu-cucu Ayah dan Ibu nantinya, jangan khawatir, kamu masih bisa kok sesukamu, ke rumah Ibu, menginap, apapun itu, jangan berpikiran dengan menikah kamu tidak bisa kemana-mana, asal kan semua itu seijin suamimu " Ibu mengusap-usap bahu Neta.
Neta mengangguk. Ibu menyeka lembut bulir bening yang menetes dari ujung mata Neta.
" Jangan sedih sayang.. Ibu mendoakan kebahagiaan rumah tangga kamu dengan Dika ya, ibu yakin Dika bisa menjadi imam yang baik, yang bisa membimbingmu ".
" Aamiin.. terima kasih Bu " Neta memeluk Ibunya.
" Ehem.. " tidak lama terdengar suara Ayah, lalu menghampiri Neta dan Ibu.
" Ada acara apa nih ? Kok Ayah gak diajak ? " Ayah menggoda Neta.
" Nggak kok Yah, ini loh Neta.. gak sabar katanya nunggu besok "
" Ihh.. ibu... bukan gitu Yah " Neta memajukan sedikit bibirnya .
" Neta.. Ayah masih mengingat beberapa tahun lalu kamu masih ingin digendong oleh Ayah, jika kamu bangun pagi, kamu selalu meminta di gendong, sampai kamar mandi untuk mandi, itu berlangsung sampai kamu kelas 4 Sekolah Dasar " Ayah menerawang jauh menceritakan Neta saat masih kecil.
Ibu dan Neta menyimak cerita Ayah, saat Neta kecil. Ayah tidak menyangka waktu begitu cepat, anak gadis semata wayangnya akan dinikahi oleh pria pilihannya esok hari.
Semoga lancar yaa... acara pernikahan Neta dan Dika.. 🥰🥰
__ADS_1