
Beberapa hari kemudian
Ceklek pintu samping rumah Neta terbuka.
" Assalamualaikum.. "
" Assalamualaikum.. "
" Wa'alaikumusalam " balas Neta menoleh ke arah sumber suara.
Neta melihat Ibu nya sudah datang, seperti biasa Ibu akan berada di rumah Neta bersama si kembar sampai Neta pulang kerja nanti.
" Oma sudah datang.. horee.. sudah datang " Neta kepada kedua anaknya.
Disaat yang bersamaan Ayah Neta pun datang menyusul Ibu Neta.
" Loh.. ayah ? tidak ada kegiatan ? " tanya Neta heran karena biasanya Ayah nya hanya mengantarkan Ibu saja.
" Hari ini sedang tidak ada kegiatan, jadi Ayah ikut kesini saja, ingin bermain bersama cucu-cucu Ayah " balas Ayah Neta.
" Syukurlah kalau begitu, Nala, Nathan, ada Oma sama Opa sekarang, Mama pergi kerja dulu ya.. " Neta kepada kedua anaknya.
Neta lalu berjalan menghampiri kedua orangtuanya.
" Yah, Bu Neta berangkat dulu ya.. jemputan kantor kaya nya udah dateng, Oya aku udah masakin buat Ayah sama Ibu, nanti Ayah dan Ibu makan ya, gak usah nunggu aku atau Mas Dika pulang, itu pasti lama sampe sore " ucap Neta.
" Iya Nak.. kamu hati-hati ya " balas Ibu.
" Makasih ya Bu, aku ngerepotin Ibu terus harus bolak balik kesini, buat jagain kembar " susul Neta.
" Ck.. udahlah gak apa-apa, kita malah seneng ya Yah.. " Ibu sambil menoleh ke arah suaminya.
Ayah hanya tersenyum mengangguk sambil mengajak main Si Kembar.
" Tuh kan liat, Ayah mu aja seneng kan ngajak main si kembar, udah Ayo berangkat, keburu siang " susul Ibu.
" Iya Bu, Neta berangkat ya.. Assalamu'alaikum.. " Neta mencium tangan Ayah dan Ibu nya terlebih dahulu lalu ia berjalan keluar rumah, benar saja mobil jemputan kantor sudah menunggu Neta di depan pintu pagar.
Jika Neta tidak diantar oleh Dika, Dika akan menghubungi kantor untuk menjemput Neta dari rumah ke perusahaan.
Saat Neta akan membuka pintu mobil, ia melihat Binar sedang membuang sampah tepat di depan rumahnya.
" Binar.. " Batin Neta.
Binar pun melihat Neta akan menaiki mobil yang sudah hampir 10 menit menunggunya. Ia segera menyapa Neta, tetangganya yang mungkin akan menjadi kakak iparnya nanti.
" Pagi Mbak.. " ucap Binar menyapa.
" Pagi Bin, kamu sedang libur ? " tanya Neta.
" Iya Mbak, semalam saya pulang, ada libur sekitar satu minggu, jadi saya pulang " jawab Binar.
" Hmm.. oke.. selamat berlibur kalo gitu, saya tinggal ya.. " balas Neta masuk kedalam mobil.
__ADS_1
" Oya silakan Mbak .. " Binar masih berdiri di depan pagar rumahnya, melihat mobil Neta melaju lalu putar balik melewati rumahnya, Neta yang masih melihat Binar berdiri, melambaikan tangannya disusul oleh anggukan Binar.
Binar tersenyum kecil, ia kembali masuk kedalam rumah.
" Hmm.. Mas Bian tahu nya aku pulang lusa, tapi barusan aku ketemu kakaknya, duh gimana kalo Mbak Neta cerita ke adiknya ya.. ckk.. " gumam Binar.
Flashback On
Kantin Universitas Proklamasi
" Bin, makan apa ? " tanya Ifa sahabat Binar dikampus.
" Hmm.. apa ya.. kwetiau goreng aja deh " jawab Binar.
" Oke.. " Ifa berjalan menuju kedai kwetiau lalu pesan dua porsi untuk dirinya dan Binar, setelah memesan Ifa kembali ke meja dimana Binar sedang duduk, sambil memainkan sendok dan garpu dihadapan nya.
" Kenapa kamu Bin, galau ? lagi kasmaran nih pasti " ucap Ifa.
" Dih.. nggak siapa bilang, aku cuma lagi kepikiran Sasa " balas Binar.
" Hemm.. Iya.. udah beberapa bulan ini dia gak masuk, dibilang sakit dia gak sakit, ck.. dia kabur kemana ya ? kita aja sampe gak tahu dia kemana, padahal selama ini kita kemana-mana bareng kan ? " ucap Ifa.
" Iya.. Hmm.. " balas Binar kembali memainkan sendok dan garpu nya.
Disaat mereka sedang menunggu pesanan makanan nya tiba-tiba seseorang datang mengagetkan Binar dan Ifa.
" Haii.. gaisssss.. kenapa pada ngelamun ? " tanya Wanita itu.
Seketika Binar dan Ifa menoleh ke arah wanita itu.
" Aduh..aduh..aduh.. sabar sabar... tenang dulu.. duduk santai oke " ucap Sasa.
" Sa...kamu kemana aja ? " tanya Binar.
" Beberapa bulan ini kamu ngilang, gimana kuliah kamu coba " susul Ifa.
" Kita tuh khawatir banget, kamu kok tiba-tiba ngilang, aku denger kamu mau dijodohin ? emang iya ? " tanya Binar.
" Hmm.. oke.. aku bakal jelasin semua biar kalian gak penasaran ya, tapi sebelum aku ceritain aku mau minta tolong sama kalian berdua, plisss.. bantuan aku buat tatap muka sma dosen ya, buat ngejar ketinggalan mata kuliah aku beberapa bulan ini " jawab Sasa memohon.
" Itu sih gampang, yang penting sekarang kita berdua butuh penjelasan dari kamu " susul Ifa.
" Duh.. mulai dari mana ya ? panjang banget soalnya ceritanya " balas Sasa.
" Gak mau tahu pokonya cerita " Ucap Ifa.
Namun disaat yang bersamaan pesanan kwetiau Binar dan Ifa sudah datang.
" Permisi, Mbak Ifa Mbak Binar.. ini kwetiau nya " ucap pedagang kwetiau langganan mereka di kampus, saat melihat Sasa pedagang itu langsung merasa heran.
" Mbak Sasa.. kemana aja Mbak kok baru keliatan ? " tanya pedagang itu.
" Hmm.. Pak saya kemaren-kemaren semedi dulu, baru hari ini balik lagi ke ke kampus " ucap Sasa sekenanya.
__ADS_1
" Biar dapet ilmu apa Mbak ? " tanya pedagang masih penasaran.
" Ilmu cepet lulus kuliah " jawab Sasa.
" Hahaha bisa aja Mbak Sasa, mau kwetiau nya gak sekalian ? " tanya pedagang lagi.
" Mhh.. boleh deh " jawab Sasa karena ia tahu jika tidak di iyakan, pedagang itu akan terus bertanya, memang mereka audah sangat akrab dengan para pedagang di kantin kampusnya, sehingga mereka sudah biasa seperti itu.
Sasa mulai menceritakan kepada kedua sahabat nya kemana ia beberapa bulan ini.
" Hah.... itu kan kota tempat tinggal Binar " ucap Ifa.
" Iya, aku baru inget, jadi waktu itu aku kerja di rumah seorang polisi, istrinya ternyata presdir perusahaan gitu, tapi mereka pada baik kok, baik banget, malah aku betah banget tinggal disana " balas Sasa.
" Ckk.. gak kepikiran kamu bisa jadi pengasuh " ucap Binar.
" Ya mau gimana lagi Bin, aku kabur dari rumah nelangsa banget, gak ada uang mau gak mau aku harus kerja dong, tapi aku bersyukur dapet majikan yang baik waktu itu " balas Sasa.
" Oya emang dimana sih rumah nya majikan kamu itu, siapa tahu Binar tahu kan atau deket-deket gitu " tanya Ifa.
" Aku gak tau persis apa nama komplek perumahan nya, aku selama disana jarang keluar, sehari-hari aku cuma jadi pengasuh anaknya aja, bukan gak mau sih, tapi aku takut aja kalo mata-mata Pak Gabor kan dimana-mana tahu sendiri Papa kaya apa " jawab Sasa.
" Iya juga sih .. hmmm.. ya udah deh yang penting kamu sekarang udah nerima kan, udah tahu juga siapa yang dijodohin ke kamu, terus gimana ? " tanya Binar.
" ya nggak gimana-gimana lah.. ya udah gitu aja hahahhaha " jawab Sasa.
Mereka kembali bercengkrama sudah beberapa bulan mereka tidak berkumpul bertiga karena Sasa yang kabur untuk menghindari perjodohan. Binar tidak tahu jika Sasa bekerja di rumah Dika tetangganya, karena Sasa pun tidak memberitahu ia bekerja pada siapa, Binar pun tidak ngeh saat Sasa menceritakan ia bekerja di rumah seorang polisi.
Sampai akhirnya notifikasi pemberitahuan libur kuliah selama satu minggu terkirim ke ponsel masing-masing.
" Info apa sih ? " tanya Ifa.
Binar yang sedang membuka ponsel langsung membaca pesan yang masuk.
" Kita libur satu minggu " jawab Binar.
" Libur ? baru masuk kuliah hari ini, udah libur " ucap Sasa.
" Kamu pasti balik kan Bin ? " tanya Ifa.
" Balik lah... kangen juga sama orangtua di rumah hehehe kan emang rencana nya aku lusa balik dulu, semua tugas dosen udah kelar " jawab Binar.
" Hmm.. orang tua atau orang yang selalu ada dihati " susul Ifa menggoda.
" Eh siapa-siapa.. ketinggalan info nih " ucap Sasa.
" Masih yang sama kayanya " balas Ifa.
" Udah-udah ribut mulu.. pokonya nanti sore aku pulang, pake kereta sore aja deh, tolong cekin dong Fa, nanti sore ada kursi kosong gak ? " tanya Binar ke Ifa karena Ifa pun tinggal di luar kota, ia juga biasa pulang dengan menggunakan kereta.
Hanya Sasa yang tinggal di kota dimana mereka kuliah, Ifa dan Binar mereka tinggal di luar kota.
Setelah di cek keberadaan kursi kosong untuk kepulangan Binar, Binar langsung memesan tiket kereta untuk pulang, ia memesan via online agar ia tidak harus bolak balik ke stasiun untuk membeli tiket.
__ADS_1
Setelah pulang dari kampus, Binar kembali ke asrama ia langsung membereskan perlengkapan nya yang akan ia bawa pulang, ia pun lupa tidak memberitahu Bian jika ia pulang hari itu, ia teringat saat ia sudah sampai rumahnya, karena hari itu pun Bian tidak ada menghubunginya karena sebelum nya Bian sudah memberitahu jika ia akan ada kegiatan yang padat mungkin untuk beberapa hari kedepan.
Flashback off