
Tak Tok Tak Tok
Terdengar suara langkah kaki dibalut sepatu high heels menuju ruangan Presdir. Lisa yang mendengar seperti suara langkah kaki bos nya segera melihat ke arah suara, benar saja Neta berjalan ditemani oleh Kiki dan kedua anaknya.
" Bu Neta.. selamat siang " ucap Lisa.
" Siang Lis " Neta tersenyum.
" Pak Tio Mana ? " tanya Neta.
" Tadi sedang ke lantai 3 dulu Bu " jawab Lisa.
" Oke.. saya ke ruangan dulu nanti kalau Pak Tio sudah kembali, segera ke ruangan saya ya " ucap Neta.
" Baik Bu " balas Lisa.
Neta kembali berjalan masuk ke ruangannya, ruangan yang sangat bersih dan rapi, sudah 3 bulan Neta tidak masuk ke ruangan ini.
" Ki, kamu ajak si kembar ke sofa ya " ucap Neta kepada Kiki.
" Baik Bu " balas Kiki.
Neta menyimpan tas nya di meja kerjanya, lalu duduk di kursi kebesarannya, ia masih memikirkan siapa yang yang berani membuat tandatangan palsu suaminya.
Tidak lama terdengar suara ketukan pintu.
" Masuk " ucap Neta.
Tio membuka pintu.
" Selamat siang Mbak Neta " ucap Tio.
" Siang Pak Tio " Neta beranjak dari duduk nya menghampiri Tio.
" Hmm.. Pak bagaimana kalau kita bicara di ruang meeting saja " ucap Neta lagi.
" Baik Mbak " balas Tio.
__ADS_1
Tio melihat ke arah Kiki dan si kembar.
" Mbak.. kembar dibawa kesini ? " tanya Tio.
" Iya Pak Tio, saya khawatir jika ditinggalkan di rumah, jadi semenjak saya tahu ada laporan yang janggal, saya langsung minta pengasuh si kembar untuk ikut, juga si kembar nya " jawab Neta
" Hmm.. " Tio hanya manggut-manggut.
Ia pun merasa kasihan kepada Bos nya, bekerja harus membawa serta anak-anaknya, ia merasa bersalah karena kelalaiannya, mungkin jika lebih teliti kejadian seperti ini tidak akan terjadi.
" Mbak.. maafkan saya karena kela.. " belum selesai bicara Neta sudah memotong pembicaraan Tio.
" Sudah Pak Tio, sekarang kita mencari akar permasalahannya dimana dan siapa dalang dari semua ini " ucap Neta.
" Baik Mbak " balas Tio.
" Ki, kamu disini ya, jangan kemana-mana, jaga si kembar dengan baik, oya nanti makan siang untuk kamu ada yang mengantarkan kesini ya " ucap Neta kepada Kiki.
" Baik Bu " balas Kiki kembali dengan si kembar.
" Oke " Neta berjalan keluar ruangan disusul oleh Tio.
" Lisa.. ikut kita ke ruang meeting " ucap Neta sambil terus berjalan menuju ruang meeting.
" Ba..baik Bu " dengan sigap Lisa langsung mengekori Neta dan Tio.
...****************...
" Ini tandatangan bisa persis dan tanpa beda dengan tandatangan Mas Dika " ucap Neta kepada Tio sambil melihat file pengeluaran barang.
Tio hanya manggut-manggut.
" Mbak.. apa kita langsung sidak saja ke bagian divisi pengadaan barang ? " tanya Tio.
" Hmm.. lebih baik jangan dulu, kita pantau dulu beberapa minggu ini, saya tidak akan dulu kembali ke sini sesudah ini, tapi saya meminta bantuan Pak Tio dan Lisa, untuk memantau gerak gerik karyawan Divisi pengadaan barang " jawab Neta.
" Baik Bu "
__ADS_1
" Baik Mbak Neta "
" Oke, oya Pak Tio bisa minta file cctv ditanggal ini ? 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah " ucap Neta.
" Baik Mbak, saya ambilkan dulu " Tio beranjak dari ruangan meeting.
Di ruangan meeting hanya ada Lisa dan Neta.
" Gimana Lis ? " tanya Neta.
" Hmm.. Bu ada salah satu karyawan yang saya juga agak curiga Bu " jawab Lisa.
" Siapa ? " tanya Neta lagi.
" Tapi saya tidak mau berprasangka buruk dulu, khawatir salah sasaran, karena jujur Bu, saya kan masih baru disini, jadi saya juga masih harus menerka-nerka kebiasaan di kantor ini " ucap Lisa.
" Hmm.. Ya " Neta pun mengerti.
Tidak lama Tio kembali datang dengan file cctv yang diminta Neta.
" Ini Mbak " ucap Tio.
" Oke " Neta mengambil file itu yang disimpan didalam flash disk.
Neta langsung membuka file itu dengan laptop dihadapan nya. Ia memperhatikan jam-jam sepi kantor, karena ia yakin pelaku tidak akan melakukan kegiatan nya jika jam-jam kantor ramai.
Neta berpindah ke rekaman cctv gudang pengadaan barang, namun hanya layar hitam yang terlihat.
" Ckk... benar berarti ini sudah direncakan " ucap Neta.
Lisa dan Tio mendekati Neta, melihat layar laptop yang Neta tunjukkan.
Tio hanya menggelengkan kepalanya begitupun Lisa.
" Berarti ini orang lama yang sudah tahu seluk belum perusahaan " ucap Tio.
" Betul Pak Tio, Pak Tio apa ada yang dicurigai ? " tanya Neta.
__ADS_1
Tio memutar otak, Neta masih menunggu jawaban dari Tio, bagitu pun Lisa, ia memperhatikan Tio.
" Mbak Neta.. jangan-jangan.. " Neta dan Lisa menunggu jawaban dari Tio.