
Pasar Swalayan Twente Go
Sesampainya di parkiran Swalayan, Neta sudah siap dengan beberapa kantong belanja, ia sudah membuka pintu handle mobil untuk turun.
" Sebentar " Dika mencegah Neta untuk turun.
" Kenapa Mas ? " Neta kembali duduk di kursinya.
Dika mengeluarkan dompetnya lalu mengambil 3 buah kartu.
" Ini pegang ya.. uang gaji ku tiap bulan, masuk kesini semua " Dika menyerahkan kartu berwarna gold
" Dan ini.. untuk keperluan mu, apapun itu terserah kamu mau beli apapun juga " Dika menyerahkan kartu berwarna hitam.
" Kok dua-duanya diberikan ke aku Mas.. " tanya Neta.
" Udah jangan bantah terima saja " Dika tersenyum.
" Lalu ini... untuk belanja bulanan sekarang " Dika kembali menyerahkan satu buah kartu debet kepada Neta.
" Makasih Mas.. "
Dika hanya tersenyum lalu mengangguk.
" Ya udah ayo " Dika mengajak Neta untuk turun.
Mereka keluar dari mobil berjalan menuju Swalayan.
Sesampainya di Swalayan Dika langsung mengambil troli lalu mendorong nya, Neta mulai memilah dan memilih apa saja yang akan dibelinya, Dika dengan sigap membantu Neta, ia setia mengikuti kemana pun Neta melangkah.
Saat Neta sedang memilih beberapa keperluan lain, dari kejauhan ada seorang wanita yang terus memantau gerak gerik Dika dan Neta.
" Sudah menikah mereka rupanya " gumam wanita itu.
Ia terus saja memperhatikan Neta dan Dika.
" Aku pastikan rumah tangga kalian tidak akan bahagia " wanita itu tersenyum sinis.
Neta dan Dika tidak mengetahui ada yang memantau gerak gerik nya, setelah kebutuhan rumah selesai Neta beralih ketempat daging, ikan dan sayuran.
" Mas suka makan ikan apa ? " tanya Neta.
" Apa aja aku makan kok, tapi udang engga ya, karena aku alergi " jawab Dika.
" Oh oke "
Dika masih memperhatikan istrinya memilah dan memilih daging dan ikan, ia membeli 1 kg daging ayam, iga sapi, ikan nila dan cumi.
" Sudah semua ya Bu " tanya pelayan swalayan.
" Iya, terima kasih " Neta mengambil beberapa kantong daging dan ikan yang sudah ditimbang.
" Mau kemana lagi ? " tanya Dika.
" Ke tempat sayuran itu ya "
" Oke "
" Mas bisa makan sayuran apa aja kan ? " tanya Neta.
__ADS_1
" Kalo sayuran sih apa aja aku makan "
" Oke "
Neta mengambil beberapa ikat bayam, kangkung, wortel, jagung, sawi dan kentang tidak lupa tahu dan tempe sebagai makanan pelengkapnya.
" Kaya nya sudah deh Mas "
" Bener udah semua nih ? " tanya Dika.
" Iya.. kayanya ini cukup untuk satu minggu, malah lebih "
" Oke.. "
Dika dan Neta berjalan menuju kasir.
" Selamat siang Bu, ada tas belanja nya ? " kasir kepada Neta.
" Oh ya.. ini Mbak " Neta menyerahkan beberapa tas belanja ke kasir.
Kasir mulai mengscan semua belanjaan Neta, Neta dan Dika memperhatikan belanjaan yang mereka beli.
" Totalnya.. tiga j............. " kasir kepada Neta.
Saat Neta akan mengeluarkan kartu dari dompetnya, Dika sudah menyerahkan kartunya terlebih dahulu.
" Ini saja Mbak "
" Loh.. Mas ini kan yang kamu kasih buat belanja, ini aja Mbak "
" Udah nggak apa-apa ini aja " Dika keukeuh
" Yang Mas simpan aja, ini aja "
" Mbak ini aja, udah sayang ini kartu simpan lagi di dompet, kamu jadi bikin Mbak kasir nya bingung tuh " Dika menyerahkan kartunya lalu mengambil kartu yang dikelurkan Neta untuk diberikan kepadanya.
" Hmm.. ya udah deh " Neta kembali memasukkan kartu nya kedalam dompet
" Ini Pak kartunya, total nya sudah sesuai, terima kasih.. semoga datang kembali " kasir kepada Dika da Neta.
" Ya.. sama-sama "
Neta dan Dika kembali berjalan semua belanjaan mereka bawa menggunakan troli, mereka berdua menuju lift untuk sampai parkiran swalayan.
Sesampainya di parkiran mobil Dika langsung memasukkan seluruh belanjaan nya kedalam mobil, setelah semua sudah disimpan didalam bagasi mobil, Neta masuk kedalam mobil disusul oleh Dika duduk di kursi kemudi.
Dika menyalakan mesin mobilnya, lalu mobil melaju meninggalkan Swalayan.
...****************...
Dalam perjalanan
" Mas kita kapan ke ibu ? " tanya Neta.
" Kamu mau nya kapan ? " tanya Dika balik.
" Ya.. sekarang aja gimana ? biar sekalian keluar kan " Neta menawarkan.
" Boleh, tapi oleh-oleh nya dibawa gak ? " tanya Dika.
__ADS_1
Neta menoleh ke arah jok belakang mobil.
" Aku udah bawa kok, itu " Neta menunjuk ke jok belakang mobil.
" Oh ya.. jadi sekarang kita ke ibu dulu ya " ucap Dika.
" Hmm " Neta mengangguk.
Sekitar 1 jam perjalanan Neta dan Dika telah sampai di kediaman kedua orangtuanya. Kedatangan Dika dan Neta disambut oleh Pak Arman dan istrinya.
" Dika.. Neta.. kenapa kesini gak ngabarin dulu " Ibu kepada Anak dan menantunya.
" Tadi Dika dan Neta sekalian keluar Bu "
" Capek ya kalian dari Labuan Bajo dan Raja Ampat " ucap Ibu.
" Capek perjalanan nya Bu " balas Dika.
Neta hanya tersenyum.
" Oh iya Bu, ini ada sedikit oleh-oleh perjalanan kita kemarin, ada untuk Ayah dan Ibu " susul Neta menyerahkan beberapa paper bag kepada Ayah dan Ibu.
" Waduh terima kasih ya sayang " ucap Ibu.
" Terima kasih Nak " ucap Ayah.
" Sama-sama Ayah Ibu, maaf hanya membawa itu "
Neta dan Dika membawakan oleh-oleh kopi khas labuan bajo dan kain songke untuk Ayah, kain songke dan perhiasan mutiara untuk Ibu.
" Terima kasih banyak, Ibu senang sekali, pasti ini kamu ya Neta yang memilihkan perhiasan mutiara ini "
" Iya Bu " Neta malu-malu
" Sepertinya selera kita sama, Ibu suka sekali "
" Alhamdulillah kalau ibu suka "
Mereka bercengkrama bersama, Dika dan Neta sudah pamit untuk kembali pulang ke rumah namun Ibu meminta Dika dan Neta untuk makan bersama terlebih dahulu. Karena tidak enak untuk menolak Dika dan Neta menyetujui.
" Kamu baru kan makan bersama disini Net " ucap Ibu, karena memang benar ini kali pertama Neta makan bersama bersama kedua mertuanya.
" Iiya Bu "
" Oya Dik, Ayah mengusulkan bagaimana jika Neta mengganti kan kamu di perusahaan, karena kamu selama ini sibuk dengan pekerjaanmu, untuk bagian Audit Internal perusahaan lebih baik dipegang oleh Neta saja, bagaimana ? " Ayah kepada Dika.
" Hmm.. nanti dulu.. Gak bisa gitu dong Yah.. Neta lebih baik menemani ibu di klinik sekarang, Ibu kan juga mau ditemani oleh menantu Ibu sendiri mengelola Klinik Kecantikan Ibu " ucap Ibu.
" Bu.. Neta sudah lebih dulu bekerja si perusahaan, jadi passion Neta memang sudah di perusahaan, iya kan Net ? " Ayah kepada Neta.
Neta hanya tersenyum canggung, ia merasa bingung.
" Kali ini saja Yah, diperusahaan sudah banyak karyawan, Dika kan masih sanggup dengan double job nya Yah " Ibu keukeuh.
Neta melirik ke arah suaminya, ia tambah bingung, Dika yang mengerti apa yang dirasakan Neta.
" Oke.. sudah ya Ayah Ibu.. Neta istri Dika sekarang, Dika yang memutuskan, Neta hanya boleh tinggal di rumah dan tugas Neta hanya mengurus kebutuhan Dika dan memasak untuk Dika " Dika tersenyum lalu melirik ke arah istrinya.
Neta sedikit kaget dengan ucapan suaminya. Neta memberikan kode ke Dika, namun tidak di gubris oleh Dika, dengan santai ia kembali menyuapkan nasi dan lauk ke mulutnya.
__ADS_1
" Benar begitu Neta ? " tanya Ayah.
" Hmm... mau gimana lagi kalo yang minta suaminya kita tidak bisa berbuat banyak Yah " Ibu sedikit lesu.