
Neta keluar kamar mandi, lalu duduk di meja rias mengambil pengering rambut lalu menyalahkan nya sedangkan Dika masih dikamar mandi membersihkan tubuhnya.
" Hmm... bisa banget ya bohong nya, bilang aja mau gencatan senjata " gumam Neta sambil menyisir rambutnya lalu dikeringkan menggunakan pengering rambut.
Neta masih fokus pada rambutnya, tanpa sadar Dika sudah keluar kamar mandi dengan pakaian rumahan, lalu ia mendekati istrinya.
" Sayang... " Dika mengecup sekilas pipi Neta.
Neta hanya memutar bola matanya. Dika hanya tertawa jahil.
" Kalo kamu kaya gitu berarti.. " Dika kembali ingin menggoda istrinya.
" Gak berarti apa-apa " ucap Neta.
" Hahahahaha .. kenapa sih Yang.. " Dika masih terus menggoda istrinya.
Neta masih terdiam kembali fokus mengeringkan rambutnya, tanpa dikomando terdengar suara dari dalam perut Neta, ia baru ingat kalo ia belum makan sore ini, padahal biasanya ia sudah beberapa kali makan maklum busui pasti terasa selalu haus dan lapar.
" Mas.. " Neta kepada suaminya.
" Iya, kenapa ? " Dika yang sedang duduk di sofa memainkan ponselnya, langsung menoleh ke arah istrinya.
" Kamu laper gak ? " tanya Neta.
" Hmm.. laper sih, apalagi kan barusan.. " ucap Dika jahil langsung dipotong oleh Neta menutup mulut suaminya.
" Makan yukk.. " susul Neta.
" Hmm.. mmm... " Dika menunjuk-nunjuk ke tangan Neta yang menutup mulutnya, Neta langsung melepaskan tangannya.
" Kamu ya.. ke suami gak sopan " ucap Dika.
Neta tersenyum kelihatan gigi.
" Hehehe.. Maaf Mas.. lagian sih jangan usilin aku terus Mas.. " balas Neta.
" Hmm.. ya udah mau makan apa ? Mbok Sum masak gak ? " tanya Dika.
" Aku gak minta Mbok Sum buat masak Mas hari ini, paling Mbok Sum masak buat makan dia dan Kiki " jawab Neta.
" Hmm... ya udah kamu ganti baju " ucap Dika.
" Mau kemana Mas ? " tanya Neta.
" Katanya kamu mau makan Yang.. kita beli aja " jawab Dika.
" Heheheheh oh iyaa " balas Neta membuat Dika menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Neta berganti pakaian, setelah siap Dika mengambil jaket dan dompet, Dika berjalan menuju pintu keluar disusul oleh Neta. Saat Dika membuka pintu Neta mencegahnya.
" Mas.. euu.. eh " ucap Neta.
" Kamu gak capek kan ? " tanya Neta.
" Nggak sayang.. " jawab Dika tersenyum.
" Hmm.. " Neta menganggukan kepalanya.
Mereka berdua keluar kamar, Neta membelokkan arah, ke kamar si kembar ia ingin melihat dulu si kembar, apakah masih tidur atau sedang bermain.
" Mau kemana ? " tanya Dika.
" Liat dulu si kembar " ucap Neta sambil berjalan menuju kamar si kembar.
" Oh ya.. " Dika pun mengekori Neta menuju kamar si kembar.
Neta membuka pintu kamar, terlihat si kembar masih terlelap tidur.
" Alamat begadang nih nanti malem " gumam Neta, ia pun melihat Kiki sedang tidur di bawah karpet, sambil menjaga si kembar.
" Mas.. Nala dan Nathan masih tidur " ucap Neta kepada suaminya.
" Ya udah jangan diganggu " balas Dika.
" Ibu " ucap Kiki.
Neta dan Dika menoleh ke arah Kiki.
" Ki, emang dari tadi si kembar gak bangun ? " tanya Neta.
" Tadi bangun sebentar lalu saya beri susu Bu, setelah itu tidur lagi " jawab Kiki.
" Hmm.. okee, oya Ki, saya sama Papa nya si kembar mau ke luar dulu ya, kamu mau nitip apa ? " tanya Neta.
" Oh iya Bu, tenang saja Bu, Si kembar insyaallah aman, ibu dan Bapak tidak perlu khawatir, hmm.. tidak usah Bu terima kasih " ucap Kiki.
" Tolong jaga ya Ki " susul Dika.
" Ba..baik Pak "
" Ya udah saya keluar dulu " ucap Neta, sebelum keluar ia kembali melihat kedua anak kembarnya.
Dika dan Neta berjalan menuruni tangga, Neta lalu menghampiri Mbok Sum.
" Mbok saya dan Mas Dika pergi dulu ya " ucap Neta.
__ADS_1
" Oh ya Mbak Neta silakan "
" Titip kembar ya Bi, dia lagi tidur kok sama Kiki " ucap Neta lagi.
" Siap mbak " balas Mbok Sum.
Dika berjala menuju garasi sebelumnya ia mengambil kunci motor didalam laci Buffet.
" Yang.. pake helm ya.. " ucap Dika.
" Pake motor Mas ? " tanya Neta berbinar.
" Iya.. " Dika mengeluarkan motor menuju halaman rumah.
" Yang Ayo.. " Dika memanggil Neta yang masih sibuk mengunci helm yang ia pakai.
" Otw Pak Dika " Neta menghampiri suaminya, lalu naik ke atas motor.
" Pegang yang kuat ya " ucap Dika.
Neta sudah memposisikan tubuhnya, motor melaju meninggalkan halaman rumah. Dika sesekali melihat istrinya dari kaca spion, terlihat Neta dengan raut wajah yang senang.
" Yang.. kamu seneng ya ? " tanya Dika.
" Hmm.. aku seneng Mas.. gak tau kenapa, apa karena aku udah lama ga diboncengin kamu pake motor " jawab Neta.
" Hmm.. dulu aja aku mau anterin kamu pulang pake motor tapi suka jual mahal " balas Dika.
" Itu kan jaman sekolah Mas " Neta menepok pundak suaminya.
" Iya..iya.. " Dika sedikit tertawa.
Mereka banyak ngobrol diatas motor, sambil menikmati perjalan sore nya, hal yang amat sangat jarang terjadi, apalagi jika Dika sudah sibuk dengan pekerjaan.
" Mas.. coba kamu banyak waktu kaya gini, aku kan jadi seneng " ucap Neta.
" Hmm.. iya sayang " balas Dika sambil mengusap-usap tangan Neta yang memeluk dirinya.
Akhirnya Dika menghentikan laju motornya di kedai soto.
" Yang mau makan soto aja atau apa ? " tanya Dika.
" Boleh Mas.. soto aja deh aku gak kuat udah laper banget " jawab Neta.
" Oke " Dika memarkirkan motornya tepat di depan kedai.
Neta dan Dika turun dari motor, menuju kedai, lalu mereka berdua memesan 4 bungkus soto untuk dibawa pulang, khawatir jika terlalu lama dijalan Si kembar bangun. Neta membawa pulang 4 bungkus soto untuk dirinya, Dika lalu Mbok Sum dan Kiki.
__ADS_1