
Rumah Sakit Keluarga Harapan
Di lorong rumah sakit, Neta dan Dika sedang menunggu Pak Arman diperiksa oleh dokter, Dika telah menghubungi Ibu nya untuk segera ke rumah sakit, tidak lama Ibu Dika telah sampai rumah sakit, ia menghampiri Neta dan Dika yang sedang menunggu di kursi tunggu.
" Dikaa .. Neta .. " ucap Ibu membuyarkan lamunan Neta dan Dika.
" Ibu.. "
" Bagaimana keadaan Ayah " Ibu terisak.
" Ayah sedang ditangani dokter Bu, Ibu yang tenang ya.. Insyaallah Ayah baik-baik saja " Dika menenangkan.
" Apa yang terjadi kepada Ayah ? " tanya Ibu.
Neta melirik ke arah suaminya.
" Tadi Dika dihubungi Tio.. Jika Pak Robby orangtua dari Prisilla datang menemui Ayah ke Perusahaan " Dika menjelaskan kepada Ibu nya.
" Dari awal ibu sudah kurang setuju jika Robby ingin menanam sahamnya di perusahaan, tapi Ayah bersikeras menerima itu, Ibu tidak yakin kepada Robby walaupun ia sahabat Ayahmu tapi yang ibu tahu Robby itu licik " ucap Ibu.
" Sudahlah Bu, yang terpenting sekarang kesehatan Ayah dulu ya " balas Dika.
" Iya Bu.. " Neta merangkul Ibu mertuanya.
Ibu nya hanya mengangguk.
Mereka bertiga masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Tidak lama seorang dokter keluar dari ruang pemeriksaan, Dika, Neta dan Ibu langsung menghampiri dokter itu.
" Keluarga Pak Arman ? " tanya Dokter.
" Betul Dok " Dika kepada Dokter.
__ADS_1
" Dari hasil pemeriksaan, Pak Arman mengalami serangan jantung " ucap Dokter.
" Ya Allah.. "
" Ya Allah.. "
" Bagaimana kondisinya sekarang Dok ? " tanya Ibu Dika.
" Pak Arman sudah siuman, masa kritisnya sudah lewat namun Pak Arman tetap masih harus dalam perawatan intensif " jawab Dokter.
" Saya sudah boleh bertemu dengan suami saya Dok ? " tanya Ibu.
" Silakan bu, tapi bergiliran ya.. karena Pak Arman masih dipasang alat-alat medis, sehingga Pak Arman tidak boleh dulu melakukan banyak aktifitas dan juga jangan dulu dibebani oleh pikiran-pikiran yang berat " ucap Dokter lagi.
" Baik Dok "
" Baik Dok "
" Kalau begitu saya permisi, ibu bisa masuk lewat pintu kanan, nanti ada perawat yang akan mengantarkan untuk bertemu dengan suami Ibu " Dokter mengarahkan.
Dokter berlalu meninggalkan, Ibu, Dika dan Neta.
" Bu, ayo ibu lebih dulu untuk melihat Ayah, nanti Dika lalu Neta " ucap Dika.
" Iya Dika "ucap Ibu berjalan ke pintu masuk untuk keluarga pasien yang diantarkan oleh Dika dan Neta.
Ibu masuk kedalam ruangan sedangkan Dika dan Neta kembali duduk di kursi tunggu.
Raut kekhawatiran terlihat dari wajah Dika, ia memang tidak dapat menyembunyikan itu, Neta pun mengerti, ia meraih tangan suaminya untuk ia genggam pertanda memberikan kekuatan.
Dika menoleh ke arah istrinya .
__ADS_1
" Terima kasih " ucap Dika tersenyum sekilas, ia mengerti akan sikap Neta kepadanya.
" Hmm.. " Neta menganggukan kepalanya membalas senyuman Dika.
" aku gak bakal maafin orangtua Prisilla kalo terjadi apa-apa sama Ayah ! " ucap Dika.
" Mas.. " Neta berusaha untuk menenangkan suaminya.
Tidka lama ibu sudah kembali, lalu Dika bersiap untuk bergiliran melihat keadaan Ayah nya, yang dilanjutkan oleh Neta nantinya.
...****************...
Perumahan MGM Grup
Kabar Pak Arman masuk ke rumah sakit setelah kedatangan Pak Robby sudah tersebar keseluruh perusahaan, semua beranggapan jika perlakuan Pak Robby kepada Pak Arman sungguh tidak dapat di tolelir lagi.
" Parah ya, gak anak gak bapak sama aja kelakuan nya bikin rusuh " ucap Gema.
" Bener Pak Arman sampe masuk rumah sakit dong "
" Ck.. gila-gilaan Si Sisil, saking gak terima nya di pecat dari sini, langsung mengutus orangtuanya kesini "
" Oya, Pak Dika gimana ya, aku yakin banget deh, asti dipenjarain tuh mereka kalo Pak Arman kenapa-kenapa "
" Iya secara kan Pak Dika sayang banget sama Pak Arman "
Karyawan semua membicarakan Bos nya atas kejadian hari ini begitupun di divisi lain seperti Divisi HRD tempat dimana Neta bekerja.
" Pantesan Neta langsung pergi aja,mertua nya masuk rumah sakit " ucap Ramon.
" Bener Mon, duh semoga gak apa-apa ya .. Ya Allah berilah kekuatan dan kesehatan untuk bos kami yang baik hati " ucap Indri.
__ADS_1
" Semoga baik-baik aja ya Pak Arman " ucap Sofia.
Mereka bertiga mendoakan kebaikan dan kesehatan untuk bosnya. Agar kembali beraktifitas seperti sedia kala.