Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 70


__ADS_3

" Yah.. tenang saja, semoga Dika dan Neta segera diamanahi keturunan " ucap Dika.


" Aamiin "


" Aamiin, Ayah dan Ibu selalu mendoakan kebaikan rumah tangga kalian " susul Ibu.


Dika sedang berbicara dengan Ayah nya, sedangkan Neta sedang duduk di sofa tamu agak jauh dari bed yang ditiduri oleh Ayah mertuanya. Karena kamar perawatan di Paviliun Anggrek ada ruangan khusus untuk menerima tamu dan juga ruangan khusus bagi yang sedang berjaga menunggu pasien, sehingga tidak menganggu jika pasien sedang istirahat atau tidur. Ibu melihat Neta yang sedang duduk sendiri sambil memainkan ponsel nya segera menghampiri, ibu khawatir apa yang diucapkan suaminya tadi menganggu pikiran menantunya.


" Neta.. " Ibu duduk tepat disamping menantunya.


" Oh iya Bu.. " Neta tersenyum sekilas.


" Jangan terlalu dipikirkan ya, apa yang dikatakan Ayah tadi " ucap Ibu.


" Perkataan yang mana Bu ? " tanya Neta.


" Itu loh yang Ayah ingin segera memiliki cucu " jawab Ibu.


" Oh hehe tidak apa-apa Bu, wajar jika Ayah ingin segera memiliki cucu " balas Neta.


" Ya.. memang beberapa hari terakhir ini Ayah selalu berucap sebelum ia meninggalkan dunia ini, ia ingin melihat cucu-cucu nya terlebih dahulu "


" Doakan Neta dan Mas Dika ya bu "


" Pasti sayang.. Ibu pasti mendoakan yang terbaik untuk rumahtangga kalian, rumahtangga kalian diberkahi oleh Allah.. " Ibu tersenyum.


" Terima kasih Ibu " Neta memeluk ibu mertuanya, ia merasa Ibu Dika sangat sayang kepadanya seperti Ibunya sendiri di rumah.


Ibu menceritakan kepada Neta jika dulu ia menginginkan Dika itu sangat sulit, banyak pengobatan yang dilakukan dari medis hingga tradisional, namun sampai beberapa tahun, belum juga diamanahi keturunan.

__ADS_1


Hingga akhirnya Ibu dan Ayah ada dititik pasrah, apapun yang terjadi, kapan pun Dika hadir ibu sudah pasrah kepada Allah, karena Allah maha tahu segalanya kapan waktu tepat Ibu diamanahi seorang keturunan, sampai akhirnya di tahun ke 5 pernikahan, Ibu dinyatakan hamil. Ibu dan Ayah sangat bahagia luar biasa. Sampai akhirnya Dika lahir di tahun yang sama.


" Nah .. kesimpulan nya selalu libatkan Allah dalam setiap keinginan dan harapan kita, apalagi mengenai keturunan, teruslah berdoa, anak adalah hak sang maha pencipta, lagipula usia pernikahan kalian masih muda kan, nikmatilah dulu masa-masa pacaran kalian setelah menikah " ucap Ibu tersenyum.


" Terima kasih banyak Ibu.. "


" Sama-sama sayang, kamu menantu Ibu satu-satunya harapan Ibu dan Ayah hanya pada kamu, Ibu tidak ingin kamu merasa tertekan, merasa tidak nyaman dengan kami, anggaplah kami seperti orangtua kamu sendiri di rumah, kami sama kok, kami orangtua Dika dan kami orangtua kamu juga " susul Ibu.


" Bu.. terima kasih banyak kebaikan Ibu dan Ayah kepada Neta selama ini, maafkan Neta Bu, belum bisa membalas kebaikan Ayah dan Ibu "


" Tidak Nak, kamu menantu terbaik Ibu, kamu sudah mengurus Dika dengan baik, lihat saja Dika sepertinya bertambah berat badannya " Ibu sedikit tertawa.


" Hah.. " Neta menoleh ke arah suaminya, yang pada saat itu Dika pun melihat ke arah Neta.


" Apa ? " tanya Dika tanpa bersuara hanya menggerakkan bibirnya.


Karena penasaran Dika menghampiri Neta dan Ibunya. Sebelumnya ia sudah meminta Ayah untuk beristirahat.


" Ibu bilang sama istri mu jika kamu nakal lapor aja ke Ibu " jawab Ibu.


" Hmm.. nakal gimana maksudnya ? " Dika tidak mengerti.


" Iya tuh Bu, Mas Dika suka ganjen " ucap Neta.


" Ganjen kesiapa ? " Dika tidak terima.


" Dikaa.. jangan dikira ibu tidak tahu ya.. "


" Gak tau gimana sih Bu ? " Dika semakin tidak mengerti.

__ADS_1


Neta ingin tertawa melihat wajah suaminya.


" Maksud nya apa sih sayang, aku ganjen gimana sih, gara-gara Bella kamu cerita ke Ibu ? " ucap Dika pelan.


Neta hanya diam sambil sedikit tersenyum.


Ibu yang samar mendengar ucapan Dika dengan kata-kata Bella langsung menyambar ucapan Dika.


" Bella ? Siapa Bella ? Jawab Dika siapa ? " tanya Ibu.


" Ii..itu Bu.. maksud nya bela negara bu iya bela negara " jawab Dika.


Ibu sedikit menjewer kuping anaknya.


" Aduh bu.. ampun Bu iya.. nggak kok .. sayang bantuin dong.. kamu bahagia banget liat suaminya dijewer " ucap Dika sedikit meringis.


Neta hanya tertawa melihat tingkah suaminya.


" Sayang.. kamu gak bantuin aku dijewer Ibu, bakal aku balas ya nanti di rumah " ucap Dika mengusap-usap telinganya.


" Dika.. mau membalas apa kamu !? " tanya Ibu.


" Ibu tidak perlu khawatir, balasan Dika akan memberikan cucu untuk Ayah dan Ibu " Dika tersenyum santai.


Neta membelalakkan matanya.


" Mas Iiihh.... " Neta mengejar Dika, Dika berlari menjauh dari tempat Ayah nya tidur.


" ya Tuhaann Neta, Dika ini di rumah sakit.. " Ibu merasa frustasi ia menghempaskan tubuhnya keatas sofa.

__ADS_1


" Benar-benar Tom and Jerry " gumam Ibu.


__ADS_2