
" Kita cari lagi yuk atau kamu mau makan apa selain tahu isi ? " tanya Dika.
" Gak mau.. aku mau tahu isi ini " Neta masih terisak.
Dika menghela nafas panjang, ia menyeka lembut air mata yang membasahi pipi istrinya.
" Sayang.. besok aku janji, pulang kerja aku bakal mampir kesini buat beli tahu isi buat kamu ya.. bila perlu sama gerobaknya aku beliin " ucap Dika sekenanya.
" Mas.. aku pengen banget tahu isi ini, aku nungguin banget kapan kamu bisa anterin aku beli tahu isi " ucap Neta.
" Iya sayang aku janji, besok ya.. oya sebentar aku turun dulu " Dika turun dari dalam mobil.
" Mau kemana ? " tanya Neta namun tidak dihiraukan oleh Dika.
Neta melihat Dika menghampiri penjual tahu isi tadi. Neta terus memperhatikan suaminya.
" Pak.. saya beli tahu isi buat besok ya, saya ambil kira-kira jam 4 sore, ini uangnya " Dika menyerahkan satu lembar uang berwarna merah.
" Semuanya Pak ? " tanya penjual tahu isi.
" Iya semuanya "
" Baik Pak, oya Pak.. Bapak suami ibu yang hamil besar tadi ya " tanya penjual tahu itu karena melihat Dika keluar dari mobil yang sama dengan Neta.
" Iya Pak "
__ADS_1
" Aduh Pak saya mohon maaf, saya bukannya tidak profesional tapi ya mau bagaimana tahu isi pesanan Mbak nya diambil paksa, saya juga jadi gak enak ke Mbak nya " ucap penjual itu.
" Ya udah gak apa-apa Pak "
" Besok ya Pak, saya siapkan untuk Mbak nya saya buatkan spesial dibandingkan yang saya jual ini, untuk menebus kesalahan saya juga "
" Hmm.. terima kasih Pak " Dika tersenyum sekilas.
" Sama-sama Pak, saya terima kasih juga "
Selesai memesan tahu isi Dika kembali masuk kedalam mobil, Neta masih menunggunya, namun ia sudah tidak menangis sekarang.
" Udah.. " ucap Dika.
" Aku udah langsung pesan tahu isi, buat kamu besok tapinya setelah aku pulang kantor, aku ambil ya.. Bapak penjualnya juga minta maaf katanya " ucap Dika tersenyum sekilas.
" Hmm... tapi aku masih kesel " balas Neta.
" Udah gak apa-apa, kita ambil hikmahnya aja, mungkin itu bukan rejeki kita kan, lagian juga kasian lah mungkin laki-laki itu bersikap begitu karena memang istrinya lagi ngidam kan " ucap Dika.
" Mas kok belain laki-laki itu, aku juga sama Mas.. lagi hamil juga, mana udah hamil tua gini " balas Neta tidak terima.
" Bukannya ngebelain sayang.. yang terpenting sekarang aku udah pesan, tahu isi buat kamu, tapi besok.. gak apa-apa ya .. " ucap Dika lagi.
" Hmm.. " Neta hanya mengangguk.
__ADS_1
Dika mengelus-elus perut istrinya.
" Sayang anak-anak Papa yang pinter, mau makan apa sekarang ? gak apa-apa ya makan tahu isi nya besok aja " ucap Dika.
Neta hanya terdiam memperhatikan suaminya.
" Mau kemana sekarang ? " tanya Dika.
" Ke tempat wisata kuliner aja " jawab Neta.
" Oke "
Dika menyalakan mesin, melajukan mobilnya menuju tempat yang Neta inginkan, Dika terus mencairkan suasana sehingga membuat Neta sedikit melupakan kekesalannya karena tahu isi. Dika pun tidak menyalahkan, ia pun merasa iba kepada istrinya, sepertinya ia sangat ingin memakan tahu isi, namun kita tidak pernah tahu apa yang terjadi.
" Mas aku mau sate "
" Hah.. sate ? itu kan dibakar pake arang Yang " balas Dika.
" Hmm... "
" Yang lain aja ya.. selain sate " ucap Dika lembut.
Neta kembali terdiam.
Dika kembali menghela nafas dalam lalu memijat-mijat sedikit pelipisnya.
__ADS_1