
Dika keluar dari kamar mandi sudah dengan baju rumahan. Ia menghampiri Neta yang sedang duduk di sofa, Dika merasa senang Neta sudah kembali seperti dulu, hangat, manja dan cerewet pastinya.
" Mas.. kamu udah makan ? " tanya Neta.
" Tadi sore sih.. kaya nya aku gak makan lagi, udah malem " jawab Dika.
" Hmm.. takut gemuk ? " ucap Neta.
Dika hanya menggeleng tersenyum lalu duduk disamping istrinya.
" Sayang.. pengasuh kembar udah dateng ya ? " tanya Dika.
" Udah Mas.. kan tadi siang aku kirim pesan ke kamu, kalo pengasuh si kembar udah datang " jawab Neta.
" Hmm.. aku belum buka pesannya mungkin ketumpuk pesan-pesan yang lain " ucap Dika.
" Hmm.. kebiasaan "
" Si kembar udah tidur ? " tanya Dika lagi.
" Tadi sih udah Mas, Oya Mas.. maaf ya aku gak bilang dulu, tadi aku beli alat buat disimpan di kamar Si kembar " ucap Neta.
" Alat apa ? " tanya Dika.
" Alat monitor gitu Mas.. jadi bisa tahu kalau si kembar nangis atau bangun, aku tadi beli online dan untungnya bisa langsung dikirim hari itu juga, jadi gak lama langsung sampe rumah " jawab Neta.
" Hmm.. oke.. nanti tambahin aja, kita pasang cctv khusus di kamar si kembar, Oya gimana pengasuh si kembar dia bisa kan merawat bayi ? " ucap Dika.
" Bisa sih Mas, dia telaten kok, aku perhatiin dia juga kaya nya baik sih, tapi ya.. yang namanya orang baru, aku juga belum sepenuhnya ngelepas pengasuh si kembar buat ngerawat tanpa pantauan dari aku " balas Neta.
" Ya.. bagus.. lebih baik begitu.. kita harus lebih waspada, makanya kenapa aku lebih selektif memilih pengasuh untuk anak-anak kita, aku khawatir karena gak sedikit kasus yang aku tangani karena keteledoran pengasuh yang berakibat fatal untuk anak-anak " susul Dika.
" Iya Mas.. " Neta mengangguk.
" Aku mau liat dulu si kembar " Dika berjalan menuju kamar anak-anak nya disusul oleh Neta mengekori Dika di belakang.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Dika melihat Kiki sedang duduk sambil menepuk-nepuk bokong Nala dan Nathan bergantian.
" Ki.. Si kembar bangun ? " tanya Neta pelan.
" Oh Bu.. tadi sedikit bangun tapi tidak lama tidur lagi " ucap Kiki.
Kiki yang melihat ada majikan laki-laki nya terus saja menunduk. Neta merasa heran, lalu ia melihat ke arah suaminya dengan wajah datar.
Neta hanya sedikit menggelengkan kepalanya. Dika menghampiri anak kembarnya.
" Anak Papa tidur ya.. yang nyenyak ya sayang.. mimpi indah " ucap Dika menciumi kedua anak nya.
Setelah itu Dika kembali beranjak.
" Tadi siapa kamu namanya ? " tanya Dika ke Kiki.
" Saya ? Kiki Pak " jawab Kiki.
" Tolong jaga anak-anak saya ya " ucap Dika datar.
" Ayo sayang.. " Dika berlalu mengajak Neta.
" Ki.. kalo ada apa-apa kamu ketuk pintu kamar saya ya " ucap Neta.
" Baik Bu "
Neta berjalan keluar kamar, menyusul suaminya menuju kamar.
...****************...
" Mas.. kamu kok gitu sih ke Kiki " tanya Neta.
" Gitu gimana ? " tanya Dika balik.
" Kamu ngomongnya dingin banget, kasian dia sampe takut " jawab Neta.
__ADS_1
" Perasaan biasa aja, aku kan emang begini, masa aku harus lemah lembut gitu, haha hihi gitu iya " ucap Dika.
" Ya bukan gitu juga.. "
" Aku kan lemah lembut cuma sama kamu " balas Dika tersenyum.
" Hmm.. bohong banget.. kemaren aja bentak-bentakin aku " Neta memajukan sedikit bibirnya.
" Kapan aku bentak-bentakin kamu ? "
" Suka lupa deh.. ya udah lupain aja " Neta duduk di pinggiran kasur.
Dika pun merebahkan tubuhnya ke atas kasur, jam sudah menunjukkan pukul 21.30 malam.
Dika melihat ada sejadah dan mukena tersimpan di meja dekat sofa, Dika langsung terperanjat kembali bangun.
" Sayang... " Dika mencolek lengan istrinya.
" Kenapa ? " Neta membetulkan posisi duduknya.
" Kamu udah shalat lagi ? " tanya Dika.
" Udah lah.. masa nifasku udah selesai " jawab Neta santai.
Dika mendekatkan tubuhnya ke arah Neta.
" Yang... jadi bisa dong .. " ucap Dika dengan senyum jahil.
" Bisa apa ?! " tanya Neta mulai tidak enak hati.
Dika mulai memberikan kode-kode rahasia yang hanya dimengerti oleh Neta dan Dika.
" Aarggghhhhhh.... tidak.... jangan sekarang !!!! " Neta akan berlari menjauhi Dika, namun Dika lebih dulu meraih tangan istrinya.
❤️❤️❤️
__ADS_1