Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 146


__ADS_3

Di rumah Neta terus saja memantau cctv, ia sudah merasa sangat kesal melihat Wulan dan Hary seenaknya di perusahaan Ayah mertuanya.


" Bener-bener mereka, gak tahu terima kasih, kurang apa Ayah kepada mereka, gaji pun sudah sesuai bahkan lebih, mereka selalu diberikan bonus oleh Ayah, tapi.. ternyata mereka tidak puas, malah korupsi ingin memperkaya diri sendiri" gumam Neta sambil melihat rekaman cctv yang terhubung ke ponselnya.


Neta terus memperhatikan apa yang dilakukan mereka berdua , Neta hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


" Bagaimana kalau Ayah tahu hal ini ? Aku harap Ayah gak tahu dulu, kasian Ayah " batin Neta.


Dilain tempat Dika pun sedang menghubungi beberapa klien dan mitra di perusahaan nya, ia mengutarakan apa maksud dan tujuannya kepada mitra perusahaan nya, mereka tidak tahu jika Dika akan menjebak karyawannya.


" Wah pantas saja Pak Dika, saya ditawari oleh bagian pengadaan barang di MGM Grup dengan harga relatif sangat rendah, siapa yang tidak mau kan ? Maka dari itu kami langsung mengambil barang itu, namun kami baru membayar barang itu setengah " ucap wakil presiden direktur perusahaan Global Company melalui sambungan telepon.


" Ya karena perusahaan kami memang sedang mengadakan cuci gudang yang besar-besaran, kalo begitu untuk sisa pembayaran nya bisa langsung di transfer saja ke rekening perusahaan, untuk nomor rekening nya saya akan kirimkan " balas Dika melalui sambungan telepon.

__ADS_1


" Baik Pak Dika, terima kasih banyak, semoga sukses selalu untuk Pak Dika dan MGM Grup "


" Baik terima kasih kembali, selamat siang "


" Siang "


Satu perusahaan yang menerima barang hasil penjualan Wulan dan Hary sudah Dika hubungi. Dika melacak semua alur penjualan barang perusahaan, bukan hal sulit bagi Dika karena ia pun dibantu oleh rekan-rekan dalam menangani perkara perusahaan nya sendiri.


" Apa lagi ini ? Pasti ulah Wulan dan Hary.. bener-bener ya.. kalian pikir kalian bisa seenaknya, kami diam bukan tidak tahu dan sekarang .. saatnya .. " batin Dika.


Dika langsung menghubungi Pimpinan Sandyakala Corp, sebelumnya ia memohon maaf karena perusahaan tidak pernah menawarkan penjualan alat berat dengan harga yang relatif murah lagipula alat berat yang dimiliki perusahaan, itu akan dikirimkan ke proyek-proyek yang memang sedang membutuhkan alat-alat berat.


Pimpinan Sandyakala Corp mengerti setelah dijelaskan oleh Dika, ia pun merasa aneh dan heran, seharusnya dalam berbisnis tidak seperti itu, Sandyakala Corp tahu betul posisi MGM Grup, karena Sandyakala Corp sudah berjanji untuk selalu membantu MGM Grup jika terjadi sesuatu di perusahaan nya.

__ADS_1


" Nah begitu Pak Dika, kenapa saya langsung kirim pesan, karena tidak seperti itu seharusnya, justru akan membuat perusahaan menjadi kolaps kembali " ucap Aksa.


" Betul Pak Aksa terima kasih atas pengertiannya dan saya mohon bantuannya seperti apa yang saya utarakan tadi " balas Dika melalui sambungan telepon.


" Baik, saya siap membantu, karyawan seperti itu memang harus di berikan pelajaran, jangan segan-segan untuk memberikan tindakan tegas, ini kegiatan kriminal sudah sepantasnya masuk jalur hukum " ucap Aksa lagi.


" Betul Pak, terima kasih banyak atas bantuannya "


" Jangan sungkan " balas Aksa.


Sambungan telepon Dika dan pimpinan Sandyakala Corp terputus, besok pagi sesuai kesepakatan Dika dan Aksa, Aksa akan menerima penjualan alat berat, namun ia ingin bertemu langsung dengan kepala Divisi pengadaan barang, karena ia menyebutkan jika Dika sudah membuat kuasa untuk mewakilkan semua urusan pengadaan dan pergantian barang kepada dirinya.


Disaat itulah rencana Dika untuk menjebak Hary akan dilakukan.

__ADS_1


__ADS_2