
Markas Kepolisian
Dika sedang berada di ruangannya bersama Kevin, Kevin sudah kembali bekerja sama seperti Dika. Disaat yang bersamaan pintu ruangan Dika diketuk.
Tok.. tok..tok..
" Masuk " ucap Dika.
Pintu ruangan terbuka.
" Ijin Bang " ucap Aldo menghampiri Dika.
" Kenapa Do ? " tanya Dika.
" Bang sudah tahu belum ? " ucap Aldo.
" Perkara apa ? " tanya Dika lagi.
" Pak Robby, ayah Prisilla "
" Ya kenapa ? bukankah semua sudah dilimpahkan ke kejaksaan ? iya kan Vin ? " tanya Dika ke Kevin.
" Hmm.. " Kevin mengangguk.
" Iya sudah selesai, kemarin kan dia dituntut sekitar 5 sampai 10 tahun, setelah berbagai proses akhirnya Pak Robby hanya dipenjara sekitar 6 tahun Bang " ucap Aldo.
" Ya.. semoga dengan ini, ia bisa jera " ucap Dika.
" Iya Bang, kalau tidak salah seluruh aset nya pun sudah habis, digunakan untuk membayar pengacara dan mungkin ia meminta bantuan kesana kemari agar tidak dilanjutkan proses hukum nya, dia tidak sadar berhadapan dengan siapa ckkckk " ucap Aldo menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Memang nya dengan siapa Do " Dika melihat ke arah Aldo sedikit heran.
" Ya dengan Bang Dika lah.. Bapak Mahardika Bimantara seorang perwira polisi pertama, yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitas nya dalam mengungkap setiap kejahatan dan pastinya anak dari seorang pemilik perusahaan besar, salah satu orang berpengaruh di negeri ini " ucap Aldo.
" Aldo.. Aldo.. cukup " ucap Dika.
" Siap salah Bang "
" Push up kamu ! "
" Siapp ! "
Aldo langsung memposisikan tubuhnya, Kevin hanya tertawa melihat Aldo.
" Berani-beraninya kamu Do.. Do.. " ucap Kevin seraya tertawa.
" Udah.. udah.. ayo duduk " Dika kepada Aldo.
" Siap ! " Aldo kembali duduk.
" Gino dan Bian mana ? " tanya Dika.
" Siap, sepertinya sedang di penjagaan Bang " ucap Aldo.
" Kamu gak ikut ke penjagaan ? " tanya Dika.
" Siap salah Bang " Aldo berjalan keluar meninggalkan Dika dan Kevin.
__ADS_1
" Oya terima kasih informasinya " ucap Dika.
" Sama-sama Bang " balas Aldo.
Kevin kembali tertawa dengan sikap Dika kepada Aldo.
" Apa sih ketawa ? " tanya Dika.
" Gak kuat liat wajah Aldo hahahaha " jawab Kevin.
" Ckkk... Aldo Aldo .. " Dika pun tertawa
Dika biasa bercanda seperti itu dengan rekan-rekan nya, Aldo sebagai junior nya pun sudah tidak merasa sungkan. Tidak lama terdengar pintu ruangan kembali diketuk namun belum Dika berucap pintu sudah terbuka dan ada Alfarezy disana.
" Siap Bang " ucap Dika.
" Lagi sibuk ? " tanya Al.
" Nggak Bang "
Al lalu masuk kedalam ruangan Dika ia duduk tepat di sebelah Kevin.
" Lagi santai nih ? " tanya Al.
" Santai Bang " jawab Dika dan Kevin.
" Vin gimana ? " tanya Al lagi.
" Alhamdulillah Bang, sudah aman "
" Syukurlah "
" Tinggal menunggu bulan Bang, perkiraan 2 bulan lagi, namun bisa lebih cepat karena janin yang dikandung istri kembar " jawab Dika.
" Hmm ya.. mulai siaga Dik, kamu juga Vin harus siaga " ucap Al.
" Siaga ? Siaga Mako Bang " balas Kevin.
" Siaga mencari calon istri " ucap Al.
" Siap salah Bang " balas Kevin dengan malas.
Dika hanya tersenyum kecil melihat ekspresi sahabatnya.
" Ayolah .. " ucap Dika kepada Kevin.
" Apanya ? " tanya Kevin.
" Pura-pura gak ngerti dia Bang " Dika kepada Al.
Disaat yang bersamaan, ponsel Kevin berdering, ia berpamit untuk mengangkat teleponnya, sedikit menjauh dari kedua rekannya.
" Ya.. halo dek " ucap Kevin mengangkat teleponnya.
Al memberikan kode kepada Dika.
" Siapa tuh ? " tanya Al.
__ADS_1
" Gebetannya kali " ucap Dika.
" Oww.. ku kira cupu ternyata suhu " balas Al disusul tawa oleh keduanya.
Dika dan Al terus menggoda Kevin, Kevin sudah sangat pasrah di goda oleh sahabat dan senior nya. Tidak lama Kevin kembali menghampiri Dika dan Al.
" Halo Dek " ucap Al menggoda Kevin.
Dika hanya tertawa melihat Kevin menjadi salah tingkah. Mereka bertiga kembali ngobrol kesana-kemari seperti biasa, karena beberapa pekerjaan sudah mereka selesaikan, sehingga kali ini banyak waktu untuk mereka.
...****************...
Dika mengambil jaket lalu memakainya, ia bersiap untuk pulang kerumah, setelah tadi melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu di masjid kantor bersama rekan-rekannya.
Dika keluar ruangan, terlihat Bian dan Gino sedang duduk di kursi dekat ruangannya.
" Pulang Bang " tanya Gino.
" Ya Gin, duluan ya.. "
" Siap Bang "
" Kamu ? gak pulang ian ? " tanya Dika.
" Saya piket Mas "
" Oh oke saya pulang ya " balas Dika.
" Siap Mas "
Dika berjalan menuju parkiran mobil, Dika masuk kedalam mobil, menyalakan mesin mobil melaju meninggalkan kantor satuan menuju rumah.
Di dalam perjalanan ia teringat tahu isi yang sudah ia pesan untuk Neta. Walaupun arah nya berbeda Dika harus putar arah sekitar beberapa kilo meter, namun demi istri tercintanya, ia tidak memikirkan itu.
Sesampainya di tempat tahu isi, Dika langsung turun dari mobilnya berjalan menghampiri penjual nya.
" Pak mau ngambil pesanan tahu isi kemarin ya " ucap Dika.
" Oh ya, Bapak yang kemarin ya, sebentar Pak saya ambilkan sudah saya siapkan " ucap Penjual itu.
Tidak lama penjual datang dengan 2 bungkusan besar berisi tahu isi.
" Ini Pak silakan " ucap penjual.
" Ini semua pak ? kok banyak banget " tanya Dika.
" Iya betul Pak, sesuai janji saya kemarin, ini untuk istri Bapak, semoga lancar persalinan nya ya Pak " ucap penjual lagi.
" Aamiin terima kasih Pak "
" Ya Pak.. sama-sama "
Dika kembali berjalan menuju mobil, ia masih tidak menyangka tahu isi yang ia pesan sebanyak itu. Dika masuk kedalam mobil, menyimpan 2 bungkusan tahu isi di jok sampingnya.
" Banyak banget, siapa yang mau habisin ? " gumam Dika.
Lalu ia menerawang jauh, ia membayangkan pasti Neta memintanya untuk kembali menghabiskan makanan nya.
__ADS_1
" Gak.. gak sanggup kalo aku harus habisin lagi " gumam Dika melajukan kembali mobilnya menuju rumah.