Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 182


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, sebentar lagi waktu adzan ashar akan berkumandang, Dika masih sibuk dengan perkara yang ia tangani, begitupun rekan Dika yang lain. Bian yang sedari tadi pagi ia belum bertemu dengan kakak iparnya karena memang ia ditugaskan untuk patroli ke daerah-daerah yang disinyalir tempat berkumpulnya geng-geng motor yang meresahkan warga.


" Duh ponsel mati lagi " gumam Bian dalam hati, ia turun dari mobil patroli lalu masuk ke dalam kantor disana Aldo dan Gino sedang duduk berdua sambil minum kopi.


" Ian sudah patrolinya ? " tanya Aldo.


" Sudah Bang " jawab Bian duduk di sebelah Gino.


" Bang Gino kemana aja nih baru keliatan " tanya Bian.


" Biasa dia .. sedang bersemedi dan sedikit menghilang dari peredaran " jawab Aldo yang disusul gelak tawa oleh Bian dan Gino.


" Saya kemarin pelatihan satu bulan Ian baru kemarin sore pulang, hari ini baru ke kantor lagi " susul Gino.


" Hmm.. oya.. saya lupa Bang.. " balas Bian.


" Bang, bawa casan handphone gak ? saya pinjam dong " ucap Bian ke Aldo.


" Ada, di gantung di penjagaan pakai aja " balas Aldo.


" Oke Bang, saya pinjam ya " susul Bian.


" Oke "


Bian langsung beranjak dari duduk nya ia berjalan keluar kantor menuju ruang penjagaan. Disaat ia akan menuju ruang penjagaan ia berpapasan dengan Kevin.


" Siap Bang " ucap Bian.


" Eh Ian.. dari mana aja kamu ? " tanya Kevin.

__ADS_1


" Patroli Bang " jawab Bian.


" Oke lanjut .. " balas Kevin lalu ia masuk kedalam kantor.


Bian kembali berjalan menuju ruang penjagaan, lalu ia mengedarkan pandangannya mencari charger ponsel yang katanya digantung di ruang penjagaan akhirnya ia menghentikan peredaran matanya setelah melihat kabel berwarna putih yang dipastikan itu adalah charger ponsel yang ia cari.


Ia langsung mengambil kabel putih itu, lalu mencharge ponselnya, sambil duduk menunggu baterai terisi setengahnya untuk kembali mengaktifkan ponselnya.


Ia menyalakan televisi yang berada di ruang penjagaan hanya untuk sekedar menemani kesendirian nya di ruangan itu, lalu ia teringat belum bertemu kakak iparnya hari ini, ia lalu mengedarkan pandangannya ke luar ruangan yang langsung berhadapan dengan parkiran mobil, ia tertuju pada satu mobil yang ia kenali.


" Hmm.. Mas Dika masuk kantor berarti hari ini, soalnya mobilnya ada " gumam Bian.


Ia melihat pada layar ponsel baterainya sudah terisi sekitar 25 persen, ia langsung mengaktifkan kembali ponselnya, ia biasa untuk mendiamkan dulu ponselnya sekitar 5 sampai 10 menit untuk menunggu beberapa pesan atau notifikasi yang masuk.


Bian langsung membuka beberapa pesan yang masuk ke ponselnya, ada satu pesan dari nomor ponsel yang tidak ia kenali, karena penasaran Bian langsung membukanya.


' hai Mas Bian, maaf kalo aku mengganggu waktunya, Aku Binar.. maaf aku baru menghubungi sekarang, aku juga minta maaf atas kejadian semalam, atas sikap ibuku ke Mas Bian.. tolong di maaf kan ya '


' Maaf Binar aku baru buka pesan dari kamu, it's ok gak masalah.. tidak perlu kamu pikirkan, oya gimana lukamu apa sudah sembuh ? '


Pesan terkirim ke Binar, namun baru centang dua berwarna abu pertanda Binar belum membuka pesan dari Bian, Bian lalu membuka pesan-pesan yang lain, lalu membalasnya.


...****************...


Komplek perumahan Dika


" Sa.. Sasa.. " panggil Neta namun tidak sahutan dari Sasa.


Neta hanya melihat Mbok Sum yang sedang melipat baju yang sudah kering dari jemuran.

__ADS_1


" Mbok.. liat Sasa gak ? " tanya Neta.


" Nggak Mbak.. mungkin dikamar Si Kembar " jawab Mbok Sum.


" Oh ya oke.. makasih Mbok " balas Neta ia langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Si Kembar.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka, Neta langsung masuk kedalam kamar mencari keberadaan kedua anaknya dan Sasa. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi. Ia melihat Sasa sedang memandikan Si Kembar.


Neta melambatkan langkahnya, ia berniat untuk melihat dulu bagaimana cara Sasa memandikan anaknya. Neta terus memperhatikan, Si Kembar di dudukkan di kursi mandinya karena memang Si Kembar sudah berusia hampir satu tahun sehingga sudah bisa duduk sendiri dan mulai untuk belajar berjalan. Neta terus memperhatikan sampai akhirnya, ia bisa tersenyum melihat cara memandikan Sasa.


Sasa cukup telaten memandikan kedua buah hatinya, sama seperti Kiki pengasuhnya dulu.


" Semoga yang lainnya juga dalam pengasuhan Si Kembar bisa diandalkan " batin Neta.


Saat Neta semakin mendekat Nathan yang melihat Mama nya berada di depannya langsung tertawa dan memanggil dengan kata 'Mama' sontak Sasa langsung membalikkan badannya ia melihat Neta sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Oh Bu, maaf saya tidak ijin terlebih dahulu untuk memandikan kembar " ucap Sasa.


" Tidak apa-apa Sa, memang sekarang waktunya kembar mandi sore " balas Neta.


" Mama " ucap Nathan.


" Iya sayang, selesai dulu mandi sama Mbak Sasa ya.. " ucap Neta.


" Saya mau menyiapkan pakaian kembar dulu ya, kamu hati-hati pegang si kembar licin banyak sabun " ucap Neta lagi kepada Sasa.


" Oh iya Bu " Sasa kembali melanjutkan memandikan Si Kembar.

__ADS_1


Sedangkan Neta menyiapkan baju untuk kedua buah hatinya. Neta sudah mulai lega, Sasa mungkin sudah terbiasa juga untuk mengasuh anak-anak, semoga Sasa betah itu harapan Neta agar ia bisa tenang kembali bekerja ke perusahaan.


__ADS_2