
Melihat kemunculan Darren dan Karen membuat kebahagiaan Oma Belle bertambah dua kali lipat. Si pemilik nama asli Belleria itu langsung bergegas menghampiri mereka. Sementara, Chalvin dan Nadya langsung terbelalak melihat pasutri itu. Secara refleks, Nadya langsung berbalik membelakangi Karen dan Darren. Bahkan ia meletakkan tangan di sisi salah satu telinganya untuk menutupi wajah agar tak terlihat Karen.
"Oma kira kalian sampai di Indo sorean gitu. Gak nyangka pagi ini sudah di sini. Kok gak bilang-bilang? Terus siapa yang jemput kalian di bandara?" tanya Oma Belle selepas berpelukan dengan Karen.
"Mami dan papi aku, Oma. Mereka antar kita ke rumah. Terus, kita langsung beres-beres barang-barang untuk pindah ke sini," jawab Karen.
Berbanding terbalik dengan Oma Belle, Nadya justru terlihat kalang kabut dengan kehadiran Karen secara mendadak. Ya, dia memang tahu sahabatnya itu akan pulang hari ini. Namun, dia tak menyangka mereka langsung dipertemukan.
"Aduh, gimana, nih? Kok Karen dan pak Darren bisa ada di sini. Bisa ketahuan dong kita," bisik Nadya penuh kekhawatiran.
"Ya, gak papa. Bukan hal mustahil kan kalo bilang kita pacaran sama mereka." Berbeda dengan Nadya yang takut dilihat Karen, Chalvin malah dipusingkan dengan pernyataan Oma Belle yang mengatakan hendak melamar Nadya pada orangtuanya langsung. Awan hitam pun serasa berada di atas kepalanya.
Melihat Chalvin yang ada di sana, Darren lantas menegurnya. "Chalvin, tumben hari Minggu stay di rumah Oma?" tanyanya heran. Pandangannya pun teralihkan pada sosok gadis berada di samping Chalvin.
"Apa kalian gak lihat, Chalvin datang bawa calonnya buat diperkenalkan ma Oma. Nadya, yuk, sini! Kenalan sama sepupu Chalvin dan istrinya." Oma Belle malah memanggil Nadya.
Saat Oma menyebut nama itu, secara spontan Karen kepalanya memutar ke arah gadis bergaun putih yang masih membelakangi mereka. Detik berikutnya, matanya membesar seketika tepat saat Nadya berbalik dengan kepala yang menunduk.
"Nadya?" sebut Karen dengan intonasi kaget.
"Selamat pagi, Pak!" Nadya menyapa Darren dengan wajah kaku, kemudian menyapa Karen, "Halo, Kar!"
Chalvin langsung merangkul Nadya sambil berkata, "Hai, Karen, lu pasti kaget, ya, sahabat lu ada di sini bareng gue. Soalnya kita berdua pacaran."
Tak hanya Karen yang terperanjat, Darren pun turut terhenyak. Pasalnya, ia tahu betul seperti apa selera Chalvin. Lelaki itu selalu berpetualang dengan wanita dewasa yang high class. Jadi, seleranya sudah pasti bukan selevel mahasiswanya.
"Lah, kalian kenal sama calonnya Chalvin?" tanya Oma Belle bengong.
"Dia mahasiswi aku, teman dekat Karen," sahut Darren.
Senyum Oma Belle semakin mengembang sempurna. "Kalo begitu, tidak sulit untuk beradaptasi di keluarga ini, kan, Nak Nadya? Apalagi kamu sama Karen ternyata berteman!"
Saking bahagianya, Oma Belle sampai meminta pelayan untuk menyiapkan makan malam spesial. Sementara, Karen langsung mengambil posisi berdiri di samping Nadya lalu menariknya pelan untuk sedikit menjauh dari Chalvin yang tengah berbincang dengan Darren.
"Kamu beneran yakin jalin hubungan sama Chalvin?" tanya Karen yang masih memasang wajah kaget.
__ADS_1
Nadya melirik ke arah Chalvin, lalu mengangguk tanpa penjelasan lebih.
"Aku tahu kamu emang naksir sama dia. Bukannya aku gak setuju, tapi kamu harus pastiin dulu kak Chalvin punya hubungan sama cewek lain, gak? Aku takut kamu kena gaslighting¹ lagi. Apalagi usia kak Chalvin cukup jauh dari kamu. Jangan sampai kamu jatuh dua kali ke lubang yang sama!" Karen tentu masih ingat saat ia tak sengaja memergoki Chalvin berciuman dengan sekretarisnya. Ia khawatir, Chalvin tak lebih beda dari mantan Nadya sebelumnya yang berpacaran dengannya hanya untuk kesenangan.
Nadya langsung mengambil kedua tangan Karen. "Kar, jangan khawatir! Aku gak akan sebodoh itu lagi."
"Pokoknya entar aku bakal ngomong langsung ma dia. Awas aja kalo dia sampai nyakitin kamu," cetus Karen.
Nadya kembali melirik Chalvin dengan tatapan lemah.
Andaikan aku dan dia benar-benar pasangan sungguhan, tapi mana mungkin ....
Sementara, Darren malah menanyakan keseriusan Chalvin yang berpacaran dengan mahasiswanya.
"Kamu benar-benar serius pacaran sama teman Karen? Anak orang jangan dimainin, loh!" Darren memperingati.
Chalvin tertawa ringan. "Lu sendiri sama Karen kenapa bawa barang ke sini banyak banget kek mau pindahan."
"Ya, emang kita mau pindah ke sini sementara waktu."
Chalvin terkejut. "Serius? Oma juga minta gue pindah ke sini."
Chalvin hanya bergeming sembari menoleh ke arah Karen. Bukankah jika ia juga turut tinggal di sana, perasaannya pada Karen akan semakin berkembang?
...****************...
Chalvin, Oma Belle dan Nadya berangkat menuju tempat pesta. Di dalam mobil, Chalvin kembali mengangkat wacana lamaran yang beberapa saat lalu dicetuskan Oma Belle.
"Oma, Oma serius nih mau ketemu orangtuanya Nadya?" tanya Chalvin sambil menyetir mobil.
"Iya!"
"Tapi, Oma, kita tuh belum ada rencana nikah."
"Kalo belum ada rencana nikah, ngapain pacaran?"
__ADS_1
"Ya, Oma kayak gak tahu anak muda aja."
"Emangnya kamu masih muda?" tanya Oma menohok.
Chalvin meringis. "Ya, masihlah Oma! Usia aku nih lagi ganteng-gantengnya di mata banyak perempuan! Lagian kami tuh belum ada sebulan pacaran."
"Kak Chalvin benar, Oma. Saya masih kuliah dan kami belum saling mengenal lebih jauh." Nadya yang sedari tadi duduk diam di samping Chalvin, kini ikut berbicara.
"Dengar tuh, Oma. Nadya aja belum siap!" Chalvin menyambung seraya menoleh ke belakang sejenak, di tempat Oma duduk saat ini.
"Ngapain lama-lama pacaran? Banyak negatifnya! Penuh dengan godaan dan segala resiko yang bisa saja menghancurkan masa depan kalian. Apalagi jaman sekarang gaya berpacaran semakin mengerikan. Orang jaman dulu kalo pacaran cuma surat-suratan, kalo ketemu pun ngumpet-ngumpet biar gak dilihat orang, malah ada yang pacaran di kuburan."
"Ya, karena gak punya modal buat sewa hotel kali," gumam Chalvin dengan suara nyaris berbisik.
"Jaman sekarang, pacaran malah diumbar-umbar. Gak ada malunya!" imbuh Oma Belle dengan gaya nyerocos yang khas. "Untuk perempuan, kalian itu kebanyakan cuma dijadikan tester para lelaki. Kalo lama-lama pacaran, oma khawatir cewek sepolos kamu bakal diajak ke jalan yang sesat sama dia!" Oma menunjuk Chalvin dengan mata melotot.
Chalvin menatap Oma lewat kaca spion tengah mobil dengan bibir yang terangkat ke atas.
"Tuh lihat Karen sama Darren itu tahunya nanti pas nikah. Tapi lihat sekarang, mereka malah sudah saling mencintai. Susah senang dibagi bersama."
"Ta–tapi ... saya belum siap nikah muda, Oma." ucap Nadya terbata-bata. Tentu ia juga takut kebohongan mereka akan terbongkar.
"Tenang aja! Kalo kamu jadi istrinya, kamu gak perlu repot-repot ngurusin dia. Karena semua anak dan cucu Oma, Oma didik untuk jadi pria mandiri. Gak ada yang Oma didik kayak orangtua lain yang bikin anak laki-lakinya gak bisa menguasai hal-hal dasar dalam hidup seperti nyuci, dan beres-beres rumah. Akhirnya pas nikah, mereka bertingkah seperti raja yang suka main perintah sana sini. Istrinya dijadiin pelayan. Biar sendok yang jaraknya semeter aja minta diambilin istri. Semuanya serba disiapin istri seperti anak kecil. Gak mau saling bantu pekerjaan rumah tangga karena mikirnya itu bukan tugas dia. Pokoknya Chalvin gak bakal jadi tipe suami kayak gitu. Anak cucu Oma semuanya pria mandiri." Oma Belle malah gencar mempromosikan Chalvin dengan penuh semangat.
Chalvin dan Nadya saling melirik dengan ekspresi masam yang tercetak di wajah masing-masing. Trik apa lagi yang harus mereka lakukan?
.
.
.
catatan kaki
__ADS_1
Gaslighting : bentuk manipulasi dalam hubungan asmara, kadang-kadang disebut juga sebagai pelecehan emosi karena orang yang melakukan gaslighting sering menciptakan narasi palsu. Contohnya gini, misalnya pasangan kita selingkuh dan KDRT, trus kita hendak meluapkan emosi dan kekesalan, tapi pasangan kita malah bikin narasi seolah2 dia selingkuh dan kdrt karna kita yg salah. "andaikan kamu gak begini, pasti aku gak bakal begitu" itu salah satu contoh kalimat seseorang yang suka gaslighting. Dengan segala manipulatif kata-kata membuat kita malah membenarkan pernyataannya, dan menyalahkan diri sendiri atas perbuatan pasangannya.