
Kutipan tak bijak mengatakan; jika Anda merasa susah, ingatlah selalu masih ada manusia-manusia di luar sana yang lebih menyusahkan. Meski begitu, jangan lupa untuk selalu berbagi ke mereka. Ya ... sekalipun hanya berbagi masalah.
Malam ini, Feril bersama kawan-kawannya tengah berada di kafe malam favorit mereka yang menjadi pusat berkumpulnya anak gaul ibukota. Kafe semi kelab malam itu dikenal menyajikan aneka minuman beralkohol, area bermain bilyard, hingga hiburan musik dari disjoki terkenal di Indonesia.
Mereka sedang asyik bergoyang mengikuti setiap irama musik DJ. Kali ini, formasi para MAHDI kurang lengkap karena beberapa kawan mereka tengah menghabiskan liburan semester di kampung halaman.
Ketika musik DJ berhenti, ia dan teman-temannya kembali ke meja menenggak minuman yang mereka beli dari hasil patungan sambil mengepulkan asap rokok.
"Eh, lu ada pengulangan mata kuliah wajib gak di semester empat?" Para MAHDI itu saling bertanya-tanya.
"Gua sih ada, tapi gua mau ngulang aja," jawab Feril santai.
"Serius lu? Gua kira waktu itu lu bilang bakal daftar buat ambil semester pendek."
"Kagak jadi, Bray. Gua milih ngulang mata kuliah biar bisa sekelas sama Karen. Kalo gak lulus, ya tinggal ngirim DOA ke dosen, alias DOrongan Amplop." Feril tersenyum seraya mengangkat alisnya.
"Ya, elah Karen lagi! Karen lagi!" celetuk teman-temannya sambil menunjukkan wajah jelek mereka yang memang natural.
"Eh, eh, tuh lihat sana!" Si Gimbal berceletuk dengan heboh bak melihat seorang artis sambil menunjuk ke salah satu meja.
Feril dan dua teman lainnya lantas menoleh ke arah meja yang tak jauh dari mereka. Tampak sosok pria bertubuh proporsional tengah bersama dengan gadis muda belia yang tengah mabuk. Saat pria itu berbalik, Feril dan kawan-kawannya terkesiap seketika. Pasalnya, pria itu adalah dosen mereka. Jika Darren selalu terlihat tampil rapi dan berwibawa, malam ini gaya berpakaiannya cukup santai dengan hanya memakai kaus hitam polos yang lengannya digulung sebatas siku.
"Wuih, ternyata doyan dugem juga tuh dosen idola kaum hawa. Kirain tempat nongkrongnya di perpus sama rumah ibadah," cetus Feril sambil tersenyum ringkih.
"By the way, dia bareng siapa, ya?" tanya lainnya.
"Keknya bareng istrinya, deh! Udah nikah, kan?" duga si gimbal.
"Masa sih modelan kek gitu jadi istrinya? Kek cabe-cabean, kentara banget masih ABG!" kata Feril sambil memantau.
Pandangan mereka malah beralih pada sosok perempuan yang tengah bersama Darren. Terlihat, gadis itu terus-terusan menyodorkan segelas minuman beralkohol pada Darren. Bahkan, ia tak segan menyandarkan kepalanya di lengan Darren. Jika diperhatikan saksama, gadis itu masih sangat muda, bahkan lebih muda dari ukuran mahasiswanya.
"Ah, gua kenal sama tuh cewek. Dia masih SMA, soalnya gua follow dia di TikTok," ucap Jamet tiba-tiba. Ia mengambil ponselnya, menunjukkan akun TikTok si perempuan yang duduk dan bermanja-manja di samping Darren. Jika dilihat dari koleksi fotonya, gadis itu memang masih mengecap bangku sekolahan.
__ADS_1
"Kok tuh cewek mau sih sama dosen kita, which is tua jauh dari dia," tanya gimbal.
"Ya, maulah! Dia ganteng, badan gagah, muka blasteran. Gak kayak lu badan gagal, muka plesteran!" pungkas Jamet.
Dijelek-jelekkan seperti itu, si gimbal lantas menangkup tangannya seraya berdoa. "Ya, Tuhan masukkan temanku ke neraka-Mu lewat pintu manapun, hamba ikhlas!"
"Ente kadang-kadang ... mana ada doa jelek terkabul, apalagi berdoanya ditempat dugem kek gini." Jamet menyengir.
Kawan mereka ikut menyahut, "Jangan gitu dong, Ngab. Biar gini-gini, dia tuh ya ... tetap gini-gini aja!"
Feril justru lebih fokus mengamati Darren dengan sosok yang berada di sampingnya. "Berarti tuh cewek bukan istrinya, dong! Jangan-jangan tuh dosen selingkuh lagi."
"Gua sih juga mikir gitu atau gak dia cuma boong doang pas bilang dah nikah. Buktinya gak ada satu pun mahasiswa yang tahu siapa istrinya dan gak ada yang ngaku juga. Padahal katanya istrinya mahasiswa ekonomi, kan?" imbuh Jamet menguatkan dugaan Feril.
"Wah, emang gak bener nih dosen! Dari pas dia ada kasus foto dia tuh, gua gak percaya! Palingan alasan dah nikah cuma buat pengalihan isu," sambung Feril sambil melihat Darren yang mengajak gadis itu berdiri sambil merangkulnya.
"Ini bisa dikatakan child grooming¹ gak, sih?" tanya Jamet. Mengingat, istilah itu akhir-akhir ini sering dibicarakan di media sosial dan perlu diwaspadai.
"Jelaslah! Udah jelas tuh anak masih SMA. Terus diajar mabok sama dia. Kalo di luar negeri, bisa dipidanain tuh sama orangtuanya!" sahut Feril yang masih mengawasi Darren.
"Harus direkam, nih! Selama ini tuh dosen terlalu dipuja-puja, gua pengen tahu reaksi kaum hawa lihat dosen idola mereka ternyata cuma pencitraan doang!" ucap Feril tiba-tiba dengan senyum licik yang tersemat di bibirnya.
Di sisi lain, Karen masih terjaga sembari melafazkan nama suaminya dalam doa di malam yang pekat. Istri mana yang tak gundah jika suaminya belum pulang dan tak bisa dihubungi selarut ini. Apalagi, ia tak tahu dengan urusan mendesak yang membuat Darren pergi buru-buru dan tak pulang hingga kini.
Tak terasa, malam pun telah ditenggelamkan oleh sang fajar. Karen terbangun kaget dari tidurnya. Ia langsung melarikan pandangannya ke samping. Kosong. Tak ada Darren di sampingnya.
Apa Darren benar-benar gak pulang semalam?
Ia buru-buru turun dari ranjang lalu beranjak hendak keluar dari kamar. Saat pintu terbuka, langkahnya terhenti melihat Darren berdiri dengan masih memakai piyama tidur. Di tangan kanannya, ada segelas teh yang masih mengepulkan uap panas.
"Kamu dah bangun?" Tatapan teduh dan senyum merekah dari pria itu meneduhkan hatinya yang sempat risau.
Sempat terpaku, Karen langsung memeluknya dengan erat hingga membuat gelas yang dipegang Darren hampir menumpahkan isinya.
__ADS_1
"Kamu pulang jam berapa semalam?"
"Sekitar jam dua malam. Tidur kamu pulas banget," jawab Darren.
Karen mengembuskan napas lega. Tak ada balasan tanggapan darinya maupun pertanyaan beranak-pinak yang dilayangkan. Hanya memeluk pria itu dengan erat. Tidak juga penasaran dengan apa yang dilakukan suaminya hingga harus tiba-tiba pergi. Baginya, melihat suaminya kembali dengan selamat, sudah sangat melegakan.
Darren mengelus rambut Karen yang sedikit berantakan. "Maaf, semalam aku—"
"Darren!" Suara kakek Aswono tiba-tiba terdengar.
"Ya, Kek." Darren menoleh ke belakang. Kamar mereka yang berhadapan dengan tangga, membuatnya dapat melihat kakek Aswono berdiri di bibir tangga.
"Kakek mau bicara sama kamu!" ucap kakek Aswono.
.
.
.
catatan kaki 🦶🦶
Child grooming: upaya seorang dewasa dalam membangun hubungan, kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak atau remaja sehingga mereka akan menurut dan bersedia melakukan apa saja. Ini termasuk tindakan yang mengarah ke pedofiliaa dan kekerasan sekksual. Dan anak yang mengalami child grooming bisa mendatangkan trauma hingga trust issue.
Jadi gays, misalkan si cowok umur 25 menjalin hubungan sama anak yang masih 16 tahun, ini bisa disebut child grooming meskipun mereka saling cinta karena salah satunya masih berada di bawah umur. Bayangin gays, kalian punya anak cewek/cowok masih SMP-SMA terus pacaran sama orang yang usianya 20-an, katakanlah sudah berusia dewasa. Anak kalian yang masih labil pemikirannya dan suka terbawa arus, belum matang secara psikologis dan biologis ini akan rentan dimanipulasi, dibujuk rayu dan dikontrol oleh pacarnya yang dewasa ini.
Di luar negeri seperti USA dan japan, pacaran sama anak di usia yang belum legal itu bisa dipidana kalo orangtuanya gak terima dan melapor. Apalagi nikahi mereka, waw bisa dianggap kejahatan. Padahal mereka negara bebas tapi mereka sangat concern dan melindungi anak2 di bawah umur. Kalo di sini, malah menjamur banget cerita-cerita yang mengarah ke child grooming 🤭
Aku share ini cuma buat berbagi ke kalian. karena sebenarnya ini banyak kejadian, tapi gak kita sadari atau kita anggap biasa. Entah mau diterima atau enggak itu tergantung kalian. Enggak cuma di novel ini ya aku speak tentang isu2 yang terjadi di masyarakat sekitar. Kalo kalian ngikut aku, pasti tahu.
__ADS_1
Btw kalo ada yg mikir, kok Feril dan kawan-kawan selalu ada di mana-mana, ya seperti kata kakek Aswono namanya juga dunia novel, ketemunya sama orang-orang itu aja 🤣