DOSA (Dosen Sayang)

DOSA (Dosen Sayang)
Bab 141 : Tantangan Menenangkan Bayi


__ADS_3

Masih dalam perjalanan, tiba-tiba Chalvin berkata, "Oh, iya, aku lupa. Kamu mau nonton film, kan? Apa aku turunin aja di mall?"


"Enggak usah, Kak. Aku mau langsung pulang aja," ucap Nadya beralasan. Ia tertunduk dalam, menyembunyikan wajahnya yang kecewa.


Sesuai permintaannya, Chalvin menurunkan Nadya tepat di depan gang kos-kosannya. "Lain kali jangan datang ke rumah tanpa sepengetahuan aku. Untung kita punya alasan buat menghindar."


Nadya mengangguk pelan, lalu membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil Chalvin. Ia berdiri di sisi jalan, mengawali kepergian Chalvin hingga menghilang dari pandangannya.


Sementara Chalvin yang baru saja membelokkan mobilnya, tiba-tiba terkesiap begitu mendengar panggilan telepon. Dahinya membentuk lipatan halus saat mengetahui yang meneleponnya adalah Karen.


"Halo, Ren," ucap Chalvin begitu menjawab panggilan telepon.


"Kamu sama Nadya nonton di bioskop mana, ya? Soalnya aku sama Darren mau ikutan nyusul. Aku telepon-telepon Nadya kok gak diangkat!"


"Hah? Ka–kalian mau nonton juga?" tanya Chalvin dengan mata melotot kaget.


"Iya, nih, mau meluncur di tempat kalian. Biar kita berempat bisa nge-date bareng. Seru, kan? Oma udah request foto kita berempat, loh! Katanya entar harus dikirim lewat WA."


Chalvin makin terperanjat mendengar perkataan Karen. Tidak bisa berpikir untuk mencari alasan yang tepat, ia pun segera memutar balik mobilnya dan kembali ke lokasi kos-kosan Nadya. Ia turun dari mobil dan buru-buru masuk ke dalam gang untuk mengejar Nadya.


"Nad." Chalvin menarik lengan Nadya, hingga gadis itu memutar ke arahnya.


"Kak Chalvin?" Nadya tentu terkejut melihat pria pujaannya kembali menghampirinya. Apalagi ini pertama kalinya Chalvin menyusulnya hingga ke dalam gang.


"Ayo, kita nonton bareng!"


Nadya mengerjapkan mata secara berulang. "Nonton bareng?"


"Iya, kamu masih simpan tiketnya, kan?"


Nadya mengangguk cepat dengan raut senang.


"Ayo, kita datang ke sana sekarang sebelum keburu Darren dan Karen duluan tiba terus lihat kita gak ada!"


Mendengar nama Karen yang menjadi penyebab Chalvin berubah pikiran, senyum Nadya pun berangsur-angsur lenyap. Meski begitu, ia tetap mengikuti perintah Chalvin agar segera naik mobil dan ikut bersamanya.


Sepanjang jalan, Chalvin melaju agar bisa segera sampai ke gedung bioskop. Kurang lebih lima menit setelah mereka berada di sana, Karen dan Darren juga tiba.


"Lama bener ditungguin!" Chalvin malah berlagak seolah mereka telah lama berada di sana.


"Kirain filmnya dah habis. Soalnya tadi kamu pergi buru-buru gitu," singgung Darren yang sebenarnya enggan datang ke tempat ini. Sudah bisa dipastikan ia hanya terpaksa mengikuti ide kencan ganda dari istrinya.


Mereka berempat lalu memasuki studio. Suasana bioskop malam ini tidak ramai. Mereka mengambil posisi duduk dalam satu deretan. Nadya duduk di bangku paling ujung sebelah kanan, diikuti Chalvin yang duduk di sampingnya. Darren segera menukar posisi ketika tempat duduk Karen ternyata bersebelahan dengan Chalvin. Ini menjadikan Darren dan Chalvin duduk bersebelahan dengan diapit oleh Karen dan Nadya yang berada di sisi mereka masing-masing.


Pembukaan film pun dimulai, lampu telah dipadamkan. Baik Darren maupun Chalvin sebenarnya hanya terpaksa berada di tempat ini. Kedua pria dewasa ini sesungguhnya tak pernah suka menonton film bergenre romantis. Alhasil, sepanjang durasi keduanya hanya bisa memasang mimik masam.


"Demi apa ... gua harus nonton film ginian!" bisik Chalvin dengan nada suara menggerutu.

__ADS_1


"Emang kamu pikir cuma kamu doang yang tersiksa berada di sini!" balas Darren dengan raut datar dan pandangan lurus ke depan.


"Bukannya kalian berdua sering nonton bareng di bioskop?"


"Baru sekali dan endingnya aku ketiduran." Darren mengingat kenangan kencan awalnya bersama Karen. Saat itu cinta baru tumbuh di hati mereka masing-masing.


Film berdurasi dua jam itu telah selesai. Para penonton pun mengantri keluar studio. Begitu berada di luar area gedung bioskop, pandangan keempat orang itu teralihkan pada seorang ibu muda yang sibuk menenangkan bayinya. Bayi yang berusia kurang lebih empat bulan itu tampak menangis kencang dan mengamuk seakan hendak melepaskan diri dari dekapan ibunya. Sang ibu pun terlihat kewalahan dan tampak frustrasi membujuk bayinya.


Melihat itu, Karen tertegun seketika. Dia membayangkan jika berada di posisi ibu itu. Mungkin ia bisa ikut menangis dan meraung seperti bayi. Itulah kenapa hingga sekarang ia pun masih ragu-ragu untuk program kehamilan jika bukan karena ingin memenuhi keinginan Oma Belle.


"Gua tantang kalian bantuin ibu itu buat tenangin anaknya. Kalo salah satu di antara kalian bisa bikin baby itu berhenti nangis, boleh suruh gua apa aja," tantang Chalvin tiba-tiba.


"Bener, nih?" tanya Karen dan Nadya kompak bertanya.


"Serius! Asal tuh baby tenang, mau suruh gua apa aja gua laksanakan!"


Karen dan Nadya saling melirik. Dengan penuh semangat, Karen dan Nadya menghampiri ibu dan bayi itu. Nadya menunjukkan gantungan kunci boneka miliknya untuk mengalihkan perhatian si bayi, sedangkan Karen menepuk tangan sambil bernyanyi dengan membuat berbagai macam ekspresi agar bayi itu tertawa.


Chalvin berbisik pada Darren, "Kita lihat, siapa di antara mereka berdua yang bisa bikin tuh bayi berhenti nangis.


Darren menatap Karen dan Nadya yang mulai kewalahan. Ternyata tak satu pun dari mereka yang berhasil. Bayi itu makin meronta-ronta di pelukan ibunya. Bahkan suaranya seperti hampir habis.


"Aku boleh ikut tantangan kamu, gak?" bersit Darren tiba-tiba.


Chalvin menatap ragu ke arah Darren. "Lo juga mau coba tenangin tuh bayi?


"Iya. Kalo aku berhasil, kamu mau kan aku suruh apa aja?"


Darren melangkah menghampiri mereka, lalu berkata pada ibu bayi tersebut, "Bu, boleh saya gendong bayinya."


Ibu itu tampak ragu, tapi Karen langsung mengatakan kalau Darren adalah suaminya. Darren mengambil bayi dari pelukan ibunya. Untuk sesaat, bayi itu kian meronta-ronta di pelukan Darren. Darren meminta Karen membuka aplikasi YouTube lalu mencari rekaman suara hairdryer dan memutarnya dengan volume yang cukup.


Darren mengusap-usap punggung bayi tersebut sambil berbisik dengan nada lembut. "Rileks, rileks ...."


Dalam sekejap, tangis bayi itu mulai mereda. Bahkan kepala bayi itu mulai terantuk di pundak Darren diikuti mata yang tertutup secara perlahan. Darren berbalik sambil tersenyum miring ke arah Chalvin hanya bisa melongo. Tak hanya Chalvin saja, bahkan Karen, Nadya, dan juga ibu dari bayi itu ikut terhenyak.


Darren mengembalikan bayi itu ke pelukan ibunya dengan hati-hati. "Bayi usia begini memang mudah kolik¹. Biasanya karena terlalu kelelahan, atau belum bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar."


"Iya, ini baru pertama kali saya ajak nge-mall. Kayaknya emang tadi udah ngantuk banget, tapi gak mau bobo. Dikasih susu gak mau juga," ucap ibunya yang terlihat lebih lega.


"Ibu bisa perdengarkan suara white noise¹ buat ngebantu bayi tertidur dengan lelap. Bisa unduh aplikasi-nya atau searching di YouTube. Cuma harus hati-hati kalau pakai smartphone, sebaiknya dibuat mode pesawat lebih dulu biar gak mancarin gelombang radiasi," tutur Darren menjelaskan.


Setelah berhasil memenuhi tantangan, Darren menghampiri Chalvin yang bertepuk tangan untuknya.


"Gila, lu dah cocok jadi bapak-bapak tahu!"


"Gimana? Siap penuhi keinginan aku, kan?"

__ADS_1


"Yap, gua kalah. Silakan gua apa aja, selama gua bisa!"


"Aku cuma pengen kamu nikahin pacar kamu secepatnya!" ucap Darren dengan sudut bibir terangkat ke atas.


"Gak bisa!" tolak Chalvin cepat.


"Gak ada tawar-menawar, aku dah penuhi tantangan kamu. Sekarang giliran kamu penuhi keinginan aku!" singgung Darren.


Chalvin menggeretakkan gigi. "Lo udah kek jelmaan Oma, tahu enggak?"


"Gak ada yang salah kan nikahi pacar sendiri?" jawab Darren. Meski tahu hubungan Chalvin dan mahasiswanya itu tidak serius atau mungkin hanya pura-pura semata, entah kenapa ia mendadak ingin mendukung keduanya. Apalagi sejak menyadari Karen terlalu dekat dengan Chalvin.


Karen tertawa sambil menarik tangan Nadya. "Ayo cepat nikah kalian berdua! Biar Oma makin seneng!"


Senyum kecut tersemat di bibir Chalvin. Ia merasa terkena jebakan sendiri. Di waktu yang bersamaan, terlihat Sheila yang berlarian ke arah mereka sambil memanggil Darren dan Chalvin. Hal ini membuat mereka terkejut karena tak menyangka adik tiri Darren itu juga ikut menyusul mereka ke sini.


"Ngapain nih barongsai ikut-ikutin ke sini?" gumam Chalvin sambil menggeronyotkan bibir.


.


.


.


jejak kaki 🦶🦶




kolik : kondisi bayi yang menangis terus menerus tanpa sebab dan sulit untuk dikendalikan.




white noise: suara yang dihasilkan dari hair dryer, vacum cleaner, mesin cuci, blender dan sejenisnya. suara ini ampuh untuk menenangkan bayi usia 0-4 bulan dan membantu bayi tidur lelap.




Ini serius ampuh ya karena aku dan pasanganku dulu juga pakai cara ini untuk kedua anak kami saat masih baby. Jadi kami dulu sering menghidupkan hair dryer kalo baby kami tiba-tiba nangis dan ngamuk-ngamuk pas lagi tidur atau pas mau tidur. Cuma beberapa menit doang setelah itu, baby kami langsung tidur dengan relax. Dari situ kami pelajari kalo dia senang dengar suara hair dryer. Dan pas gua searching ternyata bayi itu emang suka dengar jenis suara kek hair dryer ini (yang disebut suara white noise). Ini fakta bukan mitos ya dan sudah ada penelitiannya dari luar negeri. Mungkin banyak dari kalian yang udah tahu, tapi gak papa kan kalo aku ngasih tau sama yang belom tahu atau calon ibu yang mungkin lagi baca.


Baby usia 0-4 bulan itu kan emang sering nangis tanpa sebab ya, terus kenapa suara white noise seperti suara hair dryer, vacum cleaner dsb bisa bikin tenang bayi? alasannya karena mirip suara dalam kandungan ibu. Itulah kenapa baby jadi lebih nyaman dan rileks serasa kembali berada dalam kandungan.


oh iya, aku mohon sorry banget. ini telat update, kemarin aku nulis kehapus 500 kata dan itu bikin gua kek mau telan smartphone gua, tapi ingat lagi harganya mahal 🤣

__ADS_1


Oh iya, buat yang belum tahu, baca novel pendek aku yaa... dibuatin buku barunya, jadi gak numpang di NN lagi. Udah gua tulis pengumumannya, di NN tapi ternyata masih banyak juga yang baca versi yg dah dicut.



__ADS_2