
Konsep hubungan dewasa adalah dua orang yang disebut pasangan sibuk dengan kegiatan masing-masing dari pagi hingga sore, tapi ketika malam hari beranjak tidur mereka akan menceritakan hal yang telah mereka lakukan seharian. Saling mendukung dan menularkan energi positif. Sebab, rumah tangga itu bukan tempat beradu siapa yang paling lelah dan bukan siapa yang paling berkontribusi.
Darren yang baru saja pulang, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dalam posisi telungkup. Melihat suaminya yang tampak kelelahan, membuat Karen berinisiatif memijatnya. Ia duduk di bokong pria itu, sehingga membuat Darren terhenyak.
Darren mengambil tangan Karen yang tengah memijat punggungnya. "Gak usah pijat, bobo di sampingku aja," ucapnya sambil menepuk-nepuk alas tidur di sampingnya.
"Gak papa. Aku lagi pengen mijat suamiku."
"Ngapain aja seharian, nih?" tanya Darren.
"Aku tadi ikut Chalvin sama Oma ke perusahaan. Besok mau bikin iklan lagi untuk produk terbaru. Terus, sorenya aku balik ke rumah fotoin barang-barang endorse."
Darren mendengar Karen bercerita tentang kegiatannya seharian sembari menikmati pijatan yang sama sekali tak berasa. Fokusnya malah teralihkan saat, bokong mereka saling bergesekan.
"Kok kamu makin berat?"
Karen melebarkan mata. "Maksudnya aku gendutan, nih?"
Darren malah menyembulkan tawa yang membuat Karen geram. Sepertinya ia memang sengaja mengeluarkan kalimat horor yang ditakuti kebanyakan perempuan. Sontak, kepalan tangan Karen yang mungil memukul-mukul punggung pria itu.
Masih tetap tertawa renyah, pria berprofesi dosen itu kini berbalik hingga membuat posisi Karen berubah menjadi duduk di paha atasnya. Tangannya dengan cepat menangkap sepasang tangan Karen yang masih terus memukulnya.
"Katanya tadi mau mijat?"
"Gak jadi!" Karen malah melipat kedua tangannya di bawah dada sambil melengos.
"Daripada mijat aku, bantuin lepasin kameja aku aja," pinta Darren menggodanya.
"Gak mau," tolak Karen cepat. Namun, sedetik kemudian matanya melirik ke dada bidang berotot yang mengintip dari balik kancing kameja yang terlepas. Tangannya lalu merambat, meneruskan membuka kancing-kancing kameja suaminya.
Begitu kameja itu lolos dari tubuhnya, Darren langsung menarik tubuh Karen hingga kepalanya terantuk ke dada pria itu. Jantung Darren yang berdetak tenang, seperti sebuah musik klasik pengusir kecemasannya. Apalagi akhir-akhir ini dia sedikit tertekan memikirkan soal keturunan yang kembali diungkit Oma Belle.
Sedang menikmati bonding¹, tiba-tiba suara ketukan pintu yang kasar dan beruntun terdengar. Memaksa keduanya lepas dari dekapan dan buru-buru membuka pintu kamar. Wajah Karen sontak berubah melihat Sheila muncul sambil membawa buku.
__ADS_1
Seperti tak menganggap Karen ada, Sheila langsung memanggil Darren yang tengah memakai kaus.
"Kak Darren bantuin aku kerjain tugas ekonomi dong! Enggak ngerti, sumpah!" pinta Sheila dengan wajah sok imut.
Darren keluar kamar lalu mengambil buku tugas yang berada di tangan Sheila. "Mana yang enggak kamu paham? Biar aku jelasin."
Karen yang tak mau mengganggu keduanya, lantas memilih turun ke lantai bawah. Ia malah bertemu Chalvin yang baru saja pulang dari kantor.
Sempat kikuk, Chalvin lantas melemparkan pertanyaan basa-basi. "Mana Darren? Dah pulang, belom?"
"Tuh di atas!" jawab Karen seadanya.
Chalvin menengok ke lantai atas dan melihat Darren yang tengah mengajari Sheila di depan pintu kamar. Ia lalu kembali melihat wajah Karen yang memberengut.
"Jangan lupa besok, ya!" ucap Chalvin sekadar mengingatkan Karen untuk kembali aktif menjadi model produk kosmetik Belleria.
"Oh, iya, aku punya ide konsep iklan lipstik remaja yang unik untuk di YouTube. Gimana kalo kita bikin ala-ala story pendek gitu biar menarik penonton. Soalnya sepengetahuan aku orang-orang tuh sering skip iklan yang muncul di tayangan Youtube. Aku punya satu contoh iklan Thailand yang mengusung cerita pendek. Mau lihat, gak?" Karen mengambil ponsel dari saku piyamanya.
Darren yang masih sibuk menjelaskan, tiba-tiba tergemap dengan pandangan yang mengarah ke lantai bawah. Melihat Karen dan Chalvin yang tengah sibuk membahas sesuatu dengan penuh antusias.
Sheila yang ikut melihat, lantas mengambil kesempatan untuk memanas-manasi Darren. "Tuh, Kak Darren lihat sendiri kan mereka lengket banget!"
Tak termakan umpan Sheila, Darren malah menyuruh adik tirinya itu untuk mengerjakan sendiri tugasnya setelah selesai dijelaskan.
...****************...
Keesokan harinya, Karen kembali menjadi model ambassador untuk produk lipstik Belleria. Hal ini menuntutnya untuk semakin lebih dekat dengan Chalvin selaku penanggung jawab. Sementara, Darren disibukkan dengan penelitian barunya sehingga banyak menghabiskan waktu di kampus. Telah berada di kampus sejak pagi, rupanya pria itu menyadari melupakan suatu benda yang seharusnya dibawanya. Ia mengambil ponsel lalu menghubungi istrinya.
"Sayang, kamu bisa ambilin jurnal yang ada di laci kedua meja kamar, enggak? Terus nanti kamu titip aja sama supir suruh bawa ke kampus," tutur Darren melalui sambungan telepon.
"Yaah, tapi aku masih di studio. Nih baru mau lanjut pemotretan kedua" ucap Karen yang baru saja berganti busana.
Di waktu yang sama, Chalvin datang menghampirinya dan langsung berkata, "Ren, selesai ini kita makan siang bareng, yuk! Gua dah reservasi restoran yang worth it banget. Pokoknya gua jamin lo bakalan suka menu-menunya."
__ADS_1
Ajakan Chalvin tentu saja terdengar langsung oleh Darren. Ditambah lagi, Karen langsung mengiyakan dengan nada suara yang terlihat gembira.
"Sayang, kamu kasih tahu Oma aja. Oma lagi di rumah, tuh. Aku lanjut syuting dulu, ya!" Karen berkata kembali pada Darren. Belum sempat pria itu merespon, ia sudah lebih dulu memutuskan panggilan.
Chalvin meminta semua staf dan kru yang ada di ruangan itu untuk cepat bergerak menyelesaikan pemotretan. Sebab setelah itu, ia akan mengajak mereka semua makan siang beramai-ramai.
Setelah menelepon, Darren malah terpaku beberapa saat. Pasalnya, ini pertama kalinya Karen terlihat mengabaikan dirinya. Di waktu yang sama, otaknya kembali mengilas balik ucapan adik tirinya tempo hari.
Di sisi lain, Farel yang masih berstatus sebagai karyawan magang di perusahaan Belleria kosmetik, tak sengaja mendengar percakapan beberapa staf perempuan yang membicarakan isu santer terkait pernikahan manajer mereka. Ini menjadi gempar karena Chalvin terkenal sering bergonta-ganti pasangan.
"Masa sih pak Chalvin bakalan nikah? Bukannya dia punya hubungan spesial dengan sekretarisnya?" tanya salah satu perempuan itu dengan nada tak percaya.
"Kalau soal hubungan, bukannya pak Chalvin punya FWB hampir setiap departemen di perusahaan? Yang bikin kaget itu denger dia nikah dadakan."
"Eh, eh, katanya sih calonnya bukan tipe-nya banget. Tahu sendiri kan tipe pak Chalvin yang kek gimana. Jangan-jangan dijodohkan ibu Belleria lagi!"
"Enggak. Yang gue denger dia bakalan nikahin ceweknya sendiri.
"Gak percaya gue! Palingan itu cuma akal-akalan pak Chalvin. Beberapa Minggu lalu dia minta gue buat ngaku jadi pacarnya di depan ibu Belleria," sangkal seorang perempuan yang sebelumnya memang pernah diminta seperti itu oleh Chalvin. Sayangnya, dia menolak karena takut ketahuan.
"Serius lo?" Teman-temannya terperanjat, termasuk Farel yang juga berdiri di sana sembari berpura-pura menyusun berkas.
"Oh, jadi Nadya cuma jadi pacar bohongan pak manager," gumam Farel dengan sudut bibir terangkat.
Darren memilih pulang lebih cepat dari biasanya agar bisa makan malam bersama. Sayangnya, sesampainya di rumah, Karen dan Chalvin belum pulang.
Jejak kaki
Bonding: menjalin ikatan emosional ataupun fisik antar pasangan atau antara orangtua dan anak.
__ADS_1