Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Sampai Pagi


__ADS_3

Dengan rasa yang bergejolak, Ken mengangkat kepala dan menatap pada pintu yang baru saja di tutup, dan saat itu juga gadis manis yang dia rindukan sudah berdiri dengan mata yang berbinar bahagia.


Ken bangkit dari duduknya, seolah siap untuk bertempur, Ken hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


Dada bidang nan polos itu terekspos bebas, dan kali ini hanya Zoya yang dapat menikmatinya. Tak ada kata yang mereka ucapkan saat raga sudah saling berhadapan, tatap mata mereka menyiratkan rindu yang menggebu, utuh menjadi satu.


Hingga gerak tubuh menjadi satu-satunya komunikasi yang paling ampuh. Ken menarik lengan Zoya dan lekas mendekap tubuh mungil itu, dekapan hangat dan terasa sangat erat. "I miss you, Baby. Miss you so much." Ucap Ken sambil mengecupi puncak kepala Zoya.


Zoya tak dapat membalas apa-apa, hanya ada gerakan tangannya yang melingkar sempurna di perut Ken. Sebuah bukti bahwa dia pun sangat merindukan pria ini.


Ken terus mengendus dalam aroma tubuh Zoya. Aroma candu yang sudah sangat lama tidak dia rasakan kehadirannya. Hingga dengan mudahnya, Ken mengangkat tubuh mungil gadisnya, menggendong Zoya seperti bayi koala.


"Baby, do you miss me? (Sayang, apa kamu merindukanku?)" tanya Ken sambil menyatukan kening mereka.


Dan jawaban yang dia terima adalah sebuah ciuman di bibirnya. Bak gayung bersambut, Ken tak menyia-nyiakan itu, dia langsung membalas ciuman Zoya dengan beringas.


Berawal dari bibir yang saling beradu, nyatanya cukup membuat hasrat keduanya menggelora. Apalagi aroma tubuh Zoya yang terasa sangat manis seperti vanila, terus menguar di dalam indera penciumannya.


Ken membawa tubuh ramping itu untuk duduk di sofa, dan membiarkan Zoya terus berada di pangkuannya. Keduanya kembali tersulut api gairah.


Setelah merasa cukup puas dengan bibir mungil itu, mulut Ken mulai berlarian kesana-kemari, menyesap leher jenjang Zoya hingga tercetak bekas kemerahan.


"Ah, Hubby."


Zoya meremaas-remaas rambut Ken yang kini tengah bersarang di lehernya. Sedangkan tangan Ken bergerak, merayap masuk ke dalam pakaian Zoya dan mengelus punggung mulus gadis itu.


Tak cukup sampai disana, Ken yang sudah benar-benar bergairah, dengan nalurinya membantu Zoya untuk menanggalkan apa saja yang melekat di tubuhnya.


Ken berkali-kali meneguk ludahnya, sebelum ia menghisap dua bukitan kenyal yang sudah terpampang nyata. Namun, setengahnya masih berpenutup dengan kain yang berenda.

__ADS_1


Ken menelusupkan kesepuluh jarinya di antara riapan rambut Zoya. "Baby, aku sangat merindukanmu. Sangat, sangat merindukanmu, Sayang." Ujar Ken dengan suaranyan yang sudah terdengar berat.


"Me too, Hubby. I miss you so much. (Aku juga, Sayang. Aku sangat merindukanmu.)"


Ken mencium bibir Zoya lagi, kini disertai sesapan yang sangat kuat, dan secepat itu pula, satu tangan Ken melepaskan pengait yang ada di belakang sana. Hingga dua benda sintal kesukaannya mulai mengitari otak, dan tanpa persetujuan sang pemilik raga, Ken langsung menghisapnya.


"Oh no, Hubby!"


Diperlakukan seperti itu Zoya semakin melayang, dia menjambak rambut Ken yang kini sedang membenamkan wajah didadanya.


Seketika ruang sunyi itu berubah ramai dengan suara lenguhan dari bibir mungil Zoya.


Bagaimana tidak? Kini pucuk dadanya tengah dimainkan begitu manja oleh lidah Ken yang sudah sering membuainya.


"Baby, aku sudah tidak sanggup menahannya. I want you, (Aku menginginkanmu,)" Ken dengan nafas terengah-engah.


Zoya sedikit mengangkat tubuhnya, hingga python itu berdiri tegak dengan leluasa.


"Dia juga merindukanmu, Baby. Kamu merindukannya tidak?" tanya Ken, masih menggenggam pusakanya bersama dengan tangan Zoya.


"Kenapa Hubby bertanya seperti itu? Bukankah setiap hari aku selalu bilang kalau aku merindukanmu dan dia." Zoya melirik ke bawah, di mana tangannya dan tangan Ken menggenggam benda yang sama.


Ken mengulum senyum, dan mengecupi wajah Zoya. "Kalau begitu, ayo kita berperang malam ini. Aku ingin terbang bersamamu semalaman suntuk, aku tidak ingin menerima kata menyerah sebelum pagi menyapa." Ujar Ken dengan seringai tipis.


Zoya mengangguk sambil tersenyum, satu tangannya memegangi kepala Ken hingga kening mereka senantiasa menyatu. Ken mengangkat tubuh gadis itu hingga entah di menit ke berapa benda panjang itu sudah melesak ke dalam miliknya.


"Sshh...." Zoya mendesis nikmat. Dan pandangan mereka kembali bertemu.


"Let's go, Baby. Driving me crazy, make me crazy tonight. (Ayo, Sayang. Kendalikan aku, dan buat aku gila malam ini.)"

__ADS_1


Tanpa ba bi bu, Ken menyerang kembali bibir ranum itu, sementara Zoya mulai bergerak dengan penuh penghayatan.


Seketika, ruangan dengan pendingin udara itu berubah menjadi panas, pun dengan peluh yang mulai mengucur deras, menjadi saksi bagi kedua raga yang tengah berusaha menuju puncak nirwana.


Desaah dan lenguhan terdengar saling memburu, dan Zoya masih berusaha memompa tubuhnya, menyenangkan Ken di atas kendalinya.


"Ah, Baby. Kamu yang terhebat, Sayang," puji Ken sambil mengerang dan menggigit bibirnya.


Ingin membuat permainan ini semakin mantap, Ken pun ikut bergerak, seirama dengan hentakan gadisnya, terasa begitu cepat, hingga tak berapa lama kemudian, puncak itu serentak mereka dapatkan.


"Kennnnn!" jerit Zoya.


Namun, satu pelepasan itu tak berarti apa-apa, dan kegiatan itu tak serta merta selesai, Ken mengangkat tubuh Zoya dan melepas penyatuan sejenak, dia memutar tubuh gadis itu menghadap sofa, sementara dia berdiri di belakang sana, dan kembali menancap ular pythonnya.


"Aku tidak akan melepaskanmu, Baby. Kita bermain sampai pagi." Ken kembali menghentak, sementara kedua tangannya sibuk dengan kedua benda yang ada didepannya.


*


*


*


Tadinya mau diskip, tapi gue takut diamuk🥱🥱🥱 Ya jadi dengan terpaksa, nih ngothor nganu menganukan anu yang sudah sangat anu supaya anu dan kalian semua anu🐍🐍🐍🤪🤪🤪


Salam anu 👑


Gue nggak tahu apa yang dibalik tikel jadi jangan tanya gue😩😩😩


__ADS_1


__ADS_2