Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #29


__ADS_3

Pukul 5 sore lebih beberapa detik, Ken sampai di mansion miliknya, dia tersenyum sumringah karena sebentar lagi akan bertemu Zoya.


Pria tampan itu menenteng plastik kresek hitam berisi rambutan pesanan sang istri. Dia keluar dari mobil, dan sedikit membungkuk untuk pamit pada asistennya.


"Ron, nanti kalau aku menghubungimu, kita bertemu di perempatan sana yah," ucap Ken dengan raut wajah yang terlihat mencurigakan. Menunjuk jalan yang memiliki empat arah.


Ron mengernyit. "Untuk apa, Tuan?" Tak lekas berkata iya, pria dengan panggilan Papi Caska itu justru bertanya.


"Sudahlah tinggal bilang iya saja apa susahnya? Nanti kamu juga tahu!" cetus Ken mulai memasang mode kurang dihajar.


Mendengar itu, akhirnya Ron hanya bisa menganggukkan kepala, menyetujui permintaan sang bos. Meski dia tidak mengerti sama sekali apa tujuan Ken yang sebenarnya. Setelah itu, Ron kembali menyalakan mesin mobil, sementara Ken masuk dengan langkah lebar.


"Siapa tahu nanti Zoya meminta sesuatu, kan aku bisa minta bantuan Ron," gumamnya sambil terkekeh pelan.


Tubuh tegap dengan kaki jenjang itu sudah sukses melewati pintu utama. Mansion tersebut terlihat sepi, karena para pelayan tengah menyiapkan makan malam di dapur.


"Sayang, Hubby pulang. Aku bawa rambut-rambut pesananmu nih," teriak Ken, agar sang istri keluar dari kamar. Karena biasanya ibu hamil itu menyambut kepulangannya. Bahkan saat dia masih berada di halaman rumah.


"Sayang...," panggil Ken lagi dengan nada mendayu-dayu.


Namun, hingga beberapa saat waktu berlalu, yang dipanggil tak kunjung datang jua. Ken menghela nafas, lalu naik ke atas kamarnya, dan begitu masuk dia bisa mendengar suara gemericik air, tanda Zoya berada di dalam kamar mandi.


Senyum Ken mengembang, dia pikir istrinya ke mana. Ken langsung membuang semua yang ada di tangannya ke atas ranjang, dan melucuti pakaiannya. Dia bertelanjang bulat, untuk menyusul Zoya.


Dia membiarkan pythonnya yang menggantung gondal-gandul, mengikuti gerakan kakinya yang tengah melangkah.


"Pasti dia sengaja, 'kan? Ingin aku menyusulnya," gumam Ken dengan menggosok kedua tangan, tidak sabar untuk mengajak Zoya mencapai puncak nirwana di sore yang begitu indah.


Namun, sungguh sial! Saat Ken menggerak-gerakkan kenop pintu. Benda persegi panjang itu benar-benar tidak bisa dibuka.

__ADS_1


Senyum Ken langsung pudar, karena realita tak seindah ekpektasi, ternyata Zoya mengunci pintunya dari dalam, padahal biasanya wanita itu tidak pernah melakukannya.


Ck, sialan!


"Baby, aku ingin masuk. Kenapa pintunya dikunci?" teriak Ken sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi, padahal dirinya sudah sangat siap untuk bertempur di medan perang, Zoya malah mengacaukan bayangannya yang sudah melambung tinggi ke angkasa.


Tentang bercinta setelah mandi bersama, saling menyesap diantara tubuh yang sama-sama basah. Eh, ternyata dirinya malah diacuhkan begini oleh istrinya.


Mendengar suara Ken, Zoya langsung menghentikan aktivitasnya. Wanita hamil itu jelas memiliki alasan mengapa ia tidak menyambut kedatangan sang suami setelah pulang bekerja, hari ini entah kenapa dia sedang malas melihat wajah Ken, maka dari itu dia menghindari suaminya.


"Sayang, ayo dong buka, pythonku sudah kedinginan lho," teriak Ken lagi, agar Zoya segera membukakan pintu untuknya. Dia melirik ke bawah, pythonnya terlihat mengenaskan karena sudah dua hari tidak masuk ke dalam sarang.


Sabar. Batin Ken sambil menepuk-nepuk kecil, memberi pengertian.


"Aku kan sudah bilang, Hubby! Aku tidak mau bertemu denganmu!"


Duarrr!


Oh my God!


Itu tidak mungkin, Ken pasti salah dengar. Ya, dia yakin seratus persen, bahwa Zoya tidak mungkin bicara seperti itu padanya.


"Baby, jangan bercanda. Aku juga mau mandi, bahkan aku sudah melepas semua pakaianku," ucap Ken setengah merengek sambil bersandar di daun pintu.


"Siapa suruh?"


Apalagi ini? Ken seperti mendapat serangan dadakan. Hingga tubuhnya menggelepar. Dia menggelengkan kepala, masih merasa tidak percaya Zoya berbicara seperti itu padanya.


"Baby, kamu sedang menggodaku, 'kan? Kamu tidak benar-benar bosan melihat wajah tampanku, 'kan? Iyakan? Ayo jawab iya!" rengek Ken di luar sana sambil meratap di balik pintu.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak sedang bercanda, apalagi menggodamu, Hubby lebih baik keluar sana, mandi di kamar sebelah," ucap Zoya tanpa rasa bersalah.


Mendengar itu, makin mengkerut saja wajah dan python miliknya. Bibir Ken mencebik lalu kembali memandang ke bawah, di mana tempat pusakanya yang tengah layu dan tak bertenaga.


Ck, ada saja halangannya!


*


*


*


Ngothor : Enak nggak, Dad, mau punya Baby?😌


Daddy : Parah lu, Thor! Apa kurang cukup penderitaan gue? Tiap pagi gue muntah-muntah, sekarang malah ga boleh anu-anu sama neng joyaaa 😩


Ngothor : Itu belum seberapa 🤪


Daddy : Weh maksudnya apa?


Ngothor : 👀🏃


Daddy : Thor jelasin nggak!


Thor!


Thor!


Woy! Dasar ngothor gendeng!

__ADS_1


Ngothor : PLAK!


Daddy : Ampun, Mak😩


__ADS_2