Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #12


__ADS_3

Pagi itu, suara barang berjatuhan berdentum dari balik kamar Ken. Entah kegiatan apa lagi yang membuat keributan di ruangan tersebut, hingga bunyinya nyaring sampai ke bawah.


Kalaupun mereka sedang berkelahi karena urusan rumah tangga, harusnya ada suara Zoya dan Ken yang berteriak bersahut-sahutan. Saling memaki dengan kekuatan masing-masing.


Namun, hal itu terjadi. Bi Lila yang hendak naik ke atas tangga bahkan langsung menghentikan langkahnya. Niat hati ingin mengambil cucian kotor, dia malah harus mendengar jeritan Zoya yang memanggil-manggil nama Ken.


"Ken, ah!"


"Ya, Sayang. Lihat ke depan!" sahut Ken dengan suara baritonnya. Dan yang Zoya lakukan hanyalah mendesaah.


"Astaga, ini sih bukan berantem namanya. Tapi perang dunia ketiga, sepertinya Nona Zoya sudah selesai datang bulan, dari semalam tidak habis-habis," gumam Bi Lila dengan wajahnya yang pias.


Dia mulai turun kembali ke bawah dengan langkahnya yang tergesa. Tidak ingin mengusik area terlarang, yakni lantai atas, di mana Ken dan Zoya berada.


Wanita paruh baya itu mencari aman, dari pada kesehatan jantungnya tidak stabil akibat mendengar polusi suara yang memecah gendang telinganya. Lebih baik dia mengerjakan pekerjaan yang lain saja.


Sementara di dalam sana, Zoya membungkuk dan Ken berdiri tepat di belakangnya. Pria matang itu mencengkram pinggul Zoya dan menggerakkan pinggulnya sendiri.


Kedua netra mereka bertemu dalam satu bayangan di depan cermin tempat mereka bercinta. Tak peduli pada benda yang berjatuhan, Ken terus memacu tubuhnya.


Ken menyeringai penuh saat melihat tubuh polos mereka menyatu. Sementara wajah sensual Zoya menghiasi tiap kegiatan panas mereka. Pagi yang indah untuk dinikmati, hingga Ken tak membiarkan sedikitpun istrinya menganggur.


"Hubby, aku_" Nafas Zoya tercekat, dia merasakan tubuhnya yang hampir mendapat gelombang itu. Seluruh persendiannya mulai menegang, dan Ken semakin mempercepat pergerakan, tahu kalau sang wanita akan mendapatkan pelepasannya.


"Yeah, Baby! Kita keluarkan bersama, ah!" Ken menggigit kuat bibir bawahnya, lantas di detik selanjutnya dia mendorong tubuhnya, dan memeluk Zoya erat. Hingga jeritan nikmat mereka beradu dalam satu udara, menggema bagai suara terindah di telinga masing-masing.

__ADS_1


"My Ken!" jerit Zoya dengan kepalanya yang mendongak, sementara kedua tangannya berpegangan erat pada meja rias. Tubuh wanita itu gemetar, bagai tersengat, dan dihempaskan hingga menyisakan rasa lemas.


Setelah gelombang itu datang, lutut Zoya langsung tak bertenaga, dia bagai jeli yang tak mampu untuk berdiri lagi. Hingga dengan cepat Ken menopang tubuh istrinya dia memberikan kecupan di pipi Zoya. "Thank you, Baby."


Pelan-pelan Ken mencabut diri, lalu menggendong Zoya kembali untuk naik ke atas ranjang. Entah sudah sebanyak apa bibit-bibit ular python yang masuk ke rahim Zoya, tetapi sungguh Ken tidak ada puasnya.


Ken yang masih mampu berdiri dengan tegak mengambil minum di atas nakas, lalu memberikannya untuk sang istri. "Baby, minumlah dulu." Ucapnya pada Zoya yang terlihat sudah sangat lunglai, wanita itu menatap Ken dengan nafasnya yang masih memburu.


Dan pria itu tersenyum lebar, suka sekali kalau Zoya berhasil dia hajar sampai merintih-rintih.


Merasa haus karena terlalu banyak berteriak, akhirnya Zoya bangkit dengan dibantu oleh Ken. Dia segera menandaskan air putih tersebut, dan tak menyisakan sedikit pun untuk sang pria.


"Hari ini aku tidak akan kuliah," ucap Zoya dengan nadanya yang pasrah, dan terkesan menyerah.


Mendengar itu, kening Zoya mengeryit. "Menjaga apa? Hubby harus bekerja." Cetus Zoya, kalau ada suaminya di rumah bukan menjaga namanya, yang ada dia yang habis dihajar lagi tanpa ampun.


"Sayang, hari ini saja. Kita benar-benar butuh waktu untuk membuatnya ada. Dan hari ini adalah waktunya. Kita fokus yah," ujar Ken sambil menatap wajah Zoya yang tidak mengerti sama sekali dengan ucapannya.


"Hubby ini bicara apa? Menjagaku? Membuatnya ada? Fokus? Apa sih?" cetus Zoya dengan kening yang berlipat-lipat, penuh tanda tanya.


Ken tersenyum lebar, lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Zoya. "Aku ingin punya anak." Bisik Ken yang langsung membuat Zoya merinding.


*


*

__ADS_1


*


Ngothor : Sombong banget sih lu, di DM kagak dibales-bales🙄


Daddy : Lu DM apaan lagian sih, Thor? Dah tahu lagi enak-enak, pake acara DM² segala.


Ngothor : Bodo amat gue mau ngambek sama lu, gue siksa nanti biar si python kagak nyarang mulu.


Daddy : Mulai deh, jangan aneh-aneh ngapa, gue baru buka puasa!


Ngothor : Seterah gue dong, gue kan emak lu! Suruh siapa gue dikacangin.


Daddy : Nggak dikacangin, cuma lagi nanggung aja.


Ngothor : Nggak peduli, pokoknya gue ngambek!


Daddy : Yailah nih punya emak satu baperan amat dah, lama-lama gue ganti juga.


Ngothor : Ngomong apa lu?


Daddy : (Sadar) Kagak ngomong apa-apa.


Ngothor : Ngomong apa? Mau ganti gue iya? Ntar python lu nyang gue ganti pake anaconda.


Daddy : (Nelen ludah)

__ADS_1


__ADS_2