
*Saran baca atas dulu, biar nyambung*
***
Ken melepas susuannya begitu pintu kamar mereka diketuk dengan keras. Nafas kedua orang itu terengah-engah, bahkan Zoya sudah menunjukkan wajah sensual, seperti menginginkan sesuatu yang lain.
Jangan lupakan pula senjata Ken yang sudah ikut menegang, tetapi dia tidak bisa meneruskan adegan panas itu, karena ketukan pintu tak berakhir juga.
"Sayang, benahi pakaianmu. Aku keluar untuk lihat dulu," ucap Ken, dan Zoya langsung mengangguk mengerti, Ken mengusap wajahnya, lalu turun dari atas ranjang menuju daun pintu.
Saat dia membuka sedikit benda persegi panjang itu, ternyata dilihatnya sang pengasuh yang mengurus Baby A ada di luar sana. Nova berdiri dengan cemas, tetapi begitu melihat Ken, wajahnya langsung sumringah, seolah rasa gundahnya hilang begitu saja.
Sebelum bertanya, Nova sudah lebih dulu buka suara, membuka Ken bungkam.
"Maaf, Tuan. Baby A menangis terus, padahal saya sudah mengganti popoknya dan memberi dia susu, tetapi dia tetap tidak mau," jelas Nova, yang langsung membuat Ken terperangah dan merasa tertangkap basah.
Dia bergerak merasa bersalah, mengusap tengkuk mengingat apa yang barusan dia lakukan bersama Zoya.
Apa dia tahu, kalau makanannya aku ambil? Masa bayi bisa tahu sih? Kan dia tidak lihat.
Bukannya menjawab ucapan Nova, Ken malah bertarung dengan pikirannya sendiri, bertanya-tanya apa penyebab utama yang membuat anak sulungnya itu menangis.
__ADS_1
"Tuan," panggil Nova, membuyarkan lamunan Ken.
Pria tampan itu langsung mengangkat kepala, menatap Nova dengan cengiran yang membuat wanita itu mengernyit heran. Diberitahu kalau anaknya menangis, kok malah cengar-cengir begitu, tuannya ini sedikit aneh.
"Ah, iya. Lalu bagaimana dengan yang lain? Apa mereka menangis juga?" tanya Ken.
Nova menggeleng cepat. "Tidak, Tuan. Tapi kalau mereka terus-menerus mendengar baby A menangis, pasti mereka akan ikut bangun juga." Jelas wanita itu.
Di atas ranjang, Zoya mengangkat wajahnya, ingin tahu siapa yang datang dan apa yang sedang mereka bicarakan. Karena merasa penasaran, akhirnya wanita beranak lima itu ikut turun, dan menimbrung bersama kedua orang itu.
"Hubby, ada apa?" tanya Zoya menatap Ken, lalu beralih ke arah Nova. "Ada apa, Nov? Apa ada sesuatu terjadi?" Tanyanya ingin cepat-cepat mendapat kejelasan.
Nova membungkuk dalam, untuk meminta maaf melalui gerakan tubuhnya. "Maaf, Nyonya. Baby dari tadi menangis terus. Padahal saya sudah mengganti popok dan memberinya susu. Tapi dia tetap rewel." Jawab wanita itu, jawaban yang sama seperti saat Ken bertanya.
Tak ingin menduga-duga, Zoya segera melangkah ke kamar sang anak. Kamar yang dulunya dia tempati, sebelum menikah dengan Ken.
Ken mengekor pada Zoya, akibat kejadian ini dia akhirnya melupakan jadwal meeting yang sudah ada di depan mata. Ketika mereka membuka pintu, ternyata Baby A tengah digendong oleh pengasuh Baby B, yakni wanita berkepala tiga bernama Putri.
"Put, apa anakku masih menangis?" tanya Zoya merasa cemas, dilihatnya sang anak yang menggeliat, tak lama dari itu Baby A kembali menangis. Sepertinya ia merasakan kehadiran sang ibu. Zoya pun meminta Baby A dari gendongan Putri, ajaib tanpa harus menunggu Baby A langsung berhenti menangis, dan berganti membuka mulut mencari sesuatu yang bisa dia gapai dengan benda mungil itu.
Zoya mengulum senyum tipis melihat tingkah Baby A, dia membawa bayi mungil itu ke arah ranjang mengerti apa yang diinginkan sang anak. "Baby tahu yah, miminya diambil Daddy?" tanya Zoya mengajak Baby A bicara. Wanita terkekeh, lalu menciumi seluruh wajah anak sulungnya.
__ADS_1
Sementara Ken langsung menelan ludah dan menghela nafas panjang. Hah, sepertinya untuk kedepannya dia harus lebih berhati-hati, karena sang anak kini mulai mengerti, bahwa sumber makanannya telah ia curi.
Semua baby sitter yang ada di sana sontak senyum-senyum mendengar ucapan Zoya. Belum lagi mereka sempat melihat gurat kecewa di wajah sang tuan. Sepertinya tebakan Zoya benar adanya, Baby A menangis karena makanan favoritnya diambil oleh sang ayah.
***
Bukan manusia sempurna.
Hanya pendosa, yang kerap berbuat salah.
Tempatnya hilaf, tempatnya noda.
Maka dari itu untaian kata maaf saya haturkan, atas kesalahan yang disengaja maupun tidak.
Semoga kalian semua berkenan memaafkan saya.
Dan mari raih kemenangan bersama-sama. SELAMAT HARI RAYA๐๐๐
~ Nita Amelia ~
Taqabalallah wamina waminkum.
__ADS_1
Minnal aidzin wal faizin๐