Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Pertama Kalinya


__ADS_3

Di ujung sana Zoya buru-buru pamit pada Raga untuk pergi ke kampus, awalnya Raga ingin mengantarkan Zoya. Namun, bisa kacau kalau sampai Ken tahu dia pergi bersama pemuda itu.


Dengan mengendarai taksi Zoya sampai di depan gerbang kampus. Dari tempatnya berdiri Zoya bisa melihat mobil Ken terparkir di tempat biasa.


Sumpah demi apapun, Zoya merasa ada sesuatu yang akan menimpanya. Dia begitu was-was, takut Ken melihat dia turun dari taksi, dan menanyakan ini itu.


Zoya mulai melangkah untuk segera menghampiri Ken. Dia masuk dan langsung disuguhi wajah Ken yang berantakan, pun dengan netra yang seolah tak sudi menatap ke arahnya.


Gadis itu meneguk ludahnya kasar. Baru pernah dia melihat penampilan Ken yang sekacau ini. Keduanya bergeming, hingga akhirnya Ron menginjak pedal gas, dan membawa kijang besi itu melipir ke jalan raya.


Ada kesenjangan waktu yang terjadi di antara mereka, cukup lama. Zoya yang tak berani bersuara, pun dengan Ken yang masih mengatur emosinya.


"Dari mana?" tanya Ken datar, dan terkesan dingin, hawa itu menusuk hingga ke relung hati Zoya.


"Dari mana apanya, Dad? Aku jelas-jelas baru pulang kuliah," balas Zoya sambil melirik Ken ingin melihat ekspresi wajah pria itu.


Raut tampan Ken masih sama, dan hal itu membuat Zoya menggigit bibir bawahnya merasa cemas.


Sepertinya telah terjadi sesuatu pada Ken. Hingga pria ini berubah sikap dalam sekejap.


"Benar kamu baru pulang kuliah? Kenapa begitu lama untuk menemuiku?" Ken masih dalam posisi yang sama, menatap lurus ke depan, dengan tangan yang terkepal kuat di bawah sana.


"Aku, aku," Zoya mendadak tergagap untuk menjawab pertanyaan Ken. Dia memejamkan matanya sejenak, suaranya seolah tercekak di tengah tenggorokan.


"Jawab yang benar!" bentak Ken tiba-tiba, mengagetkan dua orang yang berada di sekitarnya.

__ADS_1


Bahkan Zoya langsung memegangi dadanya, tubuh gemulai itu mendadak gemetar, seperti dugaannya, Ken pasti tahu sesuatu. Apa benar Ken melihat Zoya pergi bersama Raga?


"Aku memang baru pulang, Dad. Setelah aku mengerjakan tugas kelompok dengan yang lain," jelas Zoya dengan sedikit terbata, dia tidak mungkin langsung bicara mengenai Raga. Bisa jadi, Ken marah karena menunggunya terlalu lama.


Mendengar itu, Ken menoleh dan melayangkan tatapan tajam ke arah Zoya. Untuk pertama kalinya, Zoya mendapatkan itu semua.


Gigi Ken merapat, menahan geram. "Benarkah dengan teman-temanmu? Atau kamu pergi dengan pria sialan itu?"


Deg!


Jantung Zoya seperti berhenti berdetak, dan detik selanjutnya semakin berpacu dengan cepat. Dia seperti seseorang yang kedapatan selingkuh, tetapi sungguh hubungan mereka tidak sejauh itu.


"Jawab aku, Zoya!" pekik Ken lagi, menambah beberapa oktaf suaranya.


Di kursi kemudi, Ron kembali dibuat merinding. Dia sedikit melebarkan matanya, karena sepertinya perang dunia kelima akan segera dimulai.


Dia jujur sejujur-jujurnya, karena memang mereka pergi berempat. Dia tidak berduaan dengan Raga.


Ken mengangkat satu sisi bibirnya ke atas. Tersenyum sinis ke arah Zoya. "Jangan bohong, kamu kira Daddy tidak tahu? Bahkan kamu sampai disuapi olehnya. Itu kah yang kamu bilang tidak pergi berdua?" tanya Ken dengan nada yang melunak.


Namun, suara Ken terdengar masih sangat kesal. Tatapan itu bahkan masih terus menyalak tajam, karena amarahnya benar-benar belum padam.


Zoya menghela nafas, harus bagaimana dia menjelaskan pada Ken. Bahkan dia dibuat penasaran, Ken tahu dari mana dia pergi bersama Raga? Apa Nora yang sengaja memberitahunya?


"Aku sudah jelaskan pada Daddy. Aku tidak benar-benar pergi berdua, kalau Daddy tidak percaya, Daddy bisa tanyakan semua ini pada Kak Nora. Karena Raga adiknya!" cetus Zoya.

__ADS_1


Kedua netra Ken sedikit membola, dia mendengus kasar. "Omong kosong, kamu ingin membuat hubungan kita diketahui olehnya? Atau kamu memang sedang mengalihkan pembicaraan? Ini kah alasan kamu memberi jarak pada Daddy?"


Mendengar itu, Zoya dibuat terperangah, sebegitu tidak percaya kah Ken padanya. Dia menggeleng tak habis pikir, bahkan dia pun ikut berusaha untuk menjaga semuanya, tetapi kenapa malah bersikap seperti ini?


"Apa Kak Nora yang memberitahu pada Daddy, hem?" tanya Zoya.


"Itu tidak penting!"


"Jawab Zoya, siapa yang memberitahu Daddy!" Zoya tak kalah memekik, karena emosinya mulai terpancing.


Dia tidak terima disalahkan seperti ini, dia memang pergi dengan Raga tanpa seizin Ken, tapi dia tidak pergi berdua, bahkan semua itu dia lakukan karena sebuah tugas kuliah.


Haruskah Ken menuduh ini itu, dan tidak percaya padanya?


"Ibu dari temanmu, dia yang mengirim fotomu dan pria badjingan itu!"


Deg!


Wanita itu lagi?


*


*


*

__ADS_1


Halah halahhhhh🤧🤧🤧🤧


__ADS_2