Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Python #5


__ADS_3

Sinar matahari membias, naik ke atas singgasana dan menerangi jagat raya. Namun, dua insan itu masih nyaman dengan posisi mereka yang terlelap dengan saling memeluk tanpa mengenakan busana.


Rasa lelah semalam, membuat keduanya ingin terus berlama-lama di atas ranjang. Zoya menggeliat, lalu menyusupkan wajahnya di dada bidang Ken, mencari kehangatan.


Sementara kaki jenjangnya sudah diapit oleh kaki sang pria. Zoya bagai guling yang selalu ingin Ken peluk, membuahkan rasa nyaman hingga mereka ingin terus seperti ini, tak peduli perut mereka sudah berdemo minta diisi.


Tidak ada yang berani menapaki lantai atas, apalagi sampai mengetuk benda persegi panjang itu. Semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, dan memilih tidak peduli dengan sepasang pengantin baru yang masih betah di dalam kamar.


Hingga jam menunjukkan pukul 10 pagi, Zoya kembali menggeliat, matanya mengerjap dan samar-samar melihat bayangan wajah tampan Ken.


Seketika bibirnya melengkung sempurna. Dia mulai membuka matanya, dan diam-diam memberikan kecupan singkat di bibir suaminya.


Dia masih tidak menyangka, akan menikah dengan pria ini. Pria yang terkenal sebagai pemain wanita, dan paling handal dalam urusan bercinta.


Namun, sungguh jika dia mati lalu dihidupkan kembali, dia akan tetap memilih Ken untuk menjadi suaminya, dan pemilik hati ini.


Ken masih memejamkan matanya. Sementara Zoya mulai usil, memainkan bibir Ken menggunakan jarinya. Gadis itu menikmati pahatan wajah Ken, wajah tegas dengan pesona yang begitu kuat, hingga membuatnya terpikat.


"Hubby, kapan kamu mau bangun?" tanya Zoya masih dengan aksinya mengganggu tidur Ken. Padahal dia sudah tahu, bagaimana buasnya sang singa saat waktu istirahatnya dipermainkan.


Zoya terkekeh sendiri, dia memberi kecupan basah di bibir Ken, ingin membuat pria itu secepatnya membuka mata.


Berhasil! Ken mengerutkan keningnya, dengan kelopak mata yang menyipit, menyesuaikan cahaya yang masuk ke indera penglihatannya.


Melihat itu, Zoya mengulum senyum. "Good morning, Hubby. My husband, my heart, and my darling." Sambut gadis cantik itu.


Membuat Ken ikut melengkungkan bibirnya, membentuk ukiran senyum. "Morning, Baby. My wife, my life, my everything." Balas Ken lalu mengecup bibir Zoya.


Sejenak kedua orang itu hanya saling melempar senyuman, hingga Ken kembali bersuara. "Kita tidur berdua, tapi bangun bertiga." Ujarnya, membuat Zoya menaikan kedua alisnya.


"Maksudnya?"

__ADS_1


Ken terkekeh, ingin Zoya langsung mengerti, dia meraih tangan wanita itu, lalu mengarahkan ke bawah sana. Di mana letak ular pythonnya. "Dia ikut bangun." Bisik Ken.


Namun, kali ini Zoya tidak lagi marah. Dia justru meremassnya hingga Ken mendesaah. "Come on, aku bantu tidurkan." Balasnya tak kalah terkekeh.


Membuat Ken merasa sangat gemas, dia menggigit dagu Zoya. "Ah, Baby. Kamu semakin nakal, Sayang."


Ken menyingkap selimut, hingga dia dan Zoya bisa leluasa untuk bergerak. Dia langsung mengungkung tubuh Zoya, lalu menyergap dua pegunungan kesukaannya.


Dari semalam dia kembali dibuat gila oleh sentuhan istrinya. Tubuh mereka yang tak bisa menyatu, tak menjadi masalah. Karena nyatanya Ken masih bisa memuntahkan laharnya.


"Hubby, pelan-pelan. Tidak akan ada yang memintanya," ucap Zoya mengingatkan Ken, di saat pria matang itu bermain kasar dengan pucuk merah jambu miliknya.


Bukan apa-apa, semalam benda mungil itu sudah lecet oleh Ken. Dia tidak mau memperparahnya dengan gigitan buas pria itu.


Ken menyeringai tipis, lalu mengikuti keinginan istrinya. Satu mulutnya menyesap, sementara yang satunya lagi meremass dengan manja.


Bahkan tak jarang jari Ken memilin-milin bulatan kecil itu, membuat Zoya melenguh. Dengan kepala yang menggelegak.


Sementara dirinya setengah berdiri di antara kaki Zoya. Dia mengapit si ular python di tengah-tengah kedua pegunungan istrinya, dan meludah di sana.


Detik selanjutnya, Ken mulai memacu tubuhnya. Membuat himpitan sempit dari dua buah dada milik Zoya, semakin Ken merapatkan tangannya semakin terbenam pula ular pythonnya.


"Aahhh, Baby," Ken mengerang lalu menggigit bibir bawahnya, tak jarang pula mulut itu menganga, menikmati sensasi nikmat dan panas secara bersamaan.


Ken selalu punya cara untuk memanjakan pusakanya. Karena otak mesumm pria itu sudah kembali, dia tak lagi frustasi karena sang istri mendapatkan menstruasi.


Zoya mengambil alih pekerjaan Ken. Kini dia sendiri yang mengapit kedua buah dadanya. Sementara Ken terus menggerakkan pinggulnya.


Suasana kamar itu mulai memanas dengan erangan Ken yang kembali menggema. Bahkan peluh sudah mengucur deras keluar dari pori-pori kulitnya.


"How about this, Hubby? (Bagaimana dengan ini, Sayang?)" tanya Zoya sambil menikmati wajah sensual Ken, yang tengah menuju nirwana.

__ADS_1


"Ini tidak buruk, Sayang. Kamu selalu bisa memanjakanku. Ah, Baby.... Sekarang!" pekik Ken saat merasakan gelombang itu nyaris datang.


Pria itu memacu tubuhnya dengan sangat cepat, dia sedikit menekannya hingga cairan itu membuncah, dan tak sedikit mengenai wajah Zoya.


Nafas Ken terengah-engah. Dia memegangi bahu Zoya dan masih menekan senjatanya. Agar bisa itu keluar dengan sempurna.


Setelah itu, Ken mengusap wajah Zoya dan meninggalkan kecupan singkat di sana. "Thank you, Baby. And I love you."


"I love you more, Hubby."


Ken mengulum senyum, lalu kembali memagut bibir Zoya. Semua yang nampak menjijikkan, tidak akan lagi kita rasakan bersama orang yang kita sayang. Ini menyenangkan.


*


*


*


Gue abis review, liat komentar-komentar kalian, banyak yang bilang visual neng joyaaa ketuaan. Emang iya yah?


Tadinya gue mau kasih foto gue yang masih umur dua bulan, tapi gue takut kena makian.


Jadi visual neng joyaaa lu pada bayangin muka masing-masing aja dah🤧 biar nggak jadi masalah.


TTD : Emak python 🐍


Daddy : Aku balu bangun🥱


Ngothor : Kagak ada yang nanya🙄


__ADS_1


__ADS_2