Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Baby ABCDE


__ADS_3

Sudah seminggu Ken dan Zoya menjadi orang tua. Baby ABCD bahkan sudah dibawa pulang semenjak tiga hari yang lalu, tinggal El yang masih berada di rumah sakit karena masih harus mendapatkan perawatan intensif.


Namun, tepat pada hari ini, Ken akan menjemput putri bungsunya. Karena El sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter Susan.


Setiap hari Ken bolak-balik antara rumah sakit, rumah dan juga kantor, untuk melihat kondisi putri kecilnya. Dia tidak mau membuat Zoya khawatir, maka dari itu Ken senantiasa menunggui El, bahkan terkadang dia menginap pula di sana, agar dekat dengan putrinya.


"Sayang, hari ini aku akan menjemput El. Kamu di sini saja yah, jaga yang lain," pamit Ken pada Zoya yang sedari tadi minta ikut.


Namun, Ken tidak mengizinkan ibu beranak lima itu. Dia takut Zoya kelelahan, apalagi Zoya masih belum boleh menggendong bayi terlalu lama.


Dan akhirnya Zoya pasrah, dia membiarkan Ken menjemput El bersama dengan baby sitter-nya, yakni Olaf. Wanita berusia dua puluh lima tahun, yang akan ikut mengurus putrinya.


"Hati-hati, Dad. Kita semua menunggumu dan juga El," ucap Zoya sebelum Ken benar-benar pergi, pria tampan itu mengangguk, lalu mencium bibir Zoya, melumaatnya sedikit, sebelum ada yang melihat, padahal Olaf baru saja lewat.


Setelah itu, Ken baru masuk ke dalam mobil, dengan diantar oleh supir. Karena Ron mengurus perusahaan bersama sekretaris barunya.


Pria tampan itu sama sekali tak bicara. Dia senantiasa diam, membuat tak ada pula yang bersuara, sama halnya dengan Olaf yang di belakang sana. Dia dan baby sitter yang lain mulai mengerti, kalau Ken akan bicara bila ada hal yang penting-penting saja.


Hingga tak berapa lama kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah sakit yang dituju. Ken bersama Olaf langsung menuju ruangan dokter Susan, sementara sang supir menunggu di luar.


"Pagi, Dok. Saya mau menjemput El pulang," ucap Ken langsung bicara pada intinya.


Dokter Susan mengulum senyum. "Pagi juga, Tuan. Kalau begitu anda perlu menyelesaikan administrasi lebih dulu, setelah itu nanti ada suster yang akan mengantar anda ke ruangan El." Jelas dokter Susan.

__ADS_1


Mendengar itu, Ken mengangguk cepat. Dia segera menyelesaikan administrasi seperti yang dibicarakan oleh dokter yang menangani putrinya. Dan setelah semuanya beres.


Ken diantar oleh seorang suster menuju ruangan putri kecilnya. Bayi cantik yang mirip dengan Zoya. Hidung mancung putrinya benar-benar seperti milik Zoya. Ken tersenyum lebar melihat El yang sudah dikeluarkan dari inkubator.


"Helo, My little princess? Mommy sudah menunggumu di rumah, kita akan segera pulang, dan bertemu dengan kakak-kakakmu," ucap Ken sambil membelai lembut wajah cantik baby El.


Ken menggendong El, dia menggendongnya sebentar, lalu Ken menyerahkannya pada Olaf. Mereka akan segera pulang. Namun, El justru terbangun dan menangis kencang.


"Tuan, sepertinya Nona Kecil masih ingin digendong oleh anda," ucap Olaf yang membuat Ken kembali tersenyum.


"Benarkah? El masih ingin digendong oleh Daddy? Baiklah, kemari biar Daddy menggendongmu sampai rumah," ujar Ken kembali menggendong El.


Dan benar saja, El langsung diam dalam dekapan Ken. Membuat Ken gemas dan ingin menggigit pipi El yang bulat seperti donat gula.


"Sayang, aku mau lihat El. Pasti dia sangat menggemaskan, terakhir kali kita bertemu seminggu yang lalu," rengek Zoya sambil memegangi kedua sisi kemeja Ken.


Pria itu langsung menarik tengkuk Zoya, mengecup kembali bibir tipis itu. Dan seketika semua orang menjadi patung. Pak supir sampai tak jadi menutup pintu, melihat adegan agak plus-plus itu.


Setelah puas menciumi Zoya, Ken baru membiarkan Zoya melihat anak mereka. El masih dalam gendongan pria tampan itu.


"Dia sangat mirip denganmu, Baby." Ucap Ken mengecup lagi puncak kepala Zoya, rasanya tidak akan puas bila hanya satu kali, dua kali, dia ingin berkali-kali.


Zoya mengangguk setuju, lalu setelah itu Ken mengajak Zoya untuk masuk ke dalam, membawa El agar berkumpul dengan saudara-saudara kembarnya.

__ADS_1


Sampai di kamar yang dihias dengan gambar ular python dan buah strawberry, juga huruf A sampai E, para baby sitter sontak langsung berdiri dan pamit, meninggalkan keluarga kecil, eh tidak. Keluarga besar itu.


Ken meletakkan baby El di tempat tidur yang kosong, yakni di tengah-tengah saudaranya. Menjadi anak bungsu, dan satu-satunya yang berjenis kelamin wanita, sepertinya akan membuat El semakin dimanja.


Melihat pemandangan manis ini, Ken dan Zoya kompak mengulum senyum, saling pandang dengan penuh cinta. Keluarga mereka benar-benar sudah terlihat sempurna.


"Hubby, keluarga kita sudah lengkap, aku sangat bahagia dengan ini semua," ucap Zoya menatap Ken dan membelai lembut pipi pria itu.


Ken menangkap tangan Zoya. Dia mengecupnya sekilas, lalu berbisik. "Aku masih ingin lebih, besok kembar lima lagi."


Mendengar itu, Zoya langsung mendelik, sementara Ken terkekeh dengan sangat keras, sampai membangunkan kelima anaknya.


"Hoaaaaa..." Tangisan itu bersahut-sahutan, membuat Ken kelimpungan.


Zoya tersenyum smirk. "Diamkan anak-anakmu dulu, baru kita punya anak sepuluh!"


*


*


*


"Baby sitter dilarang masuk!!!"

__ADS_1


__ADS_2