Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Lepaskan Aku!


__ADS_3

Ken segera turun menapaki anak tangga dengan langkahnya yang tergesa. Mendengar Zoya tengah cekcok dengan sang asisten, membuat dia dilanda rasa penasaran yang begitu besar.


Dan benar saja, saat dia baru keluar dari pintu, dia bisa melihat Zoya yang tengah meronta dari cekalan Ron. Ken langsung berlari ke arah sana.


Melihat seseorang yang begitu ingin dia hindari, Zoya kembali menarik tangannya dengan sekuat tenaga. "Lepaskan aku! Jangan karena kamu bekerja dengannya kamu menahanku seenaknya seperti ini!" Pekik Zoya.


Namun, Ron tetap tidak mengindahkan ucapan Zoya. Dia terus memegangi tangan Zoya, hingga tangan langsing itu terlihat memerah.


"Tunggu sebentar, Nona. Sebentar saja, jangan egois seperti ini." Ron selalu mengeluarkan kalimat itu, tetapi Zoya seolah tak ingin mendengar apapun.


Karena kekecewaannya terhadap Ken telah menggunung. Dalam setengah hari, dia dihadapkan dua kenyataan pahit dari pria itu, hati mana yang kuat menahannya?


"Baby," panggil Ken dengan suara lirih, melihat Zoya yang menangis seperti itu, dia bisa tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi sebelum dia datang.


Mendengar panggilan Ken, Zoya bergeming, tubuhnya mulai lunglai dan tak bertenaga. Hingga Ron tak lagi mencengkram kuat pergelangan tangan itu, bahkan dengan cepat Ron melepasnya, takut Ken tidak suka.


Ken mendekat ke arah Zoya, dan mencoba meraih kedua tangan gadis itu, tetapi segera Zoya tepis kasar. Dia menggeleng dengan air mata yang bercucuran.


Dan penolakan Zoya, kembali membuat hati Ken merasakan sakit yang luar biasa.


"Baby, maafkan aku. Aku seharusnya tidak bertindak bodoh seperti tadi. Aku mengaku salah, Baby. Ayo kita lakukan pemeriksaan supaya kita tahu kamu benar-benar hamil atau tidak," ucap Ken dengan selembut mungkin.


Ken merentangkan tangannya, tetapi Zoya menggelengkan kepala, lalu mengambil sesuatu dari tas kecilnya. Sebuah amplop putih hasil tes pemeriksaan dia lempar dengan kasar ke hadapan Ken.


"Aku tidak hamil! Jadi lepaskan aku sekarang, dan kamu bebas mau melakukannya dengan siapapun!" cetus Zoya dengan air mata yang semakin luruh tak tertahankan.


Deg!

__ADS_1


Mendengar itu, Ken langsung melebarkan kelopak matanya, merasa terperangah. Kebodohannya membuat Zoya terluka, dia yakin sekarang Zoya tengah marah padanya.


Setelah melemparkan amplop tersebut Zoya berbalik hendak pergi meninggalkan Ken. Namun, secepat itu pula Ken segera merengkuh tubuh mungil Zoya.


Gadis itu kembali meronta, tetapi Ken justru semakin mempererat pelukannya. Zoya ingin menjadi si munafik sekarang, dia ingin memungkiri bahwa dekapan Ken sebenarnya menenangkan.


Tetapi seolah rasa kecewa mendorongnya untuk menolak itu semua.


"Lepaskan aku!" teriak Zoya sambil meronta-ronta diiringi isak tangis yang mendera.


"No, Baby. Aku tidak akan melepaskanmu, maafkan aku. Maafkan aku, aku bodoh. Aku mohon jangan tinggalkan aku, Zoy, aku mencintaimu," mohon Ken dengan suaranya yang terdengar parau, menahan sesak.


Dan dari tempatnya berdiri, Nora bisa melihat semuanya. Melihat Ken dengan pandangan mata yang tak biasa saat menatap Zoya. Benarkah pria itu sudah jatuh cinta pada anak angkatnya?


"Kamu bohong, kamu tidak mencintaiku, Dad. Bahkan di saat kita baru saja bertengkar, kamu sudah menarik wanita lain untuk berada di sisimu. Bukankah itu artinya, aku tidak berharga untukmu? Dan lagi, sebenarnya siapa yang berkhianat di antara kita, aku? Atau kamu?"


"Tidak, Baby. Aku tidak melakukan apapun di belakangmu. Only you, i swear, only you, Zoya. (Hanya kamu, aku bersumpah, hanya kamu, Zoya.)"


Ken sama sekali tak menghapus jejak basah yang mengalir deras dipipinya. Ini sebagai bukti bahwa dia juga pria biasa yang bisa menangis ketika hatinya benar-benar terluka.


"Maafkan aku, Sayang. Aku mohon jangan pergi. Kita hanya salah paham," ucap Ken lagi, ingin menahan Zoya.


"Lalu apa yang aku lihat tadi? Kamu menarik tangan Kak Nora, apa kamu sudah melakukan semua itu dengannya?" tanya Zoya dengan bibirnya yang bergetar, mendadak dia jijik dengan tangan Ken yang baru saja menyentuh wanita lain selain dirinya. Tangis gadis itu semakin pecah.


Mendengar pertanyaan gadisnya, Ken mulai paham, jadi Zoya melihat dirinya yang tengah menarik tangan Nora saat dia mengusir wanita itu.


Ken kembali menggelengkan kepala, dengan lelehan air mata. Kedua orang ini seolah tengah melakukan drama di depan para pengawal dan asisten rumah tangga yang kebetulan ada di sana.

__ADS_1


"Aku berani bersumpah, Sayang. Aku tidak melakukan apapun. Kamu boleh bertanya pada Bi Lila, aku sedang mengusirnya agar keluar dari mansion, apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu bayangkan," jelas Ken, lalu dia memutar tubuh Zoya agar mereka saling berhadapan.


Kedua netra saling mendamba itu bertemu.


Ken menelusupkan kesepuluh jarinya di antara riapan rambut Zoya. Di depan semua orang tanpa tahu malu Ken menciumi jejak basah gadis itu. "Aku benar-benar minta maaf, Baby. Aku sangat emosi tadi. Aku mohon jangan ucapkan kalimat perpisahan, aku tidak mau berpisah denganmu."


"Tapi sayangnya aku yang ingin kalian berpisah!" cetus seseorang dari ujung sana, orang yang baru saja tiba, dan bergabung bersama mereka.


Semua mata melayangkan tatapan mereka pada pria paruh baya yang tengah melangkah.


Mata Ken langsung memicing tak suka. "Apa maksudmu bicara seperti itu?" Tanya Ken, tak peduli meski orang yang bicara usianya jauh lebih tua darinya.


"Maksudku, aku tidak akan membiarkan putri kandungku jatuh pada badjingan sepertimu!"


Deg!


*


*


*


Gue suka banget ya gantung-gantung🤣🤣🤣


Ya mangap, ngothor juga perlu mangan dulu, minum dulu, jajan dulu, baru nulis lagi, ditunggu lagi oke, muah 😘😘😘 Sayang kalian banyak-banyak 🌹🌹🌹


Eeee makasih juga yang udah polowww sosmed ngothor, jangan kaget yak dengan keindahan paripurna ku🤪🤪🤪

__ADS_1


__ADS_2