
Ciuman panas di dalam kolam renang itu semakin membara. Dada keduanya saling menghimpit dengan deguban yang seirama. Zoya semakin mengeratkan tangannya pada leher Ken, sementara tubuhnya sedikit terangkat, agar kedua kaki itu melingkar di pinggang sang pria.
Ken dan Zoya saling berburu oksigen di sekitar mereka, satu sama lain tidak ada yang ingin menghentikan aktivitas gila ini, keduanya sama-sama mendamba, dengan geleyar hasrat yang menyeluruh.
Ditambah suasana di sekitar mereka yang begitu mendukung, temaram lampu dengan aroma semerbak bunga mawar, semakin meningkatkan gairah hingga memuncak dan siap untuk mencuat.
Tangan besar itu merayap, menyusuri punggung mungil itu, hingga bermuara di resleting dress Zoya. Ken berusaha menurunkannya, tetapi Zoya justru menghentikan ciuman mereka.
Dia memberi jarak untuk menatap wajah Ken, nafasnya yang memburu menampar kulit pria itu, membuat gejolak di bawah sana semakin tak bisa dikondisikan.
"Mau apa?" tanya Zoya, persis gadis polos yang baru saja mendapat serangan mematikan dari pria yang menumpu tubuhnya.
Ken tersenyum tipis, gadis kecil ini pasti tengah menggodanya. Ken mencuri kecupan di bibir ranum itu lagi, tak hanya sekali tapi berkali-kali. "Aku mau hadiahku, Baby." Ujarnya dengan netra yang berkabut.
"Hadiah? Daddy juga mau hadiah?"
Ken mengangguk cepat. "Yes, aku juga mau hadiah." Suara pria matang itu berubah berat dan seksi, membuat Zoya tak bisa untuk tidak jatuh pada pemilik raga kekar ini.
Zoya terkekeh kecil, lalu menyatukan kening mereka. "Kalau begitu, ambil hadiahmu."
Gadis itu merampas bibir Ken lebih dulu, dan hal itu membuat Ken tersenyum lebar di antara ciumannya dengan Zoya. Dia meneruskan gerak tangannya untuk melucuti semua yang ada pada tubuh gadisnya.
Hingga pakaian itu hanyut begitu saja, menyisakan pahatan sempurna, dengan lekuk yang menggiurkan. Apalagi tubuh basah Zoya terkena sinar rembulan, membuatnya semakin terlihat memukau.
Rasa tak sabar mulai merasuk, hingga dengan cepat Ken menyerang dua sembulan yang tegak menantang itu. Seperti biasa, Zoya akan melenguh disetiap pergerakan Ken di atas tubuhnya.
Dia seperti menari di dalam air, hingga menciptakan riak gelombang yang menemani syahdunya percintaan bersama sang pria.
"Calling my name, Baby. No Daddy!" ucap Ken sebelum dia kembali dengan aksinya.
__ADS_1
Pria matang itu ikut melepas semua yang melekat pada dirinya, dia turun ke air sementara Zoya masih nampak di permukaan. Di bawah sana, Ken membuka kaki Zoya, memberikan sentuhan lidah di liang kenikmatan itu.
"Uhhh Ken!" Zoya merasakan sengatan, membuat seluruh tulang dalam tubuhnya melemas seketika.
Dan Ken semakin melesakkan lidahnya, bermain sesuka hati, membuat si empunya menjerit-jerit dan menjambak rambutnya. "Ken, ini gila. Jangan seperti itu!"
Zoya masih merasakan benda tak bertulang itu belum mau menarik diri, hingga saat Ken sudah kehabisan nafas, pria itu baru menghentikan permainannya.
Dia muncul ke permukaan, dan langsung disuguhi wajah sensual gadisnya, senyum Ken mengembang, dia menyugar rambutnya yang basah.
"Dasar nakal!" cetus Zoya sambil memukul lengan kekar Ken, dan yang pria itu lakukan hanya terkekeh dan menarik pinggang Zoya lagi.
Zoya bisa merasakan ular python di bawah sana menyentuh pangkal pahanya, dia kembali menaikan kakinya di pinggang Ken, dan tanpa ba bi bu pria tampan itu membuat penyatuan.
"Aku bilang jangan panggil Daddy. Panggil aku Sayang, Baby. Atau panggil namaku saja," ucap Ken sambil menekan bokong Zoya.
"Hih, memang harus seperti itu yah? Aku harus memanggil Daddy sayang?"
"Tentu saja, karena kita akan segera menikah."
Pernyataan itu langsung membuat pipi Zoya merona dan tersenyum sumringah, gadis itu mengangguk. "Sayang, aku akan memanggilmu sayang. Let's go, Hubby, driving me crazy."
"Oh my Zoy." Ken suka sekali kalau gadis centil ini sudah bereaksi. Ken mulai memompa tubuhnya di dalam air itu.
Menciptakan gelombang-gelombang cinta yang menggelora bersama gejolak api asmara yang membara. Semakin hangat bagai ciuman yang pertama.
Kini tak hanya kedua raga itu saja yang saling membutuhkan, tetapi juga jiwa mereka. Jiwa yang mulai menyatu menjadi satu kesatuan yang utuh.
__ADS_1
Bersama Zoya Ken akan menunjukkan sisi yang lainnya. Begitu pun dengan Zoya, yang akan menyambut hal itu dengan suka cita.
"Uhh, Sayang." Zoya mendesaah, kepalanya terus menggelegak, sementara dadanya membusung meminta digigit.
Dan Ken tidak menyia-nyiakan itu, dia menyesap kuat, lalu menggigitnya gemas membuat si empunya menjerit nikmat.
Di samping itu, Ken terus memacu tubuhnya, terasa semakin cepat, hingga buncahan lahar hangat itu kembali meledak di dalam sana.
Hah!
"I love you, Zoy. I love you so much."
*
*
*
Yang bacanya nyanyi fiks kalian doyan dangdutan๐๐๐
Deterjen : Thor nganu terus kapan konfliknya?
Ngothor : Gue kan ngothor nganu. Ya jadi nganu terus๐ tapi sabar bentar lagi ada suprise kecil-kecilan. Lu pada yang minta konflik, terus gue munculin lu pada kabur gue cubit online ginjalnya atu atu.
Deterjen : Kagaklah Thor, kita bakal kawal Daddy sama neng Zoya sampe halal.
Ngothor : Oke, gue pegang omongan lu pada yah. Awas aja, awas kalo sampe ninggalin si python pas lagi sayang-sayangnya.
Tak anu koe ๐๐๐
__ADS_1