
Tubuh sensual Zoya tergelatak di atas ranjang. Suara erangan panjang menggema seiring hentakan terakhir yang dia terima. Ken benar-benar menghajarnya tanpa ampun hari ini, hingga dia kehabisan tenaga.
Nafas wanita itu terengah, dadanya naik turun dengan keringat yang mengucur deras dari balik pori-pori kulitnya. Namun, sungguh hal itu justru terlihat semakin seksi di mata Ken.
Pria matang itu selalu tergoda, tak bisa berlama-lama menahan dirinya agar tidak menghentak inti istrinya. Lembah basah yang menggairahkan itu sudah mengambil seluruh kesadarannya.
Hingga Ken tak berhenti, meski Zoya sudah merintih. Terdengar suara tarikan nafas yang sangat nyaring. Ken menjatuhkan tubuhnya di samping Zoya, dan menciumi wajah wanita itu.
"I love you, Baby. Love you so much," ungkap Ken sambil memangkup satu sisi wajah Zoya. Hingga perlahan Zoya membuka matanya. Dan dia merasakan Ken membawa selimut untuk menutupi tubuh moleknya.
Dia menatap ke samping, di mana Ken berada. Hingga pandangan keduanya sama-sama beradu. Ken terlihat sangat puas, karena sudah berhasil membuat Zoya menyerah pada permainannya.
"Love you more, Hubby. Kamu benar-benar membuatku tidak berdaya," timpal Zoya dengan nafas pendek-pendek. Zoya menggeliat, dan membenamkan wajahnya di dada Ken, dada basah sisa percintaan mereka.
Mendengar itu, Ken mengulum senyum. Dia mengecup puncak kepala Zoya. Lalu melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu. Dia melirik jam di dinding kamar, pukul 10 lewat beberapa menit, dan selama itu mereka hanya bermandikan peluh.
Kedua orang itu sama sekali belum keluar dari tempat peraduan. Kini, kamar atas adalah tempat yang paling dihindari oleh para pelayan di mansion tersebut.
__ADS_1
Terkesan horor, karena setiap ada keduanya pasti ada pula suara laknat yang menghancurkan kesucian telinga.
"Sayang, kamu mau punya anak berapa?" tanya Ken, mulai membayangkan masa depan mereka yang indah, dikelilingi bocah-bocah kecil yang lucu dan menggemaskan. Buah cintanya bersama Zoya.
"Aku? Tidak tahu, semampu Hubby saja," balasnya dengan mendongakkan wajah, menatap Ken dan memainkan bibir pria itu.
"Kalau semampuku, berapapun aku sanggup, Baby. Kamu mau mansion ini penuh dengan anak-anak pythonku? Aku bisa membuatnya, asal kamu siap meladeni aku," ujar Ken dengan penuh percaya diri, dan dia malah mendapat pukulan di dada.
"Kamu ini makan apa sih? Kenapa bertenaga sekali? Jangan-jangan kamu minum obat yah?" cetus Zoya, tatapannya menyelidik, mencari kejujuran Ken, dan pria itu justru terkekeh keras.
"Mana ada, Sayang. Aku tidak minum obat apapun, tubuhmu yang selalu memancing gairahku. Apalagi kalau pythonku sudah masuk ke sini." Satu tangan Ken menusuk inti tubuh Zoya di bawah sana, hingga wanita itu memekik, tersentak karena perlakuan Ken.
"Baiklah. Aku rasa cukup kerja keras kita hari ini, setelah ini kamu mau apa? Mau aku melayanimu?" tanya Ken, dia membenahi surai kecoklatan milik istrinya, agar tidak menutupi wajah cantik wanita itu.
"Aku ingin istirahat, Hubby pijat aku yah," pinta Zoya, dan Ken langsung menyeringai. Dia menatap manik mata Zoya dengan tatapannya yang mencurigakan.
Pria itu menaik turunkan kedua alisnya.
__ADS_1
"Pijat plus-plus yah?"
Bugh!
Zoya langsung memukul dada Ken, bukannya kesakitan Ken malah terkekeh semakin keras. Dia menggoda Zoya dengan mengusakkan wajahnya di dada wanita itu, terjerembab di bukitan kenyal yang mengasyikkan.
"I am kidding, Baby, (Aku bercanda, Sayang,)" ujar Ken masih dengan kekehan.
*
*
*
Ngothor : Plasss plusss Mulu lu gunanya🙄
Daddy : Yang penting neng joyaaa suka🤪
__ADS_1
Ngothor : Deterjen suka juga nggak? Kalo suka itu mpottt sama kembang lempar lah, dah menipis ini laik sama comennya juga🥱