Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Menemani Belanja


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, sedari tadi Zoya menunggu Ken bekerja. Karena pria itu menjanjikan diri untuk menemaninya berbelanja, dan menonton film bersama.


Ken bangkit dari kursinya, dan melangkah ke arah Zoya yang tengah bermain game sambil rebahan di sofa. "Sayang, ayo kita keluar." Pria itu merebut ponsel Zoya, membuat gadis itu seketika mendongak.


"Yah, Daddy itu tanamannya nanti dimakan zombie.


Zoya merengek meminta ponselnya dikembalikan, tetapi Ken justru menggeleng, lalu mendekatkan wajahnya di telinga Zoya.


"Pilih tanamannya dimakan zombie, atau kamu yang Daddy makan?" bisik pria matang itu lengkap dengan seringai.


Mendengar itu, Zoya langsung mendengus dan memukul pundak Ken dengan keras. "Ish, mesum!"


Ken terkekeh. "Makanya ayo kita pergi, Daddy akan menemani kamu hari ini. Biar Ron dan Siska yang bekerja." Ujarnya sambil mengulurkan tangan ke arah Zoya.


"Lho, saya tidak ikut, Tuan?" timpal Ron, menunjuk dirinya sendiri.


Ken menatap ke arah asistennya dengan alis yang menaut tajam. "Apa? Kamu mau jadi lalat pengganggu? Atau jantungmu memang sangat kuat, melihat orang-orang bercumbu dengan pasangannya? Mau lihat?" Sentak Ken, membuat Ron tersadar seketika.


"Eh, eh. Tidak jadi, Tuan, lebih baik saya tetap di perusahaan dengan Siska," ralatnya cepat.


Hih, dari pada nanti aku pusing dan sakit kepala karena melihat mereka. Lebih aku lelah karena seharian bekerja.


Mendengar itu, pipi Zoya merona, dia jadi malu sendiri pada asisten Ron, karena melupakan pria itu saat dia masuk dan mencium Ken lebih dulu, pasti asisten Ron pun ikut terkejut. Pikir Zoya.


"Baby, kenapa senyum-senyum sendiri? Ayo kita pergi!" ajak Ken sekali lagi, dan kali ini Zoya langsung menurut.


Dia mengekor pada pria tampan itu sampai di dalam mobil. Kini mereka akan mengunjungi salah pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota.

__ADS_1


Semakin ke sini, Ken semakin tidak mengerti dengan dirinya, dia tidak mengerti kenapa bisa dia yang memiliki julukan casanova, kini justru bertekuk lutut di hadapan seorang bocah bernama, Zoya.


Bersama dengan gadis itu, entah kenapa Ken selalu merasa usianya bertambah muda. Hingga dia melakukan hal-hal gila, seperti sekarang misalnya, dia dengan sukarela menemani Zoya berbelanja.


Hal yang dulu dia pikir sangat tidak mungkin dia lakukan. Menjadi budak cinta? Hih, hal itu tidak ada dalam kamusnya.


Mereka sudah sampai di tempat tujuan, dan Ken langsung disuruh memegangi tas Zoya, gadis itu tersenyum dari balik maskernya, dan menggandeng tangan Ken untuk masuk ke dalam sana.


Apa yang Ken lakukan? Dia hanya bisa pasrah, menaikan tote bag Zoya ke salah satu bahunya, lalu mengikuti langkah gadis itu, untuk menyusuri gerai-gerai yang terbuka.


"Daddy, bagaimana kalo kita membeli barang couple?" tanya Zoya dengan sorot mata yang berbinar.


"Couple? For what?"


"Ya dipakai, Dad. Kita beli baju yah. Seperti itu." Tunjuk Zoya pada salah satu toko pakaian, di sana kaos-kaos berjajar berpasang-pasangan.


"Daddy bagaimana kalau ini?" Zoya melebarkan kaos berwarna pink. Warna yang terlihat menjijikkan di mata Ken, hingga dia langsung menggeleng.


"No, Baby. Itu terlihat menggelikan, cari saja yang warna hitam," cetus Ken, bahkan tak sengaja dia berkata sedikit keras membuat Zoya langsung mencebikkan bibirnya.


"Tapi aku mau warna pink," rengek Zoya dengan wajah sendu, membuat Ken memejamkan matanya sejenak.


"Sayang, aku kan pria. Mana mungkin aku memakai warna pink, kalo begitu biar kamu yang warna pink, Daddy yang warna hitam."


Zoya menggeleng, tetap kukuh pada pendiriannya ingin kaos couple mereka berwarna pink. Ken mulai gelagapan, menolak dan membujuk pun rasanya akan percuma.


"Yah, yah. Beli saja yang warna pink," ujar Ken sambil manggut-manggut, padahal dalam hati dia terus merutuk.

__ADS_1


Sialan! Aku benar-benar tidak bisa menang dari Zoya.


Senyum Zoya mengembang sempurna, gadis cantik itu buru-buru meminta satu kaos berukuran M dan XL, sebelum Ken berubah pikiran.


Tak lupa Zoya meminta Ken untuk membayarnya, hari ini dia ingin menjadi wanita matre, meminta ini dan itu pada pacarnya. Bila perlu, seluruh pekerja mansion dia belikan barang-barang mewah, agar kartu kredit Ken kebobolan.


Zoya tersenyum jahil memikirkan itu semua, tidak ada hal yang paling menyenangkan selain mengerjai hot daddy-nya.


Zoya berhasil melakukan pembayaran, dia kembali menggandeng tangan Ken setelah memberikan satu paper bag pada pria itu. Namun, sebelum dia melangkah, Ken lebih dulu mencekalnya.


"Ingat, Baby. Semua ini tidak gratis, ada harga yang harus kamu bayar nanti malam." Bisik pria matang itu.


Namun, bukannya takut Zoya justru terkekeh membuat Ken merasa heran.


"Siap, Daddy mau apa? Dipijat? Dipeluk? Dicium? Atau....?" Gadis itu berkedip genit sambil melirik ke arah ular python Ken yang ada dibalik celana.


"Zoya!"


*


*


*


Dih ikutan nackal sarangnya uler🙄


__ADS_1


__ADS_2