Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Tidak Bisa Menunggu


__ADS_3

Hari itu Ken benar-benar berangkat ke negeri seberang. Dia menyinggahi negara itu dengan alasan tertentu. Sebuah pekerjaan? Bohong. Ken ke sana bukan untuk bekerja. Ada sesuatu yang harus dia lakukan, dan dia tidak bisa menjelaskan itu semua pada Zoya.


Dia hanya berangkat sendiri, karena dia meminta Ron untuk tetap tinggal. Hanya pria itu yang dapat Ken andalkan sekarang.


Dia ingin Ron memantau Zoya, dia tidak mau kalau sampai sesuatu terjadi pada gadis itu selama dia pergi.


Pria matang itu sudah kongkalikong dengan asistennya. Ya, hanya Ron yang tahu tentang ini, selain itu tidak ada lagi.


Kini, Ken sudah berada di hotel presidential suite Marina Bay Sands, Singapura. Setelah menikmati welcome drink spesial khas hotel tersebut, Ken langsung membanting tubuhnya di atas ranjang yang tersedia di sana.



Sambil melepas lelah, Ken mengeluarkan ponselnya yang dia simpan di dalam saku jas. Seperti biasa, orang yang pertama dia hubungi adalah kekasihnya, Zoya.


Ken langsung menggeser tanda panggilan video, dan tak berapa lama kemudian dari balik layar itu muncul wajah pujaan hatinya. Ken tersenyum sumringah, pun dengan Zoya.


Gadis itu naik ke atas ranjang dan memiringkan tubuhnya ke arah kiri. Awalnya dia ingin membantu yang lain menyiapkan makan malam, tetapi melihat Ken menelpon dia menjadi urung.


"Hallo, Hubby. Kamu sudah sampai, Sayang?" tanya Zoya lebih dulu, senyum gadis itu sama sekali tak tertanggal. Setiap melihat wajah Ken, dia merasa jatuh cinta berkali-kali pada pria satu ini.


Sebuah rasa yang tidak pernah dia berikan pada pria manapun. Ken adalah pria pertama yang merebut mahkota dan hatinya.


"Yeah, Baby. Aku baru saja sampai, kamu sedang apa? Biasanya hanya memakai tank top kalau di kamar," ujar Ken, melihat Zoya memakai dress rumahan, seperti ingin keluar dari kamar.

__ADS_1


"Tadi aku berniat untuk membantu menyiapkan makan malam, tapi kamu malah menelpon, jadi ya sudah," jelas gadis itu apa adanya.


Membuat Ken tiba-tiba cemberut. "Jadi kamu tidak senang mendapat telepon dariku?"


Zoya menautkan kedua alisnya mendengar rengekan Ken. "Bagaimana mungkin, bila disuruh memilih, bahkan aku tidak akan mengizinkanmu pergi. Aku ingin Sayang tetap di sini."


Mendengar itu, bukan lagi senyum lebar yang tersemat di bibir pria matang itu, tetapi sebuah kekehan. Dia pun merasa seperti itu, dia ingin selalu didekat Zoya, tetapi semua ini juga demi kebaikan mereka berdua.


Wajah yang semua tertekuk kini kembali sumringah. "Sabar, Baby. Siap-siap saja, pulang nanti aku akan langsung memakanmu."


"Hah, baru sampai sudah bicara pulang. Dua bulan itu terlalu lama," keluh Zoya. Kini giliran wajah gadis itu yang berubah sendu.


"Wah, kelinci kecilku sekarang menjadi gadis yang tidak sabaran. Awas kamu nanti, ku buat tidak bisa bangun lagi."


"Lakukan saja, Zoya tidak takut! Ayo buat aku tidak bisa berdiri."


Jawaban-jawaban Zoya benar-benar membuat Ken kehabisan kata-kata. Gadis itu sekarang sudah bisa membalas ucapannya, membuat dia selalu gelagapan dan hanya bisa geleng-geleng kepala.


Mereka terus bercengkrama, sampai melupakan malam. Zoya masih begitu rindu dengan kebersamaan mereka, hingga terus menolak saat Ken ingin menutup panggilan.


"Sayang, kamu belum makan malam. Kita makan malam dulu, habis itu aku akan menelponmu lagi. Okey?"


"Hah, aku_"

__ADS_1


Tok Tok Tok...


Pintu kamar Zoya diketuk, sepertinya makan malam sudah siap. Dengan terpaksa Zoya harus memutus panggilannya bersama Ken. Bibir gadis itu mencebik, tetapi langsung tertarik kembali saat Ken memberikan kecupan dari balik layar itu.


"Zoy, makan malam sudah siap, turun yuk!" teriak Nora dari luar sana.


Mendengar suara wanita itu, Zoya segera mematikan panggilannya bersama Ken, dan buru-buru turun dari ranjangnya.


"Iya, Kak." Balasnya tak kalah berteriak.


Dia berjalan tergesa, hingga tangan langsingnya berhasil meraih gagang pintu.


Sementara di tempatnya, Ken langsung menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama, panggilang pria itu sudah diterima.


"Besok aku akan langsung ke rumah sakit, lakukan sesuai jadwal. Aku tidak bisa menunggunya lebih lama lagi."


*


*


*


Kira-kira si Daddy ngapa yak🙈🙈🙈

__ADS_1


__ADS_2