Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Antara Manis dan Menyenangkan


__ADS_3

Nora langsung terkekeh dan menepuk bahu Zoya dengan pelan. "Ya ampun, jadi kamu temennya Raga? Kenapa nggak bilang, Raga adik kakak lho."


Deg!


Zoya tersenyum kikuk. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Mana tahu kalau Raga itu adik Nora, wanita itu saja tidak pernah cerita apa-apa.


"Hehe, nggak kepikiran untuk cerita, Kak. Lagi pula, Kakak kan juga sibuk," balas Zoya sekenanya, suasana yang begitu awkward menurutnya.


Mendengar itu, Nora terkekeh sambil mengangguk. Sementara Raga hanya bisa melongo, tak mengerti dari mana Nora mengenal Zoya.


Karena selama ini, dia tidak tahu menahu tentang perjodohan antara Ken dan Nora? Pun dengan Nora yang tak pernah pulang ke rumah, sebab setelah membangun restoran ini, wanita itu selalu menghabiskan waktunya di tempat kerja.


"Kak Nora kenal Zoya dari mana?" tanyanya, menatap ke arah sang kakak dan Zoya bergantian.


Sebelum menjawab, Nora lebih dulu menggiring adik dan teman-temannya untuk duduk. Di salah satu meja kosong dekat jendela.



Di sana, keempat orang itu akan disuguhi pemandangan kota Jakarta di siang hari. Terik dan terasa padat, tetapi cukup indah untuk dijadikan objek pemotretan.


"Zoya ini anak angkatnya calon suami Kakak, Raga. Kita tinggal serumah, tapi sayangnya kita nggak pernah tuker cerita," ujar Nora semakin membuat kening Raga mengernyit.


Sementara Zoya tersenyum getir. Dunia ini ternyata sesempit itu. Bak daun kelor yang tak memiliki ruang yang luas, ternyata Raga dan Nora pun saling berkaitan, bahkan mereka kakak beradik.


Dan lagi, ucapan wanita itu yang tiba-tiba mengusik otaknya. Calon suami? Satu kalimat itu terus terngiang-ngiang bagai lalat buah yang berdengung mengganggunya.


"Jadi kalian? Tinggal serumah? Wah parah, kenapa Kak Nora nggak pernah cerita?"

__ADS_1


"Untuk apa cerita sama kamu? Kamu tuh sibuk belajar terus, nggak ada waktu buat Kakak."


"Bukan aku yang nggak ada waktu buat kakak, tapi kakak yang nggak pernah pulang ke rumah."


Mendengar itu, Nora terkekeh lalu mengusak puncak kepala Raga.


"Iya deh iya, ya sudah. Kalian mau pesen apa? Nanti kakak kasih gratis," Nora melerai perdebatan itu lebih dulu.


Dia melambaikan tangan, memanggil satu pelayan untuk mencatat pesanan adik dan teman-temannya. Membuka buku menu, menawarkan ini itu.


Dan yang mampu Zoya lakukan hanyalah diam. Dia tidak seantusias Sinta dan juga Mila yang terus berebut menyebutkan menu-menu makanan.


"Zoy, do you want french fries?" tanya Raga, membuyarkan lamunan Zoya.


Sedari tadi Raga perhatikan, Zoya hanya bergeming. Dan menatap keluar jendela dengan tatapan nanar.


"Raga tanya kamu mau kentang goreng apa nggak? Dari tadi kamu diem aja," timpal Sinta sebelum Raga menjawabnya. Dia sedikit ketus, merasa kesal pada Zoya yang selalu cari perhatian pada Raga.


"Oh boleh deh," balas Zoya berusaha mengulum senyum, meski dia merasa lingkungan ini tak nyaman untuknya.


Setelah memilih menu, mereka mulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh sang dosen. Hingga tepat pukul 12 siang, tugas itu baru saja selesai.


Keempat orang itu bernafas dengan lega, akhirnya rasa pusing cenat-cenut itu bisa berhenti seiring makalah yang mereka buat terselesaikan.


"Ga, aku sama Mila ke toilet dulu yah," pamit Sinta sambil menguap, dia merasa pusing sekaligus mengantuk, dan dia ingin menyegarkan wajahnya dengan mencuci muka.


Raga mengangguk. Sementara Zoya yang selalu dianggap tidak ada hanya bersikap acuh. Dia menyesap ice leci miliknya, menikmati air dingin nan manis itu membasahi tenggorokannya.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba sebuah uluran tangan lengkap dengan kentang goreng, tersuguh di depan mulutnya. "Dimakan juga." Ucap Raga dengan senyum yang selalu tersemat di kedua sudut bibirnya.


Zoya mengangkat kepalanya, menatap Raga dan kentang goreng itu bergantian. Raga semakin memajukan tangannya, hingga makanan itu menyentuh bibir tipis Zoya.


Seperti tidak ada pilihan lain, Zoya akhirnya melahap kentang goreng itu, dan mulai mengunyahnya dengan tersenyum pula.


"Jadi harus aku suapin biar kamu mau makan?" tanya Raga menggoda Zoya.


"Eh, nggak gitu, Ga. Aku cuma lagi males makan aja."


"Males makan apa males makan?" Raga semakin terkekeh, dan kembali mengulurkan kentang goreng itu ke arah Zoya.


Namun, kali ini Zoya menolak. Dan Raga tidak menerima penolakan. Akhirnya ada perdebatan kecil di antara mereka. Begitu terlihat manis di mata seseorang. Dan juga terlihat menyenangkan bagi mata yang menatap Zoya geram.


Satu foto berhasil diambil. Dan langsung terkirim pada pria yang dia yakini akan langsung marah, jika melihat Zoya bersama dengan pria lain.


Di ujung sana, Ken langsung meremas ponsel yang ada dalam genggamannya, begitu melihat pesan masuk yang menampilkan foto Zoya.


"Shitttt! Beraninya dia!"


*


*


*


Wah Kentucky fried chicken ngamokk🤣🤣🤣🤣

__ADS_1



__ADS_2