Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Menyenangkan Seorang Wanita


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, tetapi hubungan Zoya dan Raga justru semakin renggang, seolah ada tembok besar yang sulit sekali untuk dihancurkan.


Gadis itu selalu menghindar tiap kali Raga mendekatinya, atau kadang berbicara sedikit ketus karena Raga tak mau mendengarkan kata-katanya.


Pun dengan Nora dan Ken, mereka berdua bahkan bagai air dan minyak yang tak dapat disatukan.


Ken selalu membentengi dirinya, agar wanita itu tidak bisa masuk, ataupun menyentuhnya sedikit saja.


Sementara kedua insan yang selama ini menjalin kasih diam-diam, semakin bertambah dekat, Ken semakin memanjakan Zoya, begitu pun dengan Zoya yang selalu berusaha membuat Ken jatuh cinta padanya.


Hingga ladang tandus itu mulai menyemai, tanah kering itu mulai menunjukkan kesuburannya. Rumput mulai menghijau, benih bunga asmara yang Zoya tanam mulai tumbuh di hati Ken.


Pria matang itu tidak pernah merasa seperti ini, berbulan-bulan bersama dengan Zoya, tak sekalipun membuatnya bosan.


Yang ada dia akan selalu rindu saat mereka berjauhan. Dia akan merasa cemas saat Zoya tak kabar. Dan lebih parahnya, dia seperti mayat hidup, saat tak mendapat sentuhan.


Semua yang Ken rasakan membuat dia yakin, bahwa rasa cinta itu telah tumbuh subur untuk gadisnya. Dan perlahan, keyakinannya tentang bencana pernikahan, berangsur menghilang.


Trauma itu mulai terkikis, seiring berjalannya waktu dia mulai percaya dengan apa yang Zoya katakan, bahwa semua wanita itu tidak sama.


Mungkin banyak wanita yang seperti ibunya, tetapi tidak menutup kemungkinan ada banyak pula yang memiliki sifat kebalikannya. Tulus dan penyayang, seperti Zoya.


Minggu ini gadis cantik itu akan berulang tahun, dan Ken ingin memberikan kejutan yang tak terduga untuk Zoya.


Sebagai bentuk rasa cintanya pada gadis itu.

__ADS_1


Hari ini dia sibuk memilih ini dan itu, Ken tidak bisa untuk tidak tersenyum sumringah, wajah pria matang itu selalu ceria, membayangkan bagaimana nanti ekpresi gadisnya.


"Tuan, anda yakin akan memesan buket bunga sebanyak ini?" tanya Ron memastikan, takut saja salah hitung, karena Ken benar-benar memesan bunga mawar sangat banyak, seolah dia ingin membuka toko bunga untuk Zoya.


"Sudahlah, ikuti saja semua yang sudah aku tulis. Tidak perlu banyak tanya," balas Ken tanpa menoleh ke arah Ron, dia tengah memilih sesuatu, menimang-nimang mana yang paling cocok untuk gadisnya.


Mendengar itu, Ron hanya bisa menghela nafas, dia kembali melanjutkan pekerjaannya memesan ini dan itu sesuai keinginan sang tuan.


Satu kamar hotel dengan fasilitas paling lengkap sudah Ron booking, hari ini dia benar-benar sibuk bukan karena pekerjaan kantor, melainkan persiapan untuk ulang tahun Zoya.


Hingga tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 siang, Ken mengajak Ron untuk beristirahat sejenak, dan makan siang bersama di luar. Duduk di kursi belakang, Ken mengeluarkan ponselnya.


Dia ingin menghubungi Zoya.


"Halo, Baby. Kamu sedang apa?" tanya Ken saat panggilan itu berhasil terhubung.


"Aku baru saja keluar kelas, Dad. Ada apa menelponku? Mau bilang rindu? Hih, bosan!" cetus Zoya dengan terkekeh, dia duduk di kursi taman, sambil menunggu jemputan.


"What did you say? Bosan? Baiklah, hari ini Daddy tidak akan bilang rindu padamu, karena Daddy sedang menyiapkan sesuatu," ujar Ken, ingin sedikit saja menggoda gadis itu.


Kening Zoya mengernyit. "Menyiapkan sesuatu apa?"


"Rahasia, Daddy ingin menyenangkan seorang wanita nanti malam, jadi jangan menangis, karena kamu bilang sudah bosan."


"Are you sure? Jadi selama ini Daddy bohong? Daddy punya selingkuhan?"

__ADS_1


"Tentu saja, dia wanita yang mampu membuat Daddy tergila-gila. Sudah ya, Daddy juga sudah bosan denganmu, jadi lebih baik kita putus saja. Nanti ada supir yang akan menjemputmu. Dah, Zoya."


"Dad? Jangan bicara sembarangan, aku bisa_"


Tut... Tut... Tut...


Untuk pertama kalinya Ken mematikan panggilan Zoya lebih dulu semenjak mereka berpacaran. Dan hal itu, tiba-tiba membuat dada Zoya terasa sesak.


Ada yang hancur dan remuk di dalam sana. Benarkah Ken secepat itu berpaling darinya? Atau pria itu hanya sekedar bercanda?


Dan tubuh itu semakin dibuat lemas, saat seorang pria bertubuh tambun berdiri di depannya. "Nona, saya orang yang ditugaskan untuk menjemput anda, karena Tuan Ken sedang sibuk." Ujarnya sopan.


Seketika pandangan mata Zoya kosong, ludahnya terasa tercekat di tenggorokan, Ken benar-benar sibuk? Sibuk ingin menemui wanita lain? Seperti itu?


Sementara yang di ujung sana tergelak kencang sambil memegangi perutnya, ah dia tidak bisa membayangkan bagaimana wajah Zoya sekarang. Pasti terlihat sangat menggemaskan.


Dia jadi ingin mencubit dan menciumi wajah gadis itu, dia sudah tidak sabar untuk memberi kejutan, nanti malam dia akan membuat Zoya menangis, menangis karena bahagia menjadi kekasihnya.


*


*


*


Usil ya si python 🙄🙄🙄

__ADS_1


Eh gue nggak tahu ini cocok nggak buat visual si RonRon, kalo ga cocok lu pada bayangin sendiri dah, gue dah pusing mikirin python 🤣🤣🤣



__ADS_2