
Ken mengikuti ke mana gadisnya melangkah, karena wajah marah itu membuat Ken merasa ada sesuatu yang salah.
Meskipun dia tidak tahu itu apa, yang jelas dia ingin Zoya membicarakan ini semua dengannya. Atau dia akan dibuat kelimpungan di kantor karena terus memikirkan Zoya.
Hingga akhirnya aksi kejar-kejaran itu berakhir di toilet wanita. Zoya hendak masuk ke dalam sana, tanpa memperdulikan Ken, tetapi secepat kilat pria itu mencekal pergelangan tangan Zoya.
"Zoy, ada apa? Kenapa kamu menghindari Daddy seperti ini, bahkan kamu pergi tanpa pamit?"
Tak menjawab, Zoya justru menyentak cekalan tangan Ken dengan kasar. Entah kenapa dia merasa kesal, mengingat Angel pernah bermain dengan Ken, bahkan kejadian itu dia lihat dengan mata telanjang.
Ken tak membiarkan Zoya pergi begitu saja, dia semakin mempererat genggamannya.
"Untuk apa Daddy mengikuti Zoya sampai ke sini? Lepasin Zoya, Dad!" sentak gadis itu.
"Jawab dulu, ada apa?"
"Tidak apa-apa!"
"You are lying! (Kamu bohong!)"
"Aku tidak bohong, jadi lepasin Zoya!"
"No, sebelum kamu jelaskan semuanya pada Daddy."
Ken menarik tangan Zoya untuk ikut dengannya kembali ke mobil. Zoya sebenarnya ingin meronta, tetapi karena tidak mau menimbulkan curiga, dia pasrah.
Hingga kini mereka duduk berdampingan, dan Ken langsung menyuruh Zoya untuk bicara. "Katakan, ada apa?"
Zoya melengos, sedari tadi pria itu sama sekali tidak canggung bertemu dengan Angel. Benarkah itu semua karena Ken sudah lama mengenal wanita itu? Dan sering menghabiskan waktu bersama?
__ADS_1
"Baby, please! Tell me."
Namun, Zoya tetap bergeming. Ken mendesah kecil, tak pernah terpikirkan olehnya akan menghadapi anak gadis seperti ini.
Tetapi seperti sudah bodoh, Ken justru melakukan semuanya pada Zoya.
Pria itu menyuruh Ron melajukan kijang besinya. Dan Zoya langsung menatap ke arah Ken. "Daddy kita mau ke mana? Zoya harus kuliah." sentak gadis itu.
"Karena kamu tidak mau bicara, kita cari tempat untuk menyelesaikan semuanya," jawab Ken.
"Zoya tidak mau!"
"Baby, tolonglah berhenti keras kepala!"
Mendengar bentakan itu, lagi-lagi membuat Zoya runtuh, matanya sudah berkaca-kaca karena seolah Ken tidak mengerti perasaannya.
Padahal Ken sama sekali tidak ingat siapa Angel. Sumpah demi apapun, sedari tadi dia bingung, kenapa Zoya mengatakan itu pada Laura dan ibunya.
Ken mencoba menggapai pipi mulus itu untuk di usapnya. Tetapi segera Zoya tepis dengan kasar.
"Baby, i am sorry. Bukan maksud Daddy ingin membentakmu. Daddy hanya ingin tahu kenapa sikapmu jadi berubah seperti ini?"
"Daddy sama sekali tidak ingat, atau memang pura-pura lupa, siapa wanita itu?" tanya Zoya dengan bibir yang bergetar.
"Wanita yang mana? Dosenmu? Temanmu atau ibu temanmu?"
"Daddy benar-benar tidak ingat?"
"Tidak, Sayang. I swear, Daddy bingung wanita mana yang kamu maksud?"
__ADS_1
"Wanita yang menari di atas tubuh Daddy tempo hari, benar masih tidak ingat juga?"
Ken memejamkan matanya sejenak, sekarang dia mulai paham dengan arah pembicaraan Zoya. Jadi gadis ini tengah mengungkit masalah kemarin.
"Maafkan Daddy. Daddy tidak tahu kalau itu dia."
Mendengar itu, hati Zoya semakin dibuat kacau. Dia terus meneguk ludahnya kasar, dan menahan sesak.
"Apakah Daddy juga akan seperti ini pada wanita lain? Daddy akan melupakan Zoya, dan menganggap kita tidak pernah melakukan apapun?"
"Ya Tuhan... Sayang. Berapa kali Daddy harus bilang? Daddy sudah berjanji hanya akan menyentuhmu, only you, Baby! No other. Please, percaya pada Daddy."
Ken menangkup kedua sisi wajah Zoya, menatap lekat netra kecoklatan itu, agar Zoya sudi menatapnya juga.
Namun, Zoya bergeming, dan terus seperti itu hingga Ken menyatukan bibir mereka. Ken menyesap lembut bibir itu, ingin sekali saja Zoya percaya padanya.
Tak peduli pada Ron yang sedari mengumpat di dalam hati. Dia tahu bagaimana Ken, tapi sungguh dia tidak percaya kalau sampai akan terjebak dalam situasi seperti ini.
Mendengar lenguhan dan decapan di belakang sana, membuat tubuh bagian bawahnya terusik.
Ya Tuhan... Rasanya aku ingin tenggelam saja.
*
*
*
Tenggelem sama othor yuk Bang Ron🤣🤣🤣
__ADS_1
Neng Zoy nya ngambekan Dad🤭🤭🤭