Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
You Are My Everything


__ADS_3

Ken benar-benar menguras habis tenaga Zoya. Terakhir gadis itu ambruk dalam posisi tengkurap, sementara Ken berada di belakang tubuhnya, dengan inti mereka yang masih menyatu.


Pria itu mendekap tubuh Zoya erat, melesakkan senjatanya yang baru saja meledakkan sesuatu yang sangat dahsyat.


Cairan itu penuh, hingga meluber keluar dari inti Zoya. Benda kenyal nan memabukkan itu masih berdenyut menikmati sensasi luar biasa, nafas gadis itu tercekak, ruang udaranya ingin meraup lebih banyak.


Ken menciumi punggung Zoya yang sudah banyak tercipta mahakaryanya. Sesuka hati, pria itu mencecap sana-sini, membuat Zoya seperti macan tutul, dengan belang kemerahan made in ular python.


"Thank you for today, Baby," bisik Ken, lalu mencabut senjatanya dari liang sempit itu.


Malam ini sungguh Zoya dibuat tak berdaya, dia tak membalas apapun ucapan Ken. Dia hanya mendesis saat benda panjang itu keluar secara perlahan, menyisakan kedutan nikmat.


Setelah Ken membersihkan sisa-sisa percintaan mereka. Ken membawa tubuh itu masuk dalam dekapannya, dia membiarkan lengan kekar itu dibuat bantalan oleh Zoya.


Sementara di perutnya sudah ada tangan langsing yang melingkar sempurna. Milik siapa lagi, kalo bukan milik Zoya.


"Are you tired, Baby? (Apa kamu lelah, Sayang?)" tanya Ken perhatian.


Padahal siapa yang telah membuat Zoya kelelahan seperti ini?


"Yeah, i am very tired. Because you are the devil," balas Zoya dengan suara yang nyaris tak ada.


Dia sudah sangat lelah berteriak-teriak memanggil nama Ken di setiap desahaannya. Sementara yang dipanggil asik dengan aksinya, dan tak kenal lelah.


Mendengar cibiran Zoya, Ken justru terkekeh. Karena itu artinya, Zoya kalah dengan permainannya, ah dia sangat suka jika seperti itu adanya.

__ADS_1


"I am sorry, Baby. Aku selalu bersemangat jika menyangkut dirimu," balas Ken sambil menyematkan kecupan-kecupan kecil di puncak kepala Zoya.


"Tapi Daddy hampir saja membunuhku, kalau aku tidak memohon, mungkin Daddy akan terus melakukannya."


Kali ini bukan lagi sebuah kekehan, melainkan sebuah tawa yang pecah dari bibir Ken. Dia sampai memegangi perutnya yang terasa kencang.


Dan pemandangan ini baru pernah Zoya lihat untuk seumur hidup. Hatinya menghangat, tawa itu membuat desiran dalam tubuhnya mencuat, hingga tanpa sadar, dia ikut tersenyum pula.


"Kamu benar-benar membuatku bahagia hari ini. I am very happy today, because of you." Ken mencium kening Zoya begitu dalam, hingga rasa itu menancap ke dasar hati gadis itu.


Apalagi saat Ken berbisik tepat di telinganya. "I love you, Zoy. I love you so much."


Zoya hanya mengulum senyum, setiap Ken mengucapkan kalimat itu, hatinya dibuat bergetar tak menentu, tetapi saat mengingat hubungan mereka, dia merasa tak pantas untuk merasakan itu semua.


Zoya selalu ingin buru-buru menepis semua bayang itu. Harapan di mana Ken akan berubah, dan benar-benar menjadikan dia satu-satunya.


"Baby, kenapa malah melamun?" tanya Ken, melihat Zoya yang menatap ke sembarang arah dengan tatapan kosong.


Mendengar itu, Zoya mendongak untuk menatap wajah tampan Ken, wajah yang mulai menghantui pikirannya.


"Dad, boleh aku tanya satu hal?" ujar Zoya dengan sorot mata sungguh-sungguh.


"Apa, Sayang? Apa yang ingin kamu tanyakan?" balas Ken sambil menyelipkan anak rambut Zoya ke belakang telinga. Sama sekali tidak curiga.


Zoya lebih dulu meneguk ludahnya. "Tapi sebelumnya aku ingin tahu apakah Zoya penting untuk Daddy?"

__ADS_1


Gerakan tangan Ken langsung berhenti, dia menatap Zoya, dan kedua netra mereka bertemu.


"Tentu saja. You are my everything," balas Ken tanpa ragu.


"Kalau begitu, pasti Daddy bisa memberitahu Zoya sesuatu."


"Apa, Sayang? Jangan membuatku menebak-nebak," ujar Ken dengan kening yang sudah berlipat-lipat.


Bingung.


Lagi-lagi Zoya menelan ludahnya, dia memberanikan diri untuk mengusap lembut wajah Ken yang berbulu. Dan memberi hadiah kecil pada pria itu, berupa kecupan singkat di bibir.


"Aku ingin tahu, sejak kapan Daddy menjadi seperti ini? Dan apa alasannya?"


"Maksudmu?"


"Jika Daddy memang menganggap Zoya penting, Zoya rasa Daddy pun perlu berbagi, apapun itu, termasuk masa lalu."


Glek!


*


*


*

__ADS_1


Ayo Daddy, kita semua jemaah mamah Dedeh siap dengerin lu curhat, apalagi si AA 🤣🤣🤣🤣



__ADS_2