Gairah Sang Casanova

Gairah Sang Casanova
Twins Birthday (Final Ex Part)


__ADS_3

Seperti yang sudah direncanakan oleh Ken dan Zoya. Di hari ulang tahun si kembar ABCDE, mereka akan membuat pesta yang sangat meriah.


Dengan menggabungkan beberapa karakter, tema pesta itu sangatlah beragam, karena baik Ken dan Zoya, memberikan pilihan pada anak mereka untuk mengambil satu tema yang mereka suka.


Aneeq dengan tema buah semangka, Bee dengan tema lebah, Choco dengan tema coklat, De dengan tema ikan, sementara El dengan tema kartun lucu, yakni Frozen.


"Sayang, bantu aku untuk mendadani El, dia tidak mau diajak kerja sama," ujar Zoya dengan menghela nafas panjang, karena dari dulu sampai sekarang, El susah sekali untuk menurut padanya.


"Iya, Baby, aku selesaikan dulu pakaianku," balas Ken, karena dia tidak bisa mengandalkan sang istri untuk sekedar bersiap-siap.


Ken tersenyum tipis ketika melihat bibir Zoya mencebik, dia tahu ini semua pasti karena El yang keras kepala.


Cup!


"Maafkan putri kecilku," ujar Ken, yang membuat Zoya semakin memberenggut kesal. Kalau seperti ini dia jadi mirip Aneeq.


"Ya, dia memang hanya putrimu. Menjengkelkan!" gerutu Zoya, lalu memilih untuk keluar dari kamar, dia akan kembali mengecek keempat putranya yang sedang bersiap-siap.


Namun, sebelum melangkah Ken lebih dulu meraih pinggang Zoya, lalu melabuhkan ciuman di bibir wanita itu.


Zoya tak bisa menolak, karena Ken malah memegang kepalanya, dia terus merasakan sesapan yang sangat kuat, hingga bibirnya benar-benar terasa kebas.


Hah!


Zoya langsung membuang nafas ketika Ken melerai ciuman mereka. Pria tampan itu tersenyum tipis, lalu mengelap bibir Zoya yang basah. "Bibirmu selalu terasa manis dan membuatku candu, Baby."


"Kamu menyebalkan, Ken!" cetus Zoya sambil menggeplak dada bidang suaminya.


Sementara Ken menunjukkan wajah terperangah, "kamu semakin berani ya, memanggil namaku seperti itu."


"Cih, bukankah kamu yang sering memintaku untuk melakukan itu? Bahkan semakin banyak aku menyebutnya, hentakanmu juga semakin keras!"


Mendengar itu, Ken terkekeh-kekeh, dia jadi gemas dan ingin memakan Zoya saat ini juga. "Kamu memang pandai memancingku, Baby. Bagaimana kalau kita melakukannya dengan cepat?"


Zoya langsung mendelik, bahkan dia mendorong dada Ken dengan kuat saat pria itu berusaha untuk merengkuhnya. "Jangan macam-macam, sebentar lagi acaranya dimulai. Anak-anak kita pasti sudah menunggu."


"Ayolah, Baby. Kamu kan sudah tahu bagaimana permainan singkatku yang panas dan gila," bujuk Ken masih menunjukkan seringai.

__ADS_1


Namun, Zoya tak ingin meladeni suaminya, karena detik selanjutnya dia malah meninggalkan Ken. "Main saja sama sabun!" Cetusnya yang membuat ayah lima anak itu tergelak kencang.


***


Saat semua anak ular sudah selesai berdandan, mereka mulai turun dengan masing-masing pengasuh. Kecuali El, dia selalu saja menempel di tubuh sang ayah, bagai benalu.


Di halaman mansion yang sudah disulap itu, semua anak-anak yang diundang nampak berdatangan, tak terkecuali Caka. Dia membawa kado besar dengan paper bag bergambar Frozen, dan langsung mencari-cari keberadaan Eliana.


"Sayang, itu twins sudah keluar, ayo kita ke sana," ucap Siska mengajak sang anak untuk menghampiri si kembar ABCDE.


Dan hal tersebut membuat El langsung meminta turun dari gendongan sang ayah. "Tetty, El awu uyun."


Mendengar itu, Ken langsung curiga, dia mengedarkan pandangan hingga berhasil melihat sosok Caka yang sedang mendekat.


Pria itu langsung geleng-geleng kepala. "Pasti El mau main sama Caka yah?"


"Ndak, El awu ain lali-lali cama kakak," balas El bohong. Namun, Ken tak lagi membalas ucapan putrinya.


Dia langsung menurunkan tubuh gembul El yang sudah berbalut gaun kecil yang lucu. El berlari ke arah kakak-kakaknya, tetapi di tengah jalan dia langsung dihadang oleh Caka.


"Uwah, Caca ateng uyang hahun El," jawab El dengan wajah sumringah.


"Caca wain tado wat El, tuh cama Mamih." Caka menunjuk paper bag yang dipegang Siska. Wanita itu pun mendekat, untuk memberi selamat pada Eliana.


"Happy birthday, Cantik. Ini kado dari Caka buat kalian, Mami Siska taro di sana yah," ucap Siska, dan El langsung menganggukkan kepala.


Siska pun menaruh paper bag itu di antara tumpukan hadiah yang lain. Sementara El dan Caka sudah bergandengan tangan untuk bergabung dengan yang lain.


Melihat itu, Ken tersenyum tipis, masih kecil ternyata El sudah pandai membohongi dirinya.


Tak berapa lama kemudian MC mulai membuka acara sesuai jadwal yang ada di undangan. Namun, pada saat semua orang menyanyikan lagu selamat ulang tahun.


De masih saja berlari-lari ke sana ke mari. Dan kali ini Kakek Abian yang kerepotan. Dia mengejar-ngejar cicitnya yang malah terlihat kegirangan.


"De, berhenti! Nanti kamu tidak kebagian kuenya lho," teriak kakek Abian, hingga Rathi pun ikut turun tangan. Namun, De malah semakin kegirangan, dia berpikir bahwa dua orang itu sedang bermain-main dengannya.


"Astaga, Dad, anakmu itu suruh ke sini!" cetus Zoya, karena dia sedang mengamankan Aneeq yang mulai merengek meminta susu.

__ADS_1


"Iya, Sayang, iya," balas Ken, lalu menjemput De, pria kecil itu langsung berlari ke arah Ken, saat sang ayah membuka tangannya.


Dan hap!


Ken berhasil menangkap satu anaknya, sementara Bee sudah tidak sabar, hingga menyemili kue miliknya. Pengasuhnya sudah melarang, tetapi Bee tetap tak mau mendengarkan.


Berbeda dengan Choco yang asyik berdiri di depan tumpukan kado, bocah tampan itu sedari tadi ingin sekali membukanya satu persatu.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga ...." Semua orang bernyanyi, begitu juga dengan El yang selalu didampingi Caka.


Lima bocah kembar yang sudah dikumpulkan itu langsung diminta meniup lilin di bolu mereka masing-masing.


Tepuk tangan langsung riuh ketika lilin mati, tetapi Bee yang sudah tidak sabar, kembali mengambil kuenya dengan tangan.


"Bee, nanti pakai pisau!" sergah Kakek Abian, tetapi rasanya pesta itu sangat kacau, karena sulit sekali untuk mengatur lima bocah kembar itu.


Zoya sampai menghela nafas berkali-kali, apalagi saat Choco sudah membuka kado satu persatu.


"Sayang, sudahlah tidak apa-apa, yang penting mereka senang," ujar Ken, menenangkan istrinya, dan Zoya langsung mengangguk.


Ken mengecup kening Zoya yang berkeringat, lalu melihat ke arah kakek Abian yang ikut kelelahan juga.


Hari itu banyak sekali tenaga yang harus mereka keluarkan. Namun, semua itu tak mampu menutupi kebahagiaan mereka.


Perjalanan Ken dan Zoya masih sangat panjang, dan mereka pastikan akan selalu menemani putra-putri mereka hingga tutup usia.


...**END...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...


Extra part Ken, Zoya dan Twins ABCDE sampai sini yah, biar gak dikira menggantungkan cerita. Gue selalu merasa punya utang kalo gini soalnya 😂😂


Jangan lupa mampir ke cerita yang lain...


Salam anu 👑


__ADS_1


__ADS_2